Contoh PTK Matematika Kelas 5 "Peningkatan hasil belajar matematika melalui permainan naik turun tangga untuk siswa Sekolah Dasar/Madrasah"

Contoh PTK Matematika Kelas 5 "Peningkatan hasil belajar matematika melalui permainan naik turun tangga untuk siswa Sekolah Dasar/Madrasah"

Contents [Show Up]
Contoh PTK Matematika Kelas 5 "Peningkatan hasil belajar matematika melalui permainan naik turun tangga untuk siswa Sekolah Dasar/Madrasah"
Edi Partolo. 2019.   Peningkatan hasil belajar matematika melalui permainan naik turun tangga untuk siswa kelas V Sekolah Dasar/Madrasah....... kecamatan ................ kabupaten ................ semester 1 tahun 2018/2019.
Contoh PTK Matematika Kelas 5 "Peningkatan hasil belajar matematika melalui permainan naik turun tangga untuk siswa Sekolah Dasar/Madrasah"
Kata Kunci: permainan naik turun tangga,  hasil belajar matematika.

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa  kelas V Sekolah Dasar/Madrasah......... semester 1 tahun pelajaran 2018/2019 khususnya tentang penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar. Rendahnya hasil belajar disebabkan karena selama ini belum ada pendekatan yang cocok untuk mengajarkan materi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pembelajaran melalui permainan naik turun tangga.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar/Madrasah........., kecamatan ................, Kabupaten ................  dengan subjek penelitian siswa kelas V yang berjumlah lima anak. Teknik yang digunakan adalah teknik tes dan non tes sedangkan instrumennya berupa lembar obervasi dan soal-soal tes akhir siklus.
Setelah diadakan penelitian melalui permainan naik turun tangga, hasil belajar siswa meningkat yakni dari 1 siswa (20%) yang tuntas pada pra siklus naik menjadi 5 siswa (100%) yang tuntas pada akhir siklus 1. Ternyata permainan naik turun tangga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika kelas V tentang penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar.  Maka permainan naik turun tangga perlu dilakukan untuk pembelajaran  pada siswa lain. Indikator keberhasilan tersebut menunjukan peningkatan hasil belajar siswa yang tuntas setelah dilakukan permainan naik turun tangga dalam satu siklus.

DAFTAR ISI

ABSTRAK ............................................ i
KATA PENGANTAR ............................................ ii
DAFTAR ISI   ............................................... iii
DAFTAR GAMBAR...............................................    v
DAFTAR LAMPIRAN  ...........................................    vi
BAB I  PENDAHULUAN ....................................
A. Latar Belakang Masalah .............................
B. Identifikasi Masalah ................................
C. Pembatasan Masalah .................................
D. Rumusan Masalah ....................................
E. Tujuan Penelitian ..................................
F. Manfaat Penelitian .................................   

BAB II KAJIAN PUSTAKA ......................................
A. Kajian Teori .......................................
B. Hasil Penelitian Relevan ............................
C. Kerangka Berpikir ...................................
D. Hipotesis Tindakan .................................   
BAB III METODE PENELITIAN ..................................
A. Setting dan Karakteristik Subjek penelitian ........
B. Variabel Penelitian ................................
C. Prosedur Tindakan ...................................
D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ..............
E. Indikator Kinerja ..................................
F. Teknik Analisis Data ...............................
BAB IV ...................................................... 
A Diskripsi Awal ....................................... 
B Diskripsi Siklus 1 .................................. 
C Diskripsi Siklus 2................................... 
D Hasil Analisa Data .................................. 
BAB V ......................................................   
A Kesimpulan .......................................... 
B Saran ..............................................   
Daftar Putaka ............................................... 

DAFTAR GAMBAR

1. Gambar  1  :    Tangga yang mempunyai 6 anak tangga
2. Gambar  2  :    Anak berjalan turun menapaki anak tangga
3. Gambar  3  :    Pertemuan prasiklus
4. Gambar  4  :   Pertemuan  ke 1 siklus 1
5. Gambar  5  :   Pertemuan  ke 2 siklus 1
6. Gambar  6  :   Pertemuan  ke 3 siklus  1
7. Gambar  7  :   Pertemuan  ke 4 siklus  1
8. Gambar  8  :   Pertemuan  ke 1 siklus  2
9. Gambar  9  :   Pertemuan  ke  2  siklus 2

DAFTAR LAMPIRAN

1. Lampiran  1   :  Program Semester I
2. Lampiran  2   :  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran siklus 1
3. Lampiran  3   :   Rencana Pelaksanaan Pembelajaran siklus 2
4. Lampiran  3   :  Lembar Observasi
5. Lampiran  4   :  Daftar nilai hasil evaluasi siswa
6. Lampiran  5   :  Surat Ijin pelaksanaan PTK
7. Lampiran  6   :  Surat Keterangan telah melaksanakan PTK

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hasil belajar adalah merupakan sebuah alat untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan anak dalam menguasai materi yang diberikan oleh guru. Hasil belajar yang telah dimiliki oleh tiap-tiap siswa juga dapat digunakan sebagai media untuk mengevaluasi diri oleh seorang guru. Jika hasil belajar sudah baik atau sudah memenuhi target, maka keberhasilan itu perlu dipertahankan. Apabila hasil belajar belum memenuhi target maka perlu dipikirkan pola pembelajaran lain guna mencapai hasil pembelajaran yang sesuai dengan target yang diharapkan.

Hasil pembelajaran matematika khususnya tentang Penyelesaian Masalah yang Berkaitan denga Luas Bangun Datar di Sekolah Dasar/Madrasah......., ................ ................ khususnya kelas V tergolong rendah. Dengan KKM 60, dari 5 siswa hanya 2 siswa  yang mendapat nilai mencapai KKM.
Secara realitas guru kelas lima belum menggunakan metode bermain naik turun tangga sebagai sarana pendukung pembelajaran. Selama ini guru hanya menggunakan metode ceramah dan latihan soal dalam menyampaikan materi pelajaran. Sehingga siswa kurang tertarik terhadap materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru dan siswa kuarang dapat menyerap pelajaran.

