40 BUKTI FISIK PKKS ASPEK KEPRIBADIAN DAN SOSIAL, KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN, PENGEMBANGAN SEKOLAH, MANAJEMEN SUMBER DAYA, KEWIRAUSAHAAN UPDATE TERBARU

40 BUKTI FISIK PKKS ASPEK KEPRIBADIAN DAN SOSIAL, KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN, PENGEMBANGAN SEKOLAH, MANAJEMEN SUMBER DAYA, KEWIRAUSAHAAN UPDATE TERBARU
Kepala sekolah sebagai ujung tombak dari sebuah instansi/lembaga pendidikan perlu terus di nilai baik dari aspek  kepribadian dan sosial, aspek kepemimpinan pembelajaran, aspek pengembangan sekolah , aspek manajemen sumber daya, dan aspek kewirausahaan untuk meningkatkan kinerja dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di tanah air Indonesia, menuju "Baldatun Thaoyibatun warobbun ghofur", yang di ridhoi Alloh Subhanahu wata'ala.
40 BUKTI FISIK PKKS ASPEK KEPRIBADIAN DAN SOSIAL, KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN, PENGEMBANGAN SEKOLAH, MANAJEMEN SUMBER DAYA, KEWIRAUSAHAAN UPDATE TERBARU
1. KOMPETENSI KEPRIBADIAN DAN SOSIAL
Aspek kepribadian dan sosial, yang mengharuskan seorang kepala Sekolah dalam menjalankan tugas menejerial kepala sekolah dituntut memiliki  kompetensi kepribadian, kompetensi ini menuntut kepala sekolah memiliki (1)  integritas kepribadian yang kuat, yang dalam hal ini ditandai dengan konsisten dalam berfikir, berkomitmen, tegas, disiplin dalam menjalankan tugas, (2) memiliki keinginan yang kuat dalam mengembangkan diri sebagai kepala sekolah, dalam hal ini meliputi memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap kebijakan, teori, praktik baru, mampu secara mandiri mengembangkan diri sebagai upaya pemenuhan rasa ingin tahu (3) bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas, meliputi berkecenderungan selalu ingin menginformasikan secara transparan dan proporsional kepada orang lain mengenai rencana, proses pelaksanaan dan efektifitas program. (4) mampu mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan (5) memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin.

Muchith (2007) menjelaskan bahwa kompetensi kepribadian sebagai perangkat kemampuan dan karateristik personal yang mencerminkan realitas sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari . Pengertian lebih sederhana disampaikan oleh Afandi (2008) yaitu kemampuan untuk menjadi teladan. Keteladanan ini menurut Sarimaya (2008:18) merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, sehingga menjadi  dan beraklak mulia.

Gumelar dan Dahyat mengemukakan bahwa kompetensi kepribadian setidaknya harus memuat pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama, pengetahuan tentang budaya dan tradisi, pengetahuan tentang inti demokrasi, pengetahuan tentang estetika, apresiasi dan kesadaran sosial, sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan serta setia terhadap harkat dan martabat manusia (Ranty : 2009).

Kompetensi sosial menurut Sumardi (2006) adalah kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, bergaul, bekerjasama, dan memberi kepada orang lain. Sejalan dengan pemikiran ini Komara (2007) mendefinisikan kompetensi sosial sebagai (1) kemampuan seseorang untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional (2) kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan dan (3) kemampuan untuk menjalin kerjasama baik secara individual maupun kelompok.

Dalam kontek persekolahan seorang kepala sekolah dituntut memiliki kompetensi sosial dalam menjalankan tugasnya. Kompetensi dalam bidang ini adalah meliputi : (1) terampil bekerjasama dengan orang lain berdasarkan prinsip saling menguntungkan dan memberi manfaat bagi sekolah, yang masuk dalam kategori ini adalah bekerjasama dengan atasan, guru dan staff, siswa, sekolah lain serta instansi lain (2) mampu berpartisipasi dalam kegiatan sosial di masyarakat, indikatornya adalah mampu berperan aktif dalam kegiatan informal, organisasi kemasyarakatan, keagamaan, kesenian, olahraga (3) memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain, indikatornya antara lain berperan sebagai problem finder dilingkungan sekolahan, kreatif dan mampu menawarkan solusi, melibatkan tokoh agama, masyarakat dan pemerintahan, bersikap obyektif/tidak memihak dalam menyelesaikan konflik internal, mampu bersikap simpatik/tenggang rasa terhadap orang lain dan mampu bersikap empati kepada orang lain (Tendik Org.2009).

