Pendekatan Dan Setrategi pembelajaran IPA di SD MI Simple Practice

Pendekatan Dan Setrategi pembelajaran IPA di SD MI Simple Practise

pendekatan pembelajaran IPA di SD/MI lebih ditekankan pada pendekatan konsep dan ilmia dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan yaitu; (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati, (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati, dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut eksperimen, (3) dikembangkannya sikap ilmiah.

Pendekatan Dan Setrategi pembelajaran IPA di SD MI Simple Practice

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang 

Keberhasilan suatu proses belajar mengajar di dalam kelas dipengaruhi langsung oleh guru yang mengajar. Dengan menggunakan strategi, pendekatan dan metode yang tepat dan sesuai dengan keadaan kelas akan sangat membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran yang ingin di sajikan dan murid juga akan sangat mudah memahami materi tersebut. Di dalam bab pembahasan akan dijelaskan beberapa strategi, pendekatan, dan metode pada pembelajaran IPA yang dapat digunakan dalam menjelaskan materi ataupun konsep-konsep IPA di SD. Perlu diketahui bahwa tidak ada metode yang dapat diserap 100% oleh siswa, namun dengan menggunakan metode yang tepat akan sangat membantu siwa dalam mencapai tujuan belajarnya dengan optimal.

B.     Rumusan Masalah 

1.      Apa sajakah pendekatan pada pembelajaran IPA di SD. 

2.      Bagaimanakah strategi dan metode pada pembelajaran IPA di SD. 


C.     Tujuan 

Tujuan yang ingin dicapai melalui penulisan makalah ini adalah : 

1.      Dapat menjelaskan pendekatan yang dapat digunakan dalam menjelaskan konsep-konsep IPA di SD.

2.      Dapat menjelaskan strategi dan metode pada pembelajaran IPA di SD.

3.      Sebagai calon seorang guru, kita dapat nantinya mengaplikasikan hal tersebut dengan optimal.

BAB II

PEMBAHASAN

1.      Beberapa Pendekatan Dalam Pembelajaran IPA di SD 

Pendekatan pembelajaran adalah titik tolak (guru) terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran.

a.       Pendekatan Ekspositori 

Pendekatan ini lebih bersifat “memberi tahu”. Artinya guru lebih dominan dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini siswa bersifat pasif, hanya  menerima pelajaran yang diberikan oleh guru. Yang dilakukan guru pada pendekatan ini umumnya adalah memberi ceramah, mendemonstrasikan sesuatu dan lain-lain. 

Keuntungan dengan menggunakan pendekatan ini adalah bahwa bahan pelajaran dapat diselesaikan dengan cepat dan dimengerti oleh siswa. Pendekatan ini dapat digambarkan sebagai DDCH (Duduk, Dengar, Catat, Hafal). Sehingga dalam pendekatan ini gurunya aktif sedangkan siswanya pasif. 


b.      Pendekatan Inkuari

Pendekatan ini lebih bersifat “mencari tahu”. Artinya siswa sangat aktif mencari sendiri informasi yang ia perlukan. Dalam pendekatan ini dominasi guru lebih sedikit. Dari penjelasan tersebut, dapat kita ketahui bahwa pendekatan inkuari bertolak belakang dengan pendekatan ekspositori. Pendekatan ini menginginkan keaktifan siswa untuk memperoleh informasi sampai menemukan konsep-konsep IPA. Dalam pendekatan ini guru membimbing siswa menemukan sendiri konsep-konsep itu melalui kegiatan belajarnya. 

Ditinjau dari kadar keterlibatan guru dalam pembelajaran, pendekatan ini terdiri dari : 

  Pendekatan Free Discovery (Penemuan Bebas)

Dengan pendekatan ini siswa diberi kebebasan untuk memilih sendiri masalah yang akan dipelajari maupun cara untuk memecahkan masalah tersebut. Pendekatan ini cocok bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan untuk berfikir formal. Namun menurut pengalaman piaget, ternyata tidak banyak anak usia SD yang sudah mencapai tingkat pemikiran semacam itu. 

