HIDUP ITU HANYA ADA TIGA HAL SAJA
HIDUP ITU HANYA ADA TIGA HAL SAJA
1. Hidup Dimulai dari Sebuah Pilihan
Hidup sering kali terasa rumit, padahal jika ditarik garis besarnya, semuanya berawal dari satu hal sederhana: pilihan. Setiap hari kita dihadapkan pada keputusan kecil hingga besar, mulai dari hal remeh seperti bangun pagi atau menunda alarm, hingga langkah penting yang menentukan arah masa depan. Tanpa kita sadari, rangkaian pilihan inilah yang perlahan membentuk cerita hidup kita.
Menariknya, tidak ada pilihan yang benar-benar netral. Setiap keputusan selalu membawa konsekuensi, baik yang terasa manis maupun yang sedikit pahit. Namun di situlah keindahannya—kita diberi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memahami diri sendiri lebih dalam. Hidup bukan soal memilih yang paling mudah, melainkan yang paling bermakna bagi hati.
Kadang kita terlalu takut memilih karena khawatir salah langkah. Padahal, tidak memilih pun sebenarnya adalah sebuah pilihan. Dan sering kali, justru dari kesalahan itulah kita menemukan arah yang lebih tepat. Jadi, jangan ragu untuk melangkah, karena hidup tidak menunggu kita siap—ia berjalan seiring keberanian kita mencoba.
Dengan sudut pandang yang lebih lembut, kita bisa melihat bahwa setiap pilihan adalah bentuk kasih sayang pada diri sendiri. Kita sedang berusaha memberikan yang terbaik, meski dengan segala keterbatasan. Jadi, pelan-pelan saja. Pilih dengan hati, jalani dengan ikhlas, dan percayalah bahwa setiap langkah punya maknanya sendiri.
2. Perjalanan Hidup Adalah Perjuangan
Setelah memilih, kita akan sampai pada fase berikutnya: perjuangan. Tidak ada hidup yang benar-benar tanpa tantangan. Bahkan jalan yang terlihat mulus pun tetap menyimpan ujian di baliknya. Perjuangan bukan tanda bahwa hidup sedang mempersulit kita, melainkan cara hidup membentuk kita menjadi lebih kuat.
Dalam keseharian, perjuangan bisa hadir dalam bentuk yang sederhana. Bangkit dari rasa lelah, tetap tersenyum di tengah masalah, atau bertahan ketika keadaan tidak sesuai harapan. Hal-hal kecil seperti ini sering kali luput dari perhatian, padahal justru di situlah letak kekuatan sejati seseorang.
Ada kalanya kita merasa ingin menyerah. Rasanya berat, melelahkan, dan seakan tidak ada ujungnya. Namun percayalah, setiap usaha yang kita lakukan tidak pernah sia-sia. Mungkin hasilnya tidak langsung terlihat, tetapi prosesnya sedang membangun versi terbaik dari diri kita.
Perjuangan juga mengajarkan kita tentang arti sabar dan ketulusan. Bahwa tidak semua hal harus segera berhasil, dan tidak semua luka harus langsung sembuh. Kadang, kita hanya perlu bertahan sedikit lebih lama, karena di balik itu semua, ada pelajaran berharga yang sedang menunggu untuk dipahami.
3. Pada Akhirnya, Semua Tentang Penerimaan
Setelah melalui pilihan dan perjuangan, kita akan sampai pada titik yang paling menenangkan: penerimaan. Di sinilah kita belajar untuk berdamai dengan apa yang terjadi, baik yang sesuai harapan maupun yang tidak. Penerimaan bukan berarti menyerah, melainkan memahami bahwa tidak semua hal bisa kita kendalikan.
Ada kelegaan tersendiri ketika kita berhenti memaksakan sesuatu. Ketika kita mulai berkata, “Tidak apa-apa,” dengan tulus dari dalam hati. Penerimaan membuat kita lebih ringan melangkah, karena kita tidak lagi terbebani oleh ekspektasi yang berlebihan.
Sering kali, yang membuat hidup terasa berat bukanlah kejadiannya, melainkan cara kita menolaknya. Saat kita mulai menerima, perlahan rasa sesak itu berubah menjadi lapang. Kita jadi lebih mudah mensyukuri hal-hal kecil yang sebelumnya terabaikan.
Pada akhirnya, hidup memang sederhana: memilih dengan bijak, berjuang dengan sepenuh hati, dan menerima dengan lapang dada. Tiga hal ini saling terhubung, membentuk siklus yang indah dalam perjalanan hidup kita. Dan di antara semuanya, kita hanya perlu terus belajar—dengan lembut, dengan sabar, dan dengan penuh cinta pada diri sendiri.
Ada 3 hari dalam hidup
1, hari kemaren
2, Hari ini
3, hari esok
Manfatkan dg baik sisa hari harimu
Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
*1. Waktu *
*2. Ucapan *
*3. Kesempatan *
Jagalah itu, jangan sampai kau menyesal karenanya.
Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
*1. Amarah *
*2. Keangkuhan *
*3. Dendam *
Hindarilah ia.
Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :
*1. Harapan *
*2. Keikhlasan *
*3. Kejujuran *
Peliharalah ketiganya.
Ada 3 hal yang paling berharga :
*1. Kasih Sayang *
*2. Cinta *
*3. Kebaikan *
Pupuklah itu semua.
Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:
*1. Kekayaan*
*2. Kejayaan*
*3. Mimpi*
Jangan terobsesi karenanya.