Hasil belajar matematika khususnya tentang  penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar yang masih rendah sangat perlu ditingkatkan. Karena hal ini berhubungan dengan angka kenaikan kelas bagi kelas 5. Selain itu juga agar ketuntasan belajar siswa khususnya kelas V dapat tercapai. Sehingga anak yang tinggal kelas dapat berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Dengan memanfaatkan metode pembelajaran bermain naik turun tangga penulis berharap agar guru lebih mudah menyampaikan materi pelajaran dan siswa menjadi mudah menangkap pelajaran yang disampaikan.

B. Identifikasi Masalah
 Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diungkapkan di atas maka penulis merumuskan pokok permasalahan sebagai berikut :
1. Hasil belajar matematika siswa kelas 5 (lima) di Sekolah Dasar/Madrasah....... banyak yang di bawah KKM.
2. Sekolah belum memiliki alat peraga maupun media pembelajaran yang memadai untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.
3. Guru kelas 5 (lima) di Sekolah Dasar/Madrasah....... belum menggunakan  metode bermain dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.
4. Siswa tidak tertarik dengan cara guru menyampaikan materi pelajaran karena siswa lebih banyak mengerjakan tugas.
5. Siswa sering tidak mengerjakan tugas rumah yang diberikan oleh guru karena tidak paham dengan perintah yang ada dalam tugas, sedangkan dirumah tidak ada yang membimbing mereka.

C. Pembatasan Masalah
Agar Penelitian Tindakan Kelas ini dapat mencapai sasaran yang diinginkan, maka di sini penulis akan membatasi masalah dengan tujuan agar lebih fokus. Untuk itu penelitian ini dibatasi pada penerapan pembelajaran menggunakan permainan naik turun tangga untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V Sekolah Dasar/Madrasah....... Kecamatan ................ Kabupaten ................ khususnya materi tentang peyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifiksi masalah dan pembatasan masalah tersebut di atas di ajukan rumusan masalah sebagai berikut :
Bagaimana meningkatkan hasil belajar matematika tentang penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar untuk siswa kelas lima Sekolah Dasar/Madrasah....... kecamatan ................ kabupaten ................  semester 1 tahun  2018/2019 melalui permainan naik turun tangga?
E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika tentang penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar bagi siswa kelas V Sekolah Dasar/Madrasah....... kecamatan ................ kabupaten ................ pada semester I Tahun Pelajaran 2018/2019 melalui permainan naik turun tangga.

    F. Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan harapannya ada manfaatnya. Manfaat yang     diharapkan yaitu :
1. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis yang diharapkan yaitu :
a. Mendapatkan pengetahuan atau teori baru tentang hasil belajar Matematika tentang pemecahan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar bagi siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri ............. pada Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019.
b.  Dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
     Manfaat praktis yang diharapkan yaitu :
a. Manfaat bagi siswa
         1. Memahami benar cara menyelesaikan masalah yang berkaitan
                     dengan luas bangun datar khusunya tentang hubungan antar satuan
                      luas.
     2.  Semangat  belajar siswa menjadi meningkat dan hasil belajarnya
                      menjadi lebih baik atau meningkat.
3. Hubungan sosial antar siswa menjadi berkembang dan persahabatan
antar siswa menjadi lebih akrab.                   
b. Manfaat bagi guru
1. Meningkatkan semangat dalam menyampaikan materi pelajaran matematika, khususnya tentang pemecahan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar.
2. Dapat dijadikan pedoman guru dalam menyampaikan materi   
     pelajaran kepada siswa.
                  3. Sebagai pertimbangan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
c. Manfaat bagi sekolah
     1. Tercpainya Standar Kompetensi Belajar Minimal (SKBM) mata       
         pelajaran Matematika.
     2. Meminimalkan siswa tinggal kelas pada akhir tahun pelajaran.
                 3. Membantu pencapaian tujuan institusional sekolah sesuai dengan
                     Missi sekolah.     
d. Manfaat bagi perpustakaan sekolah
     1. Menambah koleksi buku non fiktif.
     2. Dapat digunakan sebagai referensi bagi yang memerlukan.
     3. Meningkatkan daya tarik perpustakaan terhadap pengunjung.

BAB II
KAJIAN TEORI DAN HASIL PENELITIAN RELEVAN

A. Kajian Teori
                  Beberapa   teori   yang   ada   hubungannya   dengan  judul   Penelitian          Peningkatan hasil belajar matematika  melelui permainan naik turun tangga di kelas V Sekolah Dasar/Madrasah.......pada semester 1 tahun 2018/2019, yang kami peroleh dari beberapa buku sebagai referensinya, yaitu :
1. Hakekat Matematika
Mata pelajaran matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan-bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan  1996 : 55).
2. Hakekat Belajar
Belajar adalah upaya untuk perubahan pengetahuan, nilai dan sikap serta ketrampilan yang pada gilirannya akan ada pengaruhnya dalam perubahan tingkah laku (Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan  1996 : 88).
Belajar pada hakekatnya adalah mengembangkan seluruh potensi atau kemampuan yang ada pada diri manusia, baik fisik, maupun mental spiritual (Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan  1996 : 90).
Untuk melihat tentang pengertian dari belajar, disini diberikan beberapa teori belajar yaitu :
a. Teori belajar behaviorisme yang menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat interaksi antara stimulus dan    respon (Dirjen Dikti 2007 : 8).