  Pendekatan Guide Discovery (Penemuan Terbimbing)

Pendekatan ini dapat dikatakan sebagai gabungan dari pendekatan ekspositori dengan inkuari, tujuannya adalah untuk mendapatkan efektivitas yang optimal khususnya bagi anak usia SD. Carin dan Sund (1985) mengatakan anak-anak yang masih sangat muda, perlu mendapat bimbingan guru yang relatif besar. 

Pendekatan ini merupakan pendekatan yang paling tepat digunakan untuk anak usia SD. Dalam hal ini siswa aktif melakukan eksplorasi atau observasi atas bimbingan guru. Kegiatan ini dapat meningkatkan intelektual siswa, dan hasil belajar menjadi lebih tinggi serta dapat mengembangkan sikap positif terhadap IPA. 

  Pendekatan Eksploratory Discovery (Penemuan Eksploratorik)

Dalam pendekatan ini tugas guru antara lain: 

a.       Melontarkan masalah-masalah dan mengundang siswa untuk memecahkan masalah tersebut. 

b.      Memberi motivasi belajar. 

c.       Membantu siswa yang benar-benar memerlukan agar tidak mengalami jalan buntu atau frustasi. 

d.      Bila perlu, guru sebagai narasumber. 


Keuntungan dengan menggunakan pendekatan ini antara lain: 

  Dapat memberi kemampuan awal kepada siswa untuk melakukan sendiri suatu penelitian. 

  Dapat memacu keberanian siswa untuk melakukan penelitian secara mandiri dimasa yang akan datanng. 


c.       Pendekatan Proses

Pendekatan ini senada dengan pendekatan inkuari, karena pendidikan ini menginginkan keaktifan  siswa dan juga guru tidak dominan dalam proses pembelajaran tetapi bertindak sebagai organisator dan fasilitator saja. 

Pendekatan ini memiliki cirri-ciri khusus: 

  Ilmu pengetehuan tidak dipandang sebagai produk semata tetapi sebagai proses. 

  Siswa dilatih untuk terampil dalam memperoleh dan memproses informasi dalam pikirannya.

d.      Pendekatan Konsep

Konsep adalah suatu ide yang menghubungkan beberapa fakta. Dalam pencapaian atau pembentukan konsep biasanya peserta didik memerlukan benda-benda konkrit untuk diotak-atik, eksplorasi fakta-fakta dan ide-ide secara mental. Pendekatan konsep memerlukan lebih dari sekedar menghafal, lebih menunjukkan gambaran yang lebih tepat tentang IPA. 

e.       Pendekatan STM

Pendekatan ini diyakini oleh para pakar pendidikan IPA di Amerika sebagai pendidikan IPA yang paling tepat sebab mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi abad ke 21 yaitu abad ketergantungan manusia kepada sains dan teknologi. Rasional dari pendekatan ini adalah segala penemuan dalam bidang sains dan teknologi dapat untuk kesejahteraan manusia. Didalam pendekatan IPA dengan pendekatan STM, guru membantu murid-murid mempelajari sains dengan menggunakan isu-isu dalam masyarakat yang merupakan dampak sains dan teknologi sebagai piƱata pembelajaran IPA. 

f.       Pendekatan Factual

Pendekatan ini menekankan penemuan fakta-fakta dalam IPA . contoh informasi yang didapatkan murid dengan pendekatan ini, misalnya ular termasuk golongan reptil, merkurius adalah planet yang terdekat dengan matahari. Metode yang digunakan dalam pendekatan ini adalah membaca, mengulang, melatih dan lain-lain.  Pada dasarnya pembelajaran IPA dengan pendekatan ini akan menimbulkan kebosanan pada diri murid-murid dan tidak memberikan gambaran yang benar tentang IPA.  