INSTRUMEN 1
1. Program pengalokasian dana social untuk warga sekolah
2. Buku pembiasaan (lengkap jadwal pelaksanaan)
3. senam pagi
4. Sholat
5. Dokumen pembiasaan (bukti pelaksanaan)

INSTRUMEN 2
1. Program Bimbingan Konseling
2. Buku sosialisasi visi misi tujuan sekolah
3. Peraturan akademik
4. Tata tertib sekolah
5. Kode etik

INSTRUMEN 3
1. Penyediaan kotak saran
2. SK SIM

INSTRUMEN 4
1. Jurnal Kepala Sekolah Harian
2. Catatan Kasus Dan Solusinya

INSTRUMEN 5
1. SK kepengurusan di yayasan/desa/kecamatan/kabupaten (Kepala Sekolah selain di sekolah mempunyai tugas/jabatan apa) misalnya: Ketua RT/RW, Tamir masjid/Mushola dan  lain-lain

INSTRUMEN 6
1. Buku Catatan kasus dan solusinya = map no 4
2. Buku Humas/social kemasyarakatan

INSTRUMEN 7
1. Nota MOU kerja sama dengan instansi pemerintah/yayasan/dunia usaha/dunia kesehatan/dunia bisnis/usaha/lainnya
2. Laporan kegiatan kerja sama
3. Dokumen/bukti pelaksanaan kerja sama

2. KOMPETENSI KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
Aspek kepemimpinan pembelajaran, Kepemimpinan pembelajaran atau kepemimpinan instruksional adalah kepemimpinan yang memfokuskan/menekankan pada pembelajaran yang komponen-komponennya meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, asesmen (penilaian hasil belajar), penilaian serta pengembangan guru, layanan prima dalam pembelajaran, dan pembangunan komunitas belajar di sekolah.

Kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah bertujuan untuk memfasilitasi guru agar dapat meningkatkan prestasi belajar, kepuasan belajar, motivasi belajar, keingintahuan, kreativitas, inovasi, jiwa kewirausahaan, dan kesadaran untuk belajar sepanjang hayat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa seorang kepala sekolah bukan hanya dituntut untuk menjadi pemimpin semata, tetapi dalam artian yang lebih kompleks bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi tempat bagi guru dalam menggali informasi yang lebih banyak, khususnya mengenai pembelajaran. Untuk itu, sudah seyogyanya jika kepala sekolah harus memahami tentang kepemimpinan pembelajaran tersebut.

INSTRUMEN 8
1. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Sekolah (APBS)
2. Laporan pelaksanaan Rencana Kerja tahunan (RKT)
3. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

INSTRUMEN 9
1. Dokumen Visi, Misi, Dan Tujuan Sekolah

INSTRUMEN 10
1. Hasil Penelitian tindakan Sekolah (PTS)
2. Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
3. Buku KKG/MKKS4.

INSTRUMEN 11
1. Program pengembangan promosi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
2. Peraturan, tata tertib, kode etik = map no 2
3. SK Penghargaan dan sanksi
4. Program Extrakurikuler
5. Daftar hadir Extrakurikuler
6. Jurnal Kegiatan Extrakurikuler
7. SK Semester/SK Pembagian Tugas

INSTRUMEN 12
1. Buku Pembinaan prestasi unggulan akademik,non akademik/lomba-lomba
2. SK penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
3. Peraturan tentang Disiplin PNS/ASN
4. Program peningkatan kompetensi guru/PTK

INSTRUMEN 13
1. Buku peminjaman alat peraga pendidikan dan inventaris lainnya
2. Buku Kegiatan senam pagi
3. Program Jum’at bersih/Sabtu Hijau/lainnya/lainnya
4. Buku kegiatan Jum’at bersih/sabtu hijau5.

INSTRUMEN 14
1. Buku Penelusuran Alumni
2. Notulen rapat komite
3. Notulen rapat sekolah

INSTRUMEN 15
1. Bukti telah melaksanakan pelatihan/workshop/bimbingan teknis/IHT dan lainnya
2. Hasil Diktat/karya inovasi/LKS dan lain-lain
3. Bukti Pengembangan Keprofesian berkelanjutan (PKB), berupa piagam diklat/pelatihan/bimbingan teknis/penguatan dan lain-lain

INSTRUMEN 16
1. Kelengkapan Kurikulum (SK Panitia, Berita acara, Undangan workshop, Undangan Penyusunan/Undangan revisi,  Daftar hadir,)

INSTRUMEN 17
1. Admisistrasi PPDB ( Pedoman, SK Panitia, proses dan keputusan PPDB)

3. KOMPETENSI PENGEMBANGAN SEKOLAH
School change is every effort done by school community to improve their school quality. In Indonesia, school change is done by implementing School Based Management for Quality Improvement. Many school improvement programs and activities are planned, implemented, controlled, and evaluated continuesly. School change is successful if the change internalizes in people at school and instituzionalizes in school daily life. Therefore, the school change needs a principal roles as a catalyst, creator, facilitator, and stabilazator.