b. Teori belajar kognitivisme Yang menyatakan bahwa belajar lebih    mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar itu sendiri (Dirjen    Dikti 2007: 9).
c. Teori  belajar kontruktivisme yang menyatakan bahwa belajar adalah    mengkontruksi skema  kognitif, kategori, konsep dan struktur dalam    membangun pengetahuan (Dirjen Dikti 2007  : 10).
d. Teori belajar humanisme yang menyatakan bahwa proses belajar harus dimulai dan  diakhiri  pada diri siswa (Dirjen Dikti 2007: 10).
   3.  Hasil Belajar
   a  Hasil belajar adalah kemampuan yang diproleh anak setelah memperoleh kegiatan belajar Abdurrahman Mulyono (Rineka Cipta: 2003).
   b   Hasil belajar juga dipengaruhi oleh intelegensi dan penguasaan awal anak tentang materi yang akan dipelajari Abdurrahman Mulyono (Rineka Cipta: 2003).
   c.  Konsekuensi atas hasil belajar tidak hanya dipengaruhi oleh hasil belajar itu sendiri tetapi juga oleh adanya ulangan penguatan (reinforce-ment) Abdurrahman Mulyono (Rineka Cipta: 2003).
4. Rendahnya Hasil Belajar
Sikap murid terhadap sekolah, guru dan terhadap materi pelajaran dalam kurikulum akan menentukan keberhasilan dalam belajar (Departemen Pendidikan Dan Kebudyaan ).
Menurut Dienes (Dalam Rus Effendi , 1992: 125 – 127 ) bahwa konsep-konsep matematika akan berhasil jika dipelajari dengan tahap-tahap sebagai berikut:
a. Permainan bebas (Fre Play)
Permainan bebas merupakan tahap belajar konsep yang aktivitasnya tidak terstruktur dan tidak diarahkan.
b. Permainan yang menggunakan aturan (Games)
Dalam bermain yang disertai aturan siswa sudah mulai memilih pola-pola dan  keberaturan.
c. Permainan kesamaan sifat (searching formulaties)
Dalam mencari kesamaan sifat siswa mulai diarahkan dalam kegiatan
menemukan sifat-sifat kesamaan dalam permainan yang mudah diikuti.
d. Permainan repreentasi (Representation)
Representasi adalah tahap pengambilan sifat dari beberapa situasi yang sejenis.
e. Permainan dengan simbolisasi (Simbolisation)
Simbolisasi termasuk tahap belajar konsep dengan menggunakan simbol
matematika atau  melalui perumusan verbal.
f. Permainan dengan formalisasi (Formalisation)
Formalisasi merupakan tahap belajar konsep yang terkhir.
5. Hakekat Pembelajaran
Pembelajaran merupakan upaya sistematis dan sitemik untuk menginisiasi, memfasilitasi dan meningkatkan proses belajar pada diri siswa (Dirjen Dikti 2007: 12).
Beberapa teori pembelajaran matematika yaitu:
a. Menurut Dienes bahwa perkembangan konsep matematika dapat dicapai melalui pola berkelanjutan yang setiap hari dalam rangkaian kegiatan belajarnya berjalan dari yang konkret ke simbolik. Tahap belajar adalah interaksi yang direncanakan antara    sat  segmen struktur pengetahuan dan belajar aktif yang dilakukan melalui medi  matematika yang didesai secara khusus (Dirjen Dikti, 2007: 8).
b. Menurut Brownel bahwa pada belajar merupakan suatu proses yang bermakna dan belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan berpengertian (Dirjen Dikti, 2007: 21).
c. Menurut Thorndike bahwa belajar akan lebih berhasil jika respon anak terhadap suatu Stimulus segera diikuti dengan rasa senang dan kepuasan (Dirjen Dikti,   2007: 21).
6. Pengertian Metode Bermain
a. Metode mula-mula berasal dari kata “meta” (yang berarti melalui) dan
hodos (yang berarti  jalan) Jadi metode artinya jalan yang harus dilalui untuk mencapai   suatu tujuan (M Arifin,  1991: 527).
b. Bermain merupakan dorongan dalam diri anak dan sudah menjadi suatu 
kebutuhan hidupnya. Melalui bermain anak tidak hanya mampu
meningkatkan kognitif dan social anak. Dorongan bermain pada anak
harus disalurkan secara baik dan terkontrol agar perkembangan imajinasi
dan sikap social anak dapat  terjaga (Dirjen Dikti, 2007: 17).
c. Pembelajaran melalui pendekatan permainan dimaksudkan untuk membawa siswa ke dalam suasana belajar yang menyenangkan. (Dirjen Dikti, 2007: 18)
              d. Mengembangkan kreatifitas dan   melatih konsentrasi atau pemusatan    perhatian pada tugas belajar (Dirjen Dikti, 2007: 18).

7. Pemanfaatan Metode Bermain dalam Pembelajaran Matematika
a. Bermain merupakan aktifitas yang melekat dengan kodrat anak. Kegiatan belajar mungkin akan lebih berhasil bila dilakukan melalui bermain terutama pada tingkat usia SD. Dalam proses belajar mengajar perlu dikembangkan pula kegiatan rekreasi yang kreatif sebagai bentuk kegiatan bermain (Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1996: 95).
b. Belajar dengan bermain akan membantu peserta didik dalam:
      1) Mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri.
      2) Mendapatkan sarana untuk    bersosialisasi,
                3) Melepaskan diri dari ketegangan,
                4) Meningkatkan  pertumbuhan mental,
                5) Mengeluarkan energi yang  ada dalam dirinya kedalam
                     aktivitasyang menyenangkan,
                6) Mengembangkan imajinasi,
 c. Permainan Naik Turun Tangga adalah suatu kegiatan permainan yang memanfaatkan tangga pada rumah susun atau tangga rumah biasa.  Tangga yang digunakan adalah tangga yang mempunyai anak tangga sampai enam tingkatan untuk berjalan naik atau berjalan turun. Bila tangga yang tersedia itu memiliki lebih dari 6 tingkatan anak tangga, maka yang digunakan hanya sampai pada tingkatan anak tangga yang ke 6. Tiap-tiap tingkatan anak tangga diberi nama satuan luas dari yang terendah sampai yang tertinggi (anak tangga ke 6).

Nama-nama satuan luas tersebut adalah, lantai dasar = ml2, anak tangga ke 1 = cm2, anak tangga ke 2 = dm2, anak tangga ke 3 = m2, anak tangga ke 4 = dam2, anak tangga ke 5 = hm2, dan anak tangga ke 6 (anak tangga teratas) = km2. Dalam permainan naik turun tangga juga dikenalkan nama-nama satuan luas yang lain yaitu: kilo are (ka), hekto are (ha) = hm2, deka are (daa), are (a) = dam2, desi are (da), Centi are (ca) = m2 dan mili are (ma). Untuk lebih jelasnya berikut ini ditampilkan gambar tangga yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan permainan naik turun tangga.

8. Langkah-langkah metode bermain naik turun tangga dalam pembelajaran matematika.
      a. Siswa berjalan naik menapaki anak tangga yang terdiri dari 6 tingkatan anak tangga, dimulai dari  lantai  dasar sambil mengucapkan nama-nama satuan luas dari milimeter persegi sampai kilometer persegi pada tiap-tiap tingkatan anak tangga dan berkhir pada anak tangga ke 6. Tindakan tersebut untuk memperkuat daya ingat siswa tentang nama-nama satuan luas dari yang terendah  sampai yang tertinggi.
      b. Siswa berjalan turun menapaki anak tangga yang terdiri dari 6 tingkatan anak tangga, dimulai dari anak tangga ke 6 sambil mengucapkan nama-nama satuan luas dari kilometer persegi  sampai milimeter persegi pada tiap-tiap tingkatan anak tangga dan berakhir pada lantai dasar. Tindakan tersebut untuk memperkuat daya ingat siswa tentang nama-nama satuan luas dari yang tertinggi sampai yang terendah.

c. Antara anak tangga diberi/dibuat anak tangga   tambahan (sub anak tangga). Anak tangga tambahan (sub anak tangga) tersebut hanya dibuat  diantara anak tangga ke 2 (dm2) dan anak tangga ke 3 (m2) hingga antara anak tangga ke 5 (hm2) dan anak tangga ke 6 (km2).  Untuk membantu siswa memahami hubungan antara satuan luas meter persegi dengan satuan luas are.

d. Dua siswa secara berpasangan berjalan naik menapaki anak tangga. Satu siswa berjalan naik diawali dari anak tangga tambahan (sub anak tangga) antara anak tangga kedua (dm2) dan anak tangga ketiga (m2) sambil menyebut nama-nama satuan luas dari mili are (ma) sampai kilo are (ka) bertepatan dengan kaki menapak pada anak tangga tambahan (sub anak tangga) antara anak tangga ke 5 (hm2) dan anak tangga ke 6 (km2). Tindakan tersebut untuk mempermudah siswa dalam memahami hubungan antara satuan luas meter persegi dengan satuan luas are. Sedangkan siswa yang lain berjalan naik menapaki anak tangga diawali dari anak tangga ke 2 (dm2) sampai pada anak tangga ke 6 (km2) sambil menyebutkan nama satuan luas dari dm2 sampai km2.

B.   Hasil Penelitian Relevan
Penelitian Tindakan Kelas berjudul “ Upaya Peningkatan Hasil belajar Matematika Operasi Hitung Bilangan Pecahan Melalui Metode Bermain Bagi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah....... Pada Semester 2 Tahun 2017” yang ditulis oleh saudari ……………. dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Penelitian tindakan kelas tersebut sangat relevan dengan penelitian yang kami lakukan sehingga dapat menjadikan inspirasi bagi kami dalam menyusun skripsi ini.

BAB III
METODE PENELITIAN

G. Setting dan Karakteristik Subjek penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V Sekolah Dasar/Madrasah......., Kecamatan ................, Kabupaten ................. Siklus I dilaksanakan selama 4 kali pertemuan sesuai dengan jadwal pelajaran pada Sekolah Dasar/Madrasah....... yaitu hari Jumat, Senin, Selasa, dan Kamis tanggal 20, 23, 24, dan 26 November 2019. Siklus II dilaksanakan pada hari Senin tanggal 30 November  2019 dan hari Selasa tanggal 1 Desember 2019. Mata Pelajaran yang diteliti adalah Mata Pelajaran Matematika dengan Kompetensi Dasar: Menyelesaikan masalaha yang berkaitan dengan luaas bangun datar.
Sekolah Dasar/Madrasah......... pada tahun pelajaran 2018/2019 memiliki murid sebanyak 43 anak. Jumlah siswa kelas V adalah 5 anak, yang terdiri dari 2 anak laki-laki dan 3 anak perempuan.

Wali siswa 3 orang petani, 1 orang pedagang dan 1 orang PNS Golongan I. Tingkat ekonomi orang tua/wali siswa termasuk dalam kategori menengah ke bawah. Semua wali murid mempercayakan sekolah sebagai tempat satu-satunya menuntut ilmu. Tingkat kepedulian orang tua/wali murid kurang memadai. Interaksi antara wali murid dan sekolah hanya terjadi beberapa kali saja dalam setahun. Diantaranya pada waktu Rapat Pleno dan pengambilan raport diakhir tiap semeter. Selebihnya jarang sekali kunjungan wali murid untuk berkonsultasi masalah pendidikan anaknya dengan pihak sekolah.

Sekolah Dasar/Madrasah......... berada di wilayah pinggiran desa ............., sudah dekat dengan wilayah desa tetangga sehingga rumah siswa banyak yang jauh dari sekolah. Sedangkan penduduk desa tetangga yang berdekatan dengan SD  ............. jarang sekali yang mau menyekolahkan anaknya ke SD tersebut. Sejak tahun 1990 an di bagian tengah desa ............. didirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sehingga kebanyakan orang tua siswa menyekolahkan anaknya ke MI tersebut.
Itulah beberapa  faktor penyebab yang menjadikan SD ............. siswanya sangat sedikit disamping faktor-faktor yang lain.

H. Variabel Penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas ini ada dua variabel yang diteliti yaitu:
1. Permainan naik turun tangga yang dikategorikan sebagai variabel X, dimana variabel ini merupakan metode atau cara untuk mencapai keberhasilan  penelitian tindakan kelas. Variabel ini berisi tata cara bermain naik turun  tangga untuk memudahkan siswa memahami hubungan antar satuan luas untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar.
2. Hasil belajar Matematika yang dikategorikan sebagai variabel Y yang merupakan tujuan atau hasil yang ingin dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini. Peningkatan hasil belajar siswa kelas lima sehingga 80% siswa dapat memperoleh nilai ketuntasan sesuai dengan SKBM dan berkurangnya siswa yang tinggal kelas. Variabel ini diukur menggunakan tes ulangan hasil belajar pada akhir siklus.

I. Prosedur Penelitian
1. Perencanaan
Penelitian direncanakan pada bulan November 2019 sampai dengan bulan Desember 2019. Penelitian direncanakan selama 2 siklus. Siklus ke-1 terdiri dari 4 kali pertemuan. Setiap pertemuan 2 jam pelajaran, setiap jam pelajaran 35 menit. Inti dari Siklus 1 adalah melakukan permainan naik turun tangga untuk memahami hubungan antar satuan luas. Permainan itu dilakukan secara perorangan atau berpasangan. Permainan perorangan untuk memperkuat daya ingan siswa tentang hubungan antar satuan luas. Sedangkan permainan berpasangan untuk membedakan antara satuan luas kilometer persegi dengan satuan luas are.

Rencana penelitian tiap siklus kami sajikan dalam tabel di bawah  ini.

Jadwal Penelitian

NO Jenis Kegiatan Waktu Pelaksanaan Keterangan
1. Observasi Oktober 2019
2. Siklus I November 2019
3. Siklus II, November 2019
4. Penulisan Pelaporan Skripsi Desember 2019

Tabel 1
Rencana Kegiatan Siklus 1

No Waktu Rencana Kegiatan Ket
1 Minggu ke 2
November 2019
a. Rencana:
1) Menyiapkan RPP
2) Menyiapkan lembar observasi
3) Menyiapkan alat dokumentasi (Kamera)
Minggu ke 3
November 2019
b. Tindakan
1) Kegiatan awal/ apersepsi
2) Kegiatan inti
3) Kegiatan akhir
c. Pengamatan
Melakukan observasi selama KBM dengan dibantu Kepala Sekolah dan rekan guru Sekolah Dasar/Madrasah.........
d. Refleksi
Melakukan evaluasi KBM dalam penelitian  bersama kepala sekolah dan rekan guru

Keterangan: Pada akhir siklus 1 diadakan evaluasi (26 November 2019).

Siklus 2 direncanakan hari Jum’at  tanggal 30 November 2019. Siklus 2 dilaksanakan setelah melakukan kajian dan analisis data  yang diperoleh dari penelitian pada siklus 1. Selengkapnya kegiatan siklus 2 kami sajikan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 2
Rencana Kegiatan Siklus 2

No Waktu Rencana Kegiatan Ket
Minggu ke 4
November 2019
a. Rencana:
1) Menyiapkan RPP
2) Menyiapkan lembar observasi
3) Menyiapkan alat dokumentasi (Kamera)
b. Tindakan
1) Kegiatan awal/ apersepsi
2) Kegiatan inti
3) Kegiatan akhir
c. Pengamatan
Melakukan observasi selama KBM dengan dibantu Kepala Sekolah dan rekan guru Sekolah Dasar/Madrasah.........
d. Refleksi
Melakukan evaluasi KBM dalam penelitian  bersama kepala sekolah dan rekan guru

Selama melakukan penelitian, penulis dibantu oleh kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar/Madrasah......... sebagai observer. Keterlibatan kepala sekolah dan guru untuk melakukan penilaian terhadap proses KBM selama penelitian dan mengadakan penilaian siswa selama melakukan kegiatan permainan. Untuk itu guru melibatkan guru kelas VI Sekolah Dasar/Madrasah.......... Pertimbangannya adalah, lokasi ruang kelas VI  berdekatan  dengan ruang kelas V. Sehingga diharapkan penilaian tidak mengganggu tugas sehari-hari. Karena baik peneliti maupun observer sama-sama PNS.

2. Observasi dan Interpretasi
Observasi dilakukan oleh peneliti dan berkolaborasi dengan teman sejawat yang ada di Sekolah Dasar/Madrasah.......... Instrumen observasi sudah disiapkan sebelumnya. Observasi dilaksanakan pada waktu KBM sebelum menggunakan metode permainan naik turun tangga maupun sesudanhya. Hal-hal yang diobservasi meliputi proses KBM dan kegiatan siswa ketika melakukan permainan naik turun tangga dan penilaian hasil evaluasi siswa.

3. Analisis dan refleksi
Analisis dan refleksi yang direncanakan berguna untuk acuan terhadap tindakan yang akan dilakukan kemudian. Juga berguna untuk memperbaiki metode dan strategi yang telah direncanakan agar hasil yang diharapkan semakin baik/ meningkat.

J. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat dipercaya peneliti melakukan pengumpulan data dengan dua teknik yaitu :
1. Teknik non tes berupa observasi
Observasi dilakukan secara langsung oleh guru kolaborator yang berperan sebagai pengamat untuk melihat dan mengamati siswa maupun guru yang berkaitan dengan tindakan yang dilakukan baik oleh siswa maupun oleh guru. Instrumen observasi berupa lembar observasi yang terdapat pada lampiran 3 pada halaman lampiran.

2. Teknik tes
Tes adalah alat pengumpul data untuk mengetahui tingkat perubahan  kognitif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah postes yang diberikan kepada siswa pada setiap akhir siklus. Bentuk tes tertulis. Tes tersebut bertujuan untuk mengukur tingkat kognitif siswa sebagai objek penelitian setelah mengikuti proses pembelajaran. Instrumen tes berupa lembar evaluasi siswa yang terdapat pada lampiran RPP siklus 1.

K. Indikator Kinerja
Keberhasilan penelitian dengan Kompetensi Dasar “ Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar” dengan menggunkana metode permainan naik turun tangga dikatakan berhasil jika hasil belajar 80% (4) anak didik  dari seluruh siswa kelas V di Sekolah Dasar/Madrasah....... mempunyai nilai ≥ SKBM yang telah ditentukan pada awal Tahun Pelajaran 2018/2019. Nilai SKBM mata pelajaran Matematika pada tahun pelajaran 2018/2019 adalah 60.

L. Teknik Analisis Data
Jenis data yang akan dianalisis pada penelitian kali ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Untuk data kuantitatif dilakukan dengan cara membandingkan hasil belajar sebelum dan sesudah mengimplentasikan metode permainan naik turun tangga sebelum penelitian (pra siklus) dengan hasil belajar pada siklus 1 dan 2. Data kualitatif disajikan dalam bentuk catatan dalam lembar observasi dan refleksi dari tiap-tiap siklus. Pada tahap akhir, data kualitatif dikonversi menjadi data kuantitatif, yang selanjutnya digabungkan dengan data kuantitatif dari hasil tes. Setelah digabungkan maka akan menjadi nilai akhir siswa pada siklus 1 maupun siklus yang ke-2.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Diskripsi Kondisi Awal
Sebelum diadakan penelitian, guru lebih banyak melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan model klasikal. Untuk mengajarkan Luas bangun datar guru memberikan tugas untuk dikerjakan pada buku masing-masing siswa. Tugas diambil dari buku paket yang dibagikan kepada siswa. Siswa mengerjakan tugas tersebut kemudian dibahas bersama-sama dengan guru. Disela-sela KBM guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran yang diberikan untuk mengukur daya tangkap siswa terhadap materi yang diberikan. Tanya jawab juga dimaksudkan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap guru dan pelajaran. Namun setelah diadakan evaluasi belajar pada akhir pembelajaran, hasil evaluasi tersebut masih jauh dari harapan.

Siswa dinyatakan berhasil atau tuntas jika mendapat nilai sama atau di atas SKBM. SKBM pada Kompetensi Dasar pelajaran matematika yang ditetapkan pada awal tahu pelajaran 2018/2019 adalah 60. Sehingga siswa yang belum mendapatkan nilai 60 dikategorikan belum tuntas belajarnya. Selain itu siswa juga belum memiliki ketrampilan membandingkan hubungan antar satuan luas.
Penilaian sebelum diadakan penelitian diadakan dengan teknik tes tertulis pada akhir pembelajaran. Dari lima siswa di kelas V Sekolah Dasar/Madrasah....... Kecamatan ................ Kabupaten ................ pada akhir pembelajaran prasiklus, ternyata yang mendapat nilai di atas SKBM hanya satu siswa atau (20%). Dari seluruh siswa kelas V yang berjumlah 5 anak. Untuk itu  peneliti melaksanakan pembelajaran Matematika dengan pendekatan permainan naik turun tangga dalam menyampaikan materi tentang penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar yang dilakukan pada siklus 1.

B. Diskripsi Siklus 1

Hasil evaluasi yang diadakan pra siklus menjadi acuan untuk diambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus 1 peneliti menerapkan metode Permainan Naik Turun Tangga yang dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Tiap-tiap pertemuan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran atau 2 X 35 menit. Permainan yang sesuai untuk materi penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar adalah permainan naik turun tangga.

Peremuan ke 1 guru memberi informasi bahwa belajar dapat  dilakukan sambil bermain. Hal ini dilakukan agar siswa memahami arti permainan yang akan dilakukan. Permainan yang sesuai untuk materi penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar adalah permainan naik turun tangga. Setelah menerima uraian singkat materi, siswa mengadakan permainan. Dalam permainan ini setiap siswa mempraktikkan naik atau menuruni tangga dengan menyebutkan urutan satuan ukuran luas dari Milimeter persegi sampai kilometre persegi, dan sebaliknya ketika menuruni tangga secara bergantian. Karena jumlah siswa hanya lima anak maka siswa dapat leluasa dalam bermain. Tidak terlalu lama untuk menanti giliran permainan.

Pertemuan 2 guru masih memberikan uraian materi secara sekilas. Hal ini dimaksudkan agar ada kesamaan konsep antara guru dan siswa. Setelah menerima uraian singkat materi, siswa mengadakan permainan. Dalam permainan ini setiap siswa mempraktikkan naik atau menuruni tangga dengan menyebutkan urutan satuan ukuran luas dari Milimeter persegi sampai kilometre persegi, dan sebaliknya ketika menuruni tangga secara bergantian. Siswa yang belumlancar boleh mengulangi sampai lancar. Pada akhir pertemuan guru memberikan pertanyaan kepada anak didik sebagai penguatan.

Pertemuan ke 3 guru masih memberi tugas kepada siswa untuk melakukan permainan naik turun tangga. Kali ini dilkukan dengan berpasangan dengan maksud agar salah atu siswa memberikan soal dan yang satu menjawabnya. Pada akhir pertemuan guru memberikan LKS untuk dikerjakan siswa dilanjutkan dengan pembahasan hasil lemba kerja siswa.

Pertemuan ke 4 guru mengadakan  penilaian akhir siklus 1. Penilaian dilakukan dengan teknik tes. Guru membagikan lembar evaluasi siswa untuk dikerjakan. Setelah siswa selesai mengerjakan lembar evaluasi dilanjutkan dengan pembahasan hasil evaluasi. Pujian diberikan kepada siswa yang mendapat hasil dengan nilai tertinggi sebagai bentuk penghargaan dan penguatan.
Dari data-data yang disajikan tampak bahwa ada kemajuan hasil belajar dari Pra Siklus dengan Siklus 1. Indikator kemajuan itu dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:
1. Jumlah siswa yang tuntas pada Siklus 1 meningkat menjadi 4 siswa, sementara pada pra siklus hanya 1 siswa.
2. Pada siklus 1 terdapat 3 anak yang mengalami peningkatan hasil belajar di banding Pra Sikus.
3. Rata-rata kelas meningkat dari 50, pada Pra Siklus menjadi 70, pada Siklus 1
Hasil yang dicapai pada akhir siklus 1 cukup menggembirakan karena  indikator keberhasilan penelitian ini dianggap berhasil apabila 80% (4 anak) mendapatkan nilai evaluasi hasil belajar minimal 60. Dari data dapat diperoleh informasi bahwa siswa yang telah tuntas pada siklus 1 sudah mencapai 100% (5 siswa). Oleh karena itu penelitian dilanjutkan dengan mempersiapkan siklus 2sebagai penguatan.
Sebelum melakukan tindakan pada siklus 2 diadakan refleksi proses pembelajaran. Refleksi diadakan dengan melibatkan teman sejawat dan kepala sekolah. Kegiatan refleksi bertujuan untuk mendapatkan kritik dan saran dari teman sejawat selaku observer, agar pada siklus 2 hasil evaluasi pembelajaran mencapai target yang telah ditentukan. Hasil refleksi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4
Hasil Refleksi Pembelajaran Siklus 1

No Nama/Jabatan Saran/Kritik
1 ............., S.Pd.
Kepala Sekolah
Observer - Waktu permainan ditambah agar siswa benar-benar leluasa dalam bermain
- Giliran permainan agar disesuaikan dengan tingkat kemampuan intelektual siswa.

2 Angelita
Guru Kelas VI
Observer - Soal evaluasi sebaiknya isian, sehingga meminimalkan siswa berspekulasi dalam menjawab dan dapat untuk mengukur pemahaman siswa yang lebih baik dari soal pilihan ganda

C. Diskripsi Siklus 2
Karena pada siklus 1 sudah dilaksanakan dan hasilnya sudah baik maka pada
 siklus 2 pembelajaran dilanjutkan dengan pembahasan materi berikutnya. 
Adapun langkah-langkah pembelajaran siklus dua adalah sebagai berikut
1. Pertemuan ke 1 guru menjelaskan kembali tujuan pembelajaran. Tempat duduk diatur sedemikian rupa agar pembelajaran berjalan lancar. Guru menjelaskan materi pembelajaran sesuai RPP yang telah disiapkan. Pada akhir pertemuan guru memberikan pertanyaan-pertanyaan sebagai penguatan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.
2. Pertemuan ke 2 guru mengadakan evaluasi akhir siklus 2. Guru membagikan   
     lembar evaluasi untuk dikerjakan siswa. Setelah siswa mengerjakan soal-soal pada
     lembar evaluasi dilanjutkan dengan penilaian hasil evaluasi. Pujian diberikan
     kepada siswa yang berprestasi paling baik sabagai penghargaan dan penguatan,
     serta dorongan bagi siswa yang berprestasi kurang baik.   
    Setelah selesai melaksanakan siklus 2 kemudian diadakan refleksi dengan teman sejawat. Adapun hasil refleksi terangkum pada tabel berikut.

Tabel 5
Hasil Refleksi Pembelajaran Siklus 2


No Nama/ Jabatan Saran/Kritik Tanda Tangan
1 ............., S.Pd Kepala sekolah - Pembelajaran sudah berjalan dengan baik , perhatian siswa perlu ditingkatkan lagi.
2 Angelita
Guru kelas VI
Observer - Kegiatan Siswa sudah berjalan sesuai rencana setiap siswa agar lebih bersemangat mohon diberi pujian. -
3 Farahyati
 Guru Kelas IV/Observer
- Permainan cukup menarik siswa -

D.  Hasil Analisis Data
Dari analisis data yang peneliti lakukan sebelum pelaksanaan tindakan, sampai melaksanakan tindakan siklus 1 dan siklus 2 melalui hasil evaluasi tes tertulis dapat dilihat pada indikator keberhasilan peningkatan hasil hasil belajar siswa berikut ini :
1. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 50 pada pra siklus,  pada siklus 1 meningkat menjadi 70 dan 79 pada siklus 2.
2. Siswa yang memperoleh nilai tertinggi selalu meningkat dari 70 pada pra siklus, menjadi 85 pada siklus 1 dan 90 pada siklus 2.
3. Penurunan Nilai Standar Deviasi dari 16, 166 pada pra siklus menjadi 10,606 pada siklus 1 dan 8,180 pada siklus 2.
4. Presentase ketuntasan terhadap SKBM meningkat dari 1 anak (20%) pda pra siklus menjadi 5 anak (100%)  pada siklus 1 dan 5 anak (100%) pada siklus 2.
Perbandingan indikator kinerja hasil prasiklus, siklus 1 dan siklus 2 dapat peneliti sajikan data kuantitatif sebagai berikut :

Analisis Data

No Kriteria Pra Siklus % Siklus 1 % Siklus 2 %
1. Tuntas 20 % 100 % 100 %
2. Belum Tuntas 80 %    0 %     0%
3 Jumlah 100% 100% 100%

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Pembelajaran menggunakan permainan naik turun tangga dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar/Madrasah......... pada Semester 1  Tahun Pelajaran 2018/2019 khususnya tentang materi penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar. Melalui permainan naik turun tangga dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar/Madrasah......... terhadap SKBM
2. permainan yang dilakukan naik turun tangga yang dilakukan secara berpasangan lebih cepat untuk menanamkan konsep hubungan antar satuan luas, dari pada permainan yang dilakukan secara perorangan.
B. Saran
Pembelajaran menggunakan permainan naik turun tangga ternyata dapat meningkatkan nilai Matematika tentang Penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar. maka berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Guru perlu mengadakan penelitian lebih lanjut tentang siswa yang sudah tuntas sebelum menggunakan permainan naik turun tangga.
2. Guru perlu mempertimbangkan antara jumlah siswa dengan lokasi bermain dan ketersediaan tangga yang digunakan untuk melakukan permainan.
3. Guru perlu memperhatikan keselamatan siswa untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan dengan meminta bantuan dari rekan sejawat untuk ikut mengwasi aktivitas siswa dalam melakukan permainan.
4. Siswa harus mentaati  peraturan- peraturn yang ditentukan oleh guru ketika mengikuti pembelajaran dan memperhatika petunjuk-petunjuknya.

DAFTAR PUSTAKA
Abdurrrahman Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi anak berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Brown. 1973. Media Pembelajaran Diaksesi http:// www.ekofeum.or.id/artikel fhp/
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Kelas V (lima). Jakarta:Depdiknas
Edy Ambar Roostanto. Konsep DasarGeometri Dan Pengukuran
Gatot Muhsetyo Dkk. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Universitas Terbuka
Ngalim Purwanto. 1992. Psikologi Pendidikan. Bandung:  PT Remaja Rosdakarya
Nur Hadi. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi
Ruseffendi. 1992.  Pendidikan Matematika 3.  Jakarta: Depdikbud
Slameto. 1995.  Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta
Sumanto, Y.D. dkk. 2008. Gemar Matematika 5. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen pendidikan Nasional.
Zoltan D Dines. Pembelajaran Matematika Berdasar teori Dienes .Diakses dari http:// www.dieneswriting.or.id/

Lampiran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah :   SEKOLAH DASAR/MADRASAH.........
Mata Pelajaran :   Matematika
Kelas/Semester          :   V / 1
Alokasi Waktu :   8 jam pelajaran

Standar Kompetensi : 3.   Menghitung luas bangun datar sederhana dan   
                                                menggunakannye  dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar : 3.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas
                                                 bangun datar


Indikator :
  1. Menentukan hubungan antar satuan luas
  2. Menentukan keliling dan luas gabungan bangun datar
I.  Tujuan Pembelajaran
     Setelah mempelajari bab ini, diharapkan :
       1. Siswa mampu menentukan hubungan antarsatuan luas.
     2. Siswa mampu menentukan keliling dan luas gabungan bangun datar.

II.  Materi Pembelajaran
       Hubungan antar satuan luas
1. Km2, hm2, dam2, m2, dm2, cm2, dan mm2
2. Ka, ha, daa, a da, ca, dan ma

III.  Metode Pembelajaran
      Informasi, diskusi tanya jawab pemecahan masalahdan pemberian tugas, Permainan.
Uraian Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
1. Kesiapan kelas dan  belajar siswa dengan berdoa.
2. Guru menyiapkan alat-alat untuk melakukan Kegiatan
3. Informasi kompetensi yang akan dicapai
Kegiatan Inti
1. Guru memberi penjelasan kepada siswa tentang kegiatan permainan naik turun tangga.
2. Guru memberi inforasi tentang satuan ukuran luas.
3. Guru memberi penjelasan keterkaitan antara permainan naik turun tangga dengan hubungan antar satuan luas.
4. Guru mengajak siswa untuk melakukan permainan naik turun tangga.
5. Dengan bimbingan guru siswa melakukan permainan naik turun tangga.