Ada 3 hal yang dapat membentuk watak seseorang :
*1. Komitmen*
*2. Ketulusan*
*3. Kerja Keras*
Upayakanlah.
Ada 3 hal yang membuat kita sukses :
*1. Tekad*
*2. Kemauan*
*3. Fokus*
Usahakan dengan sungguh-sungguh
Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu :
*1. Rejeki*
*2. Umur *
*3. Jodoh *
Mintalah pada Allah.
Tapi, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI:
*1. Tua *
*2. Sakit *
*3. Kematian *
Kemarin: Sudah pergi bersama dengan semua yang telah dilakukan (tidak bisa diulang).
Hari Ini (Sekarang): Waktu yang dimiliki saat ini, yang harus diisi dengan amal kebaikan.
Esok: Belum tentu dimiliki, hanya harapan atau bayangan.
Tiga Hal yang Tak Akan Kembali
Selain tiga hari tersebut, sering juga disebutkan bahwa ada tiga hal dalam hidup yang tidak akan pernah kembali:
Waktu: Detik yang berlalu tidak bisa diulang.
Kata-kata: Ucapan yang sudah keluar tidak bisa ditarik kembali.
Kesempatan: Peluang yang dilewatkan mungkin tidak datang dua
Persiapkanlah dengan sebaik-baiknya....
CARA NGRAMAKAKE TEMBUNG NGOKO
PANGRIMBAGE TEMBUNG NGOKO DADI TEMBUNG KRAMA
1. Vokal “A “ ing wanda wekasan dadi “I”
agama = agami
jaga = jagi
jawa = jawi
kuwawa = kuwawi
manawa = manawi
muga = mugi
swarga = swargi
tangga = tanggi
tuna = tuni
uga = ugi
upama = upami
utama = utami
warna = warni
Katrangan : Tembung “swarga “ dikramakake “swargi “ yen ateges “jenat”.
Tuladha : Swargi Dr Sutomo ageng sanget lelabetanipun dhateng nusa lan bangsa.
2. Vokal “U” ing wanda wekasan dadi “A” lan yen sangarepe wanda wekasan uga mawa vocal “U” , vocal iku dadi “E”
buruh = berah
butuh = betah
etung = etang
ingu = ingah
kepung = kepang
kukuh = kekah
lembut = lembat
lemu = lema
lungguh = lenggah
luput = lepat
mungsuh = mengsah
rembug = rembag
rusuh = resah
suguh = segah
surup = serap
tempuh = tempah
wutuh = wetah
wuwuh = wewah
Katrangan :Tembung “lenggah” lumrahe dianggep krama inggil, tembung “lungguh” ngoko, dene “linggih” Krama Ngoko.
3. Yen wanda wekasan mawa vocal “A” lan wanda burine mawa “U” , vocal “A” ing wanda wekasan ajeg “A” , vocal “U” ing sangarepe wanda wekasan dadi “I”.
bubrah = bibrah
budhal = bidhal
bukak = bikak
bungah = bingah
kulak = kilak
kurang =kirang
kuwat = kiyat
lumrah = limrah
mundhak = mindhak
murah = mirah
rusak = risak
susah = sisah
unggah = inggah
4. Ana tembung ngoko sing dikramakake sarana kaganti aksarane “O” sing dumunung ing wandane wekasan lan / utawa ing sangarepe wanda wekasan dadi “E”
anggo = angge
angon = angen
elor = eler
enggon = enggen
enom = enem
kongkon = kengken
kulon = kilen
obah = ebah
omah-omah = emah-emah
opah = epah
owah = ewah
somah = semah
takon = taken
5. Wanda wekasan “DA, DI, TA, TI, SA, utwa JI” dadi “OS”
aji = aos
carita = cariyos
dadi = dados
ganti = gantos
gati = gatos
jati = jatos
kadi = kados
kuwasa = kuwaos
ngati-ati = ngatos-atos
prada = praos
rasa = raos
rekasa = rekaos
supadi = supados
wadi = wados
waspada = waspaos
yekti = yektos
Pati = patos , panganggone : Seratanipun boten patos sae. Anggenipun tilem kepatos.
Pati = pejah, panganggone : toh pejah, raja pejah, pejah gesang.
6. Wanda wekasan “RU, REP, JU, YA, utawa YU” dadi “JENG”
arep = ajeng
buru = bujeng
guyu = gujeng
karep = kajeng
kayu = kajeng
laju = lajeng
maju = majeng
pambarep = pambajeng
payu = pajeng
pitaya = pitajeng
playu = plajeng
R. Ayu = R Ajeng
rahayu = rahajeng
7. Tembung ngoko sing wanda wekasan “ RA, RANG, RAM” dadi “WIS”.
antara = antawis
anyang = awis
arang = awis
karang = kawis
katara = katawis
larang = awis
mataram = matawis
prakara = prakawis
semarang = semawis
watara = watawis
8. Tembung ngoko sing nduweni wanda wekasan “WUH, BU, BUH, BUNG” diganti “BET utawa WET”
ambu = ambet
ewuh = ewed
imbu =imbet
imbuh = imbet
lumebu = lumebet
sambung = sambet
9. Sing nduweni vocal pungkasan “I, U, E” ana sing diganti “EN”
sepi = sepen
ngaku = ngaken
….. - ake = ….. aken
10. Ana sing nduweni pungkasan “AN, IN, EN, IR” diganti “OS”
batin = batos
ketan = ketos
krasan = kraos
kuwatir = kuwato