2.      Strategi dan Metode Pembelajaran IPA di SD 

A.    Srategi Pembelajaran IPA di SD 

Dalam dunia pendidikan, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai pola umum atau perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain unt

uk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sebelum menentukan strategi pembelajaran, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya. Namun kita perlu mengingat bahwa tidak seua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. 

                  Berikut ini beberapa strategi pembelajaaran ipa : 

1.      Strategi Pembelajaran Langsung 

Strategi ini adalah yang paling banyak digunakan oleh guru. Strategi ini efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap. 

Kelebihan strategi ini adalah mudah untuk direncanakan dan digunakan oleh guru. Sedangkan kelemahannya adalah siswa dituntut memiliki sikap yang diperlukan untuk pemikiran kritis. 


2.      Strategi Pembelajaran Tak Langsung 

Strategi ini berlawanan dengan strategi pembelajaran langsung. Strategi pembelajaran tak langsung biasanya berpusat pada siswa. Pada strategi ini guru berperan sebagai fasilitator, yang mengelola lingkungan belajar dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran. 

Kelebihan strategi ini adalah mendorong kreativitas dan pengembangan keterampilan interpersonal dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa. Sedangkan kelemahannya adalah  memerlukan waktu yang panjang dalam penerapannya. 

3.      Strategi Pembelajaran Interaktif 

Strategi ini menekankan pada diskusi dan sharing diantara peserta didik. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat saling berbagi pengalaman yang mereka miliki dalam mengerjakan suatu tugas. 

Kelebihan strategi ini adalah siswa dapat belajar dari temannya dan gurunya dan belajar menghargai pendapat temannya. Sedangkan kekurangannya adalah bahwa pembelajaran sangat bergantung pada kecakapan guru dalam menyusun dan mengembangkan dinamika kelompok.

4.      Strategi Pembelajaran Empiric 

Strategi ini berpusat pada siswa dan berbasis aktivitas. 

Kelebihan strategi ini adalah  meningkatkan partisipasi siswa, meningkatkan sifat kritis siswa. Sedangkan kelemahannya adalah penekanan hanya pada proses bukan pada produk dan memerlukan waktu yang panjang. 

5.      Strategi Pembelajaran Mandiri 

Strategi ini bertujuan untuk membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Stratgi ini kurang cocok sebenarnya untuk anak SD tapi tidak salah apabila digunakan.

Kelebihan strategi ini adalah membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggungjawab. Sedangkan kelemahannya adalah memerlukan pemikiran yang kritis dan pemikiran yang dewasa, sehingga sulit menggunakannya untuk anak usia SD. 


B.     Metode Pembelajaran IPA di SD 

Metode adalah cara yang digunakan oleh guru untuk mengaplikasikan strategi belajar yang sudah ditentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 

Berikut ini adalah beberapa metode pembelajaran ipa di sd : 

1.      Metode Diskusi 

Metode diskusi adalah metode dimana guru membagi siswa dalam beberapa kelompok, kemudian memberikan suatu persoalan atau masalah untuk dipecahkan secara bersama-sama dengan teman satu kelompoknya. 

Ciri-ciri metode ini adalah :

•         Siswa dibagi dalam beberapa kelompok

•         Ada permasalahan yang sedang dicarikan solusinya 

•         Ada yang menjadi pemimpin 

•         Ada proses tukar pendapat 

•         Ada hasil diskusi. 

2.      Metode Demonstrasi 

Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang digunakan guru dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian ataupun konsep-konsep IPA kepada siswa. Metode mengajar yang seperti ini sangat disukai oleh siswa karena adanya pergerakan pada proses belajar-mengajar. 

3.      Metode Tanya Jawab 

Metode Tanya jawab adalah cara penyajian bahan ajar dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 

Kelebihan metode ini adalah :

•         Suasana belajar yang lebih aktif  

•         Siswa memperoleh kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami 

•         Guru dapat mengetahui tingkat penguasaan peserta didik secara langsung 

•         Dapat melatih siswa untuk mengemukakan pendapat secara lisan.