Pengembangan sekolah merupakan setiap upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk memajukan sekolah. Perubahan sekolah saat ini dilakukan dalam kerangka Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Perubahan sekolah direncanakan dan dituangkan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Rencana Operasional Sekolah (Renop), untuk selanjutnya diimplementasikan, dimonitoring, dan dievaluasi. Semua perubahan sekolah tersebut mengarah pada satu tujuan yaitu peningkatan mutu pendidikan.

Peran besar kepala sekolah dalam mewujudkan perubahan sekolah telah banyak dibuktikan. Penelitian Thomas di awal tahun 1978 tentang peran kepala sekolah dalam mengelola berbagai program menunjukkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi implementasi program, namun tak satu pun sebesar kepemimpinan kepala sekolah. Hasil studi Task Force on Education for Economic Growth (1983) juga menunjukkan bahwa faktor utama penentu keunggulan sekolah negeri adalah kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah yang memiliki kepemimpinan dan motivasi yang tinggi berpengaruh besar pada keunggulan sekolah, seperti apapun kondisi sosio-ekonomi komunitas sekolah dan karakteristik populasi yang dilayaninya.

Anonim. Leaders’ Change-Facilitating Actions. Tersedia Online: http://www.sedl.org /change/facilitate/leaders.html).
Cunningham, William G. dan Corderio, Paula A. (2006). Educational Leadership A Problem-Based Approach. Third Edition. Boston: Pearson.
Kotter, John P. (1997). Leading Change Menjadi Pionir Perubahan. Alih Bahasa: Joseph Bambang. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Lunenburg, Fred C. dan Ornstein, Allan C. (2004). Educational Administration Concepts and Practices. Fourth Edition. Australia: Thomson Wadsworth.
Sergovanni, Thomas J. (2006). The Principalship A Reflective Practice Perspective. Boston: Pearson.
Sulaksana, Uyung. (2004). Manajemen Perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


INSTRUMEN 18
1. Rencana Kerja Jangka Menengan 4 tahunan. Diperbaharui setiap tahunnya. Jadi waktu terus berjalan menuju 4 tahun kedepan.

INSTRUMEN 19
1. Susunan Struktur organisasi sekolah
2. Susunan Struktur organisasi Komite
3. Susunan Struktur organisasi UKS
4. Susunan Struktur organisasi Pramuka
5. Susunan Struktur organisasiPerpustakaan
6. Lainnya yang ada di sekolah

INSTRUMEN 20
1. Buku kegiatan Upacara
2. Buku Observasi/jurnal pelaksanaan Penilaian sikap
3. Jurnal Harian Kepala Sekolah = map no 4
4. Dokumen pelaksanaan Foto/catatan/video

INSTRUMEN 21
1. SK Penetapan Standar Kelulusan (SKL)
2. Taraf Seraf
3. Laporan Kenaikan Kelas

INSTRUMEN 22
1. Program Monitoring dan evaluasi program (Program Monev)
2. Laporan pelaksanaan program Monev
3. Instrumen monitoring pelaksanaan program

INSTRUMEN 23
1. Program Tindak Lanjut Hasil Monitoring  Evaluasi
2. Dokumen pelaksanaan tindak lanjut dan evaluasi

INSTRUMEN 24
1. Hasil Penelitian tindakan Sekolah (PTS)
2. Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
3. Rencana Kerja Jangka Menengan 4 tahunan. (di dalamnya ada Analisis SWOT/SPMI)

4. KOMPETENSI MANAJEMEN SUMBER DAYA
aspek manajemen sumber daya
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer, dan pegawai lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi, lembaga pendidikan atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Manajemen sumber daya manusia sangatlah berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dimana suatu lembaga pendidikan akan berhasil atau bermutu apabila didukung oleh sumber daya manusia yang termanajemen dengan baik. Oleh karenanya sebuah lembaga yang ingin berkembang haruslah memperhatikan sumber daya manusia dan mengelolanya dengan sebaik mungkin melalui aplikasi dan konsep manajerial yang memadai. Guru merupakan sumber daya manusia yang sangat penting peranannya dalam menentukan keberhasilan pendidikan, karena guru merupakan pelaku pendidikan dalam institusi.