Kegiatan Akhir
1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah diajarkan.
2. Pemberian penguatan dan refleksi.

Pertemuan 2
1. Kesiapan kelas dan  belajar siswa dengan memberipertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
2. Guru menyiapkan alat-alat untuk melakukan Kegiatan
3. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
1. Guru memberi penjelasan kepada siswa tentang kegiatan permainan naik turun tangga. 
2. Guru memberi inforasi tentang satuan ukuran luas.
3. Guru memberi tugas kepada siswa untuk mengulangi permainan naik turun tangga dengan menghafal satuan luas yang lain.
4. Secara bergantian siswa melaksanakan tugas dari guru.

Kegiatan Akhir
1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah diajarkan.
2. Pemberian penguatan dan  refleksi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : V/1
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran ( 4 x 35 menit)

Standar Kompetensi : 3. Menghitung luas bangun datar sederhana dan
     menggunakannya dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar : 3.1 Menghitung luas trapesium dan layang-layang
Indikator :    1. Menentukan keliling trapesium
   2. Menentukan luas trapesium

I.      Tujuan Pembelajaran
        1.       Siswa dapat menentukan keliling trapesium.
2. Siswa dapat menentukan luas trapesium.
II. Materi Ajar
       • Bangun trapesium,

III.   Metode Pembelajaran
       1.  Informasi/ceramah         
       2.  Diskusi                           
3. Tanya jawab
4. Demonstrasi
5. Pemecahan Masalah
6. Permainan
                                                                   
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
         Pertemuan ke-1 (2 × 35 menit)
        1. Kegiatan Awal
            • Motivasi dari guru.
            • Guru mengajak siswa mengingat kembali tentang keliling dan luas
              jajargenjang yang telah dipelajari di kelas IV semester 1.
          • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

        2. Kegiatan Inti
            • Guru mengulang kembali tentang materi keliling bangun datar.
            • Guru menggambar bangun trapesium disertai panjang sisi-sisinya.
               Kemudian, siswa diminta menentukan keliling berdasarkan pengertian
               keliling bangun datar.
            • Guru memberi tugas  siswa untuk mengerjakan soal latihan.
            • Guru menggambar bangun trapesium yang merupakan gabungan
               beberapa bangun datar.
            • Dengan metode tanya jawab, guru menjelaskan bagaimana cara
               menemukan rumus luas trapesium.
            • Guru memberi contoh soal dan penyelesaiannya berkaitan dengan luas
               trapesium.
             • Guru memberi tugas  siswa untuk mengerjakan beberapa soal latihan.

           3. Kegiatan Akhir
               • Guru meminta salah satu siswa (tanpa ditunjuk) mengerjakan soal yang
                  disediakan.
               • Guru memberi tugas kepada siswa.

Pertemuan ke-2  2 x 35 menit
1. Kegiatan Awal
• Motivasi dari guru.
• Mengingat sekilas pembelajaran yang lalu.
• Guru membahas tugas yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.

2. Kegiatan Inti
• Guru menggambar bangun trapesium yang merupakan gabungan beberapa bangun datar.
• Dengan metode tanya jawab, guru menjelaskan bagaimana cara menemukan rumus luas trapesium.
• Guru memberi contoh soal dan penyelesaiannya berkaitan dengan luas trapesium.
• Guru memberikan soal-soal latihan.
• Untuk pengayaan, guru dapat menjelaskan tentang keliling dan luas bangun belah ketupat.

3. Kegiatan Akhir
     • Guru memberikan kata-kata pujian kepada siswa atas keaktifan dan kesungguhannya dalam mengikuti proses pembelajaran.
     • Guru mengingatkan siswa agar mengulang kembali materi pelajaran yang telah diterimanya nanti setelah di rumah.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
1. Alat/Bahan
    • Penggaris sentimeter
    • Buku bergaris/berpetak
 2. Sumber Belajar
    • Buku Matematika Gemar Berhitung 5A halaman 69–81.

VI. Penilaian
1. Tertulis
 soal:
1. Keliling = ... cm + ... cm + ... cm + ... cm = ... cm
2. Suatu trapesium ABCD dengan AB dan DC sejajar.
   AB = 22 cm, dan CD = 10 cm. Jika luas trapesium ABCD 128 cm2, tentukan tingginya!
3. Roni membuat layang-layang dengan kerangka sebagai diagonalnya dari dua bilah bambu yang panjangnya 32 cm dan 44 cm. Berapa luas daerah layang-layang yang dibuat Roni?
4. Berapakah panjang sisi belah ketupat yang kelilingnya 36 cm?

Lembar Kerja Siswa
Mata Pelajaran : Matematika
 Kelas   : V

1. Sebutkan nama-nama satuan ukuran luas secara berurutandari yang ter kecil sampai yang ter besar!
2. Sebutkan nama-nama satuan ukuran luas secara berurutandari yang terbesar sampai yang terkecil!
3. Jelaskan hubungan antara satuan luas hm2 dengan ha!
4. Sebutkan secara urutan satuan luas are dari yang terkecil sampai yang terbesar!
5. Sebutkan secara urutan satuan luas are dari yang terbesar sampai yang terkecil!

Lembar Evaluasi Siswa

     Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!

1.   6   km2  = ...  hm2             6.   700  dam2 = …          hm2
2.  60  hm2  = ... dam2              7.   10.000  cm2   = ...         dam2
3.  5  dam2  = … cm2                 8.   1.000.000 m2 = …          hm2
4.  35    m2 =  … dm2                9.   1.000  dm2 = …          m2
5.  0,4 dm2 =  …mm2                 10.   25 hm2 = …         km2
             

11.   3   ha = …   a                 16.   5 dam2  = …        ca
12.   400 ca = …  daa                17.   12 ha      = …    dam2
13.   0,5   a =  …   ma              18.   65 m2    = …          a
14.   720  da =  …  ha               19.   100 ka   = …     hm2
15.   14  ka = …  ha                 20.   93 a       = …    dam2