Kelemahan metode ini adalah :

•         Pertanyaan yang diberikan cenderung meminta jawaban yang bersifat hafalan

•         Guru sulit mengetahui secara pasti tentang siswa yang tidak mengajukan pertanyaan, apakah sudah menguasai atau belum.

4.       Metode Ceramah 

Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan tidak asing lagi dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan. Cara ini kadang membosankan, maka dalam pelaksanaannya memerlukan keterampilan tertentu, agar penyajiannya tidak membosankan dan dapat menarik perhatian siswa. 

Kelebihan metode ini adalah : 

•         Merupakan metode yang murah dan mudah 

•         Dapat menyajikan materi yang pelajaran yang luas 

•         Dapat mengontrol keadaan kelas 

•         Dapat diikuti jumlah siswa yang besar 

•         Dapat menyelesaikan materi pelajaran dengan cepat.

Kelemahan metode ini adalah :

•         Materi yang dikuasai siswa akan terbatas pada apa yang dikuasai guru 

•         Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, maka siswa akan merasa bosan 

•         Guru sulit mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti tentang materi yang sudah dijelaskan oleh guru 

•         Cenderung membuat siswa pasif. 

5.      Metode Eskperimen 

Metode pembelajaran eksperimen adalah cara pengelolaan pembelajaran dimana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri konsep IPA yang dipelajarinya. 

6.      Metode Study Tour  

Metode ini adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan dengan didampingi oleh pendidik. 

7.      Metode Resitasi 

Metode pembelajaran resitasi adalah metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri. 

8.      Dan lain-lain. 

BAB III

PENUTUP 

A.    Kesimpulan 

Dari penjelasan bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pengertian daripada pendekatan, strategi, dan metode dalam proses belajar-mengajar adalah berbeda. Namun dalam penerapannya ketiga hal tersebut saling berkaitan, sehingga banyak orang menganggap bahwa itu adalah sama. Pendekatan pembelajaran itu sendiri dapat diartikan sebagai titik tolak (guru) terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran. Dan Strategi Pembelajaran adalah pola umum atau perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru untuk mengaplikasikan strategi belajar yang sudah ditentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Jadi jelaslah bahwa ketiganya memang berbeda. 


B.     Saran 

Sebagai calon seorang guru yang nantinya akan mengajar dalam kelas, kita harus memiliki wawasan yang luas, tentang bagaimana cara mengajar yang menarik bagi siswa dan tidak membosankan. Setelah membaca makalah ini, disarankan kita dapat menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan keadaan kelas, sehingga proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan optimal

MEMELIHARA KESEHATAN PANCA INDRA 

1.        MATA

            Kelainan pada Mata

Kelainan pada mata yang sering muncul, antara lain, rabun jauh, rabun dekat, rabun tua, rabun senja, dan buta warna.

•       Rabun Jauh (Miopi). Orang yang menderita rabun jauh tidak dapat melihat suatu benda dengan jelas apabila jaraknya jauh. Penyebabnya adalah lensa mata terlalu pipih. Pada mata orang yang menderita rabun jauh, bayangan benda jatuh di depan retina. Agar bayangan benda jatuh tepat di retina, penderita sebaiknya menggunakan kacamata yang berlensa cekung (lensa negatif).

•       Rabun Dekat (Hipermetropi). Penderita rabun dekat tidak dapat melihat benda kecil di dekatnya. Misalnya, tidak dapat membaca huruf kecil di koran dari jarak dekat. Pada mata orang yang menderita rabun dekat, bayangan benda jatuh di belakang retina. Agar bayangan benda jatuh tepat di retina, penderita sebaiknya menggunakan kacamata berlensa cembung (lensa positif).