Collingridge dan Ritchie (1979:1) berpendapat MSDM merupakan bagian pekerjan manajemen yang berhubungan dengan manusia, baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok, dan dengan sumbangannya pada efektivitas organisasi. MSDM merupakan suatu kegiatan pengelolaan yang meliputi pendayagunaan, pengembangan, penilaian, dan pemberian balas jasa bagi manusia sebagai individu anggota organisasi.

Seorang Kepala Sekolah harus bisa menganalisis jabatan, menyeleksi calon pemegang jabatan, orientasi dan penempatan yang benar/sesuai keahlian, melatih, pelatihan/setidaknya memberikan arahan dan contoh cara kerja, memutasi/memindah jabatan, dan mempromosikan jabatan, memberi kompensansi/penghargaan kerja, dan hal lain yang berkaitan dengan sumber daya manusia yang diperlukan dalam sebuah lembaga pendidikan.

Daftar Pustaka
Armstong, M. 2006. A Handbook of Human Resource Management Practice. London and Philadelphia: Kogan Page.
Collingridge, J., and Ritchie, M. 1979. Dasar-Dasar Manajemen Personalia. Diterjemahkan oleh Ratna S. Jakarta: Erlangga.
Ulrich, D. 1997. Human Resource Champions. Boston: Harvard Business School Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Bandung: Citra Umbara.

INSTRUMEN 25
1. Program Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ( PTK)
2. Buku Surat Keluar
3. Buku Surat Masuk

INSTRUMEN 26
1. Program Pengelolaan Sarana Dan prasaranan
2. SK Pengurus barang/Inventaris
3. Kartu Inventaris Ruangan (KIR)

INSTRUMEN 27
1. Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS)
2. K 1, K2

INSTRUMEN 28
1. Peraturan akademik, Tata tertib sekolah, Kode etik = map no 2
2. Program PGTS/Penjaga sekolah
3. Buku Kegiatan PGTS
4. Poster, Baleho, Pamflat, slogan berisi tentang keamanan, kebersihan, atau lainnya

INSTRUMEN 29
1. Program Kerja Ketatausahaan

INSTRUMEN 30
1. SK Sistem Informasi Manajemen (SIM) Petugas Orerator Sekolah, Petugas Inventaris dll

INSTRUMEN 31
1. Program layanan khusus yang ada disekolah, (Asrama, UKS, Laboratorium, Kantin, Koperasi, Keamanan, kebersihan) dan lainnya
2. Program UKS
3. Jurnal UKS/Kegiatan UKS
4. Dokumen pelaksanaan

INSTRUMEN 32
1. Bukti hasil download an materi/cara pembuatan/lainnya
2. Buku pemunjaman alat Multimedia dalam pembelajaran
3. Dokumen pelaksanaan penggunaan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran berupa foto/video

5. KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN
Pada hakikatnya kewirausahaan dalam sekolah ini tidak harus diartikan dengan kegiatan yang mampu menghasilkan keuntungan bagi sekolah secara materiil (uang) tetapi produktivitas sekolah sebagai sarana belajar peserta didik bagi masyarakat luas.

Kepala sekolah yang berjiwa wirausaha harus menerapkan beberapa hal berikut; “(1) berpikir kreatif -inovatif, (2) mampu membaca arah perkembangan dunia pendidikan, (3) dapat menunjukkan nilai lebih dari beberapa atau seluruh elemen sistem persekolahan yang dimiliki, (4) perlu menumbuhkan kerjasama tim, sikap kepemimpinan, kebersamaan dan hubungan yang solid dengan segenap warga sekolah, (5) mampu membangun pendekatan personal yang baik dengan lingkungan sekitar dan tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah diraih, (6) selalu meng-upgrade ilmu pengetahuan yang dimiliki dan teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas ilmu amaliah dan amal ilmiahnya, (7) bisa menjawab tantangan masa depan dengan bercermin pada masa lalu dan masa kini agar mampu mengamalkan konsep manajemen dan teknologi informasi”.

penerapan jiwa kewirausahaan Kepala Sekolah:
1) Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.
2) Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
3) Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah.
4) Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah.
5) Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.
Daftar pustaka
Pasal 1 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tahun 2007 tentang standar Kompetensi Kepala Sekolah

INSTRUMEN 33
1. Bukti telah melaksanakan pelatihan/workshop