•       Rabun Tua (Presbiopi). Daya akomodasi orang yang berusia lanjut biasanya sudah lemah. Akibatnya, orang tersebut tidak dapat melihat benda yang letaknya jauh maupun dekat. Penderita dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata berlensa rangkap. Kacamata berlensa rangkap adalah kacamata yang terdiri atas lensa positif dan lensa negatif.

•       Rabun Senja (Hemerolopi). Penderita rabun senja tidak dapat melihat benda secara jelas pada waktu senja hari. Hal tersebut disebabkan penderita kekurangan vitamin A.

•       Buta Warna. Buta warna termasuk salah satu kelainan pada mata. Penderita buta warna tidak mampu membedakan warna-warna tertentu. Misalnya, warna merah, kuning, hijau, dan biru. Cacat mata ini termasuk kelainan yang bersifat menurun.


Memelihara Kesehatan Mata

Agar mata kita tetap sehat, maka kita harus menjaga dan merawatnya dengan baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain: mengusahakan untuk makan makanan yang mengandung vitamin A seperti sayuran dan buah-buahan; jangan membaca di bawah penerangan yang terlalu redup atau terlalu terang; saat membaca, jarak tulisan dengan mata diusahakan sekitar 30 cm; jangan membaca buku atau menonton televisi sambil berbaring; dan hindarkan mata dari kotoran atau debu dengan cara memakai kacamata. Mintalah nasehat orang tua agar kamu dapat menjaga kesehatan mata dengan baik.


2.        TELINGA

            Kelainan pada Telinga

Telinga merupakan salah satu organ yang penting. Sebagai organ tubuh yang lemah, telinga bisa mengalami kelainan maupun terserang penyakit. Misalnya, tuli dan congek.

•      Tuli. Tuli adalah ketidakmampuan telinga untuk mendengarkan bunyi atau suara. Tuli dapat disebabkan oleh adanya kerusakan pada gendang telinga, tersumbatnya ruang telinga, atau rusaknya saraf pendengaran. Pada orang yang telah berusia lanjut, ketulian biasanya disebabkan oleh kakunya gendang telinga dan kurang baiknya hubungan antartulang pendengaran. 

•      Congek. Congek adalah penyakit telinga yang biasanya disebabkan oleh infeksi pada bagian telinga yang tersembunyi di tengah-tengah. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri.


Memelihara Kesehatan Telinga

Agar telinga kita selalu sehat, maka kita harus selalu membersihkan telinga dengan teratur. Membersihkan telinga dapat dilakukan dengan menggunakan benda yang lunak seperti kapas pembersih. Jangan sekali-kali membersihkan telinga dengan benda yang keras dan tajam karena dapat merobek gendang telinga


3.        HIDUNG

            Kelainan pada Hidung

Sebagai indra pembau, hidung dapat mengalami gangguan. Akibatnya, kepekaan hidung menjadi berkurang atau bahkan tidak dapat mencium bau suatu benda. Contoh gangguan-gangguan yang dialami hidung, antara lain, pilek (tersumbatnya saluran pernapasan), polip (daging tumbuh di dalam rongga hidung), dan rusaknya saraf pembau akibat cedera pada kepala.


Memelihara Kesehatan Hidung

Terasa nyamankah saat hidungmu mengalami gangguan? Tentu tidak. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan hidung. Hidung yang sehat akan berfungsi dengan baik. 


Beberapa cara merawat hidung agar tetap sehat, antara lain, sebagai berikut.

•      Membersihkan hidung secara rutin. Sebaiknya kita membersihkan hidung setiap hari. Hidung menjadi kotor karena udara yang kita hirup mengandung debu. Membersihkan hidung sebaiknya menggunakan kapas.

•      Menutup hidung saat berada pada lingkungan yang kotor. Misalnya, lingkungan yang berdebu, banyak asap rokok, dan asap kendaraan. 

•      Segera berobat ke dokter jika mengalami gangguan pada hidung. Gangguan dalam waktu lama dapat merusak fungsi hidung. 


4.        LIDAH

             Kelainan pada Lidah

Kepekaan indra pengecap (lidah) setiap orang dalam hal menerima rangsang rasa berbeda-beda. Salah satunya disebabkan oleh kebiasaan. Misalnya, orang yang biasa makan makanan pedas, kepekaan lidahnya terhadap rasa pedas berbeda dengan orang yang jarang makan makanan pedas. Jika kita makan terlalu panas, terlalu pedas, terlalu asin, atau terlalu asam, maka kepekaan lidah kita akan terganggu. Gangguan ini hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, sebaiknya kita makan makanan yang tidak terlalu panas, tidak terlalu pedas, tidak terlalu asin, dan tidak terlalu asam. 

Fungsi lidah juga dapat terganggu jika lidah terserang sariawan. Sariawan adalah sejenis infeksi jamur yang berupa bintik bintik putih agak menye-rupai sisa-sisa susu pada lidah, langit-langit mulut, dan gusi. Penyakit ini disebabkan kekurangan vitamin C.


Memelihara Kesehatan Lidah

Pernahkah kamu merasa hambar saat makan. Hal itu menunjukkan lidahmu mengalami gangguan. Oleh karena itu, kamu perlu menjaga kesehatan lidah. Beberapa cara memelihara kesehatan lidah, antara lain sebagai berikut.

•      Menghindari makan makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin. Makanan yang terlalu panas atau dingin dapat merusak bintil pengecap. Jika bintil pengecap rusak, maka lidah tidak dapat merasakan lezatnya makanan.

•      Menyikat lidah saat menggosok gigi agar kotoran pada lidah hilang. Gunakanlah sikat gigi yang bersih dan lembut. Sikat gigi yang kasar dapat melukai lidah dan gusi.

•      Makan makanan yang mengandung vitamin C. Vitamin C bermanfaat mencegah sariawan. Praktikkan cara-cara memelihara kesehatan lidah ini di rumah. Mintalah penjelasan orang tua bila ada yang tidak dipahami. Jika kamu sudah bisa menjaga kesehatan lidah, maka laporkan kepada guru.


5.        KULIT

           Kelainan pada Kulit

Kulit merupakan bagian tubuh terluar sehingga selalu berhubungan dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kulit mudah terluka serta terserang jamur dan bibit penyakit lainnya. Beberapa penyakit kulit yang sering kita temui adalah jerawat, panu, dan kadas.

•           Panu. Panu disebabkan oleh jamur yang menempel di kulit. Panu tampak sebagai bercak atau bulatan putih di kulit dan disertai rasa gatal. Panu timbul karena penderita tidak menjaga kebersihan kulit.

•           Kadas. Kadas nampak di kulit sebagai bulatan putih bersisik. Pada setiap bulatan terdapat garis tepi yang jelas dengan kulit yang tidak terkena. Kadas juga menyebab rasa gatal. Penyakit ini disebabkan jamur.


Memelihara Kesehatan Kulit

Kulit merupakan salah satu bagian tubuh yang penting. Kulit yang sehat memperlihatkan keindahan yang alami. Keindahan kulit bukan terletak pada warnanya. Apapun warna kulitmu, kamu akan tampil segar jika kulitmu sehat.  Agar kulit selalu sehat, maka kita harus selalu menjaganya dengan baik. Tindakan tindakan yang dapat dilakukan, antara lain, mandi dua kali sehari, mencuci tangan dan kaki sebelum tidur secara teratur. Apakah kamu telah membiasakan mandi teratur sebanyak dua kali sehari? Apa kamu juga telah membiasakan untuk selalu mencuci tangan dan kakimu sebelum tidur? Selain itu, makan makanan yang banyak mengandung vitamin E. Banyak makan sayuran hijau dan buah-buahan. Semua itu berperan dalam menjaga kesehatan Kulitmu.


Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:
 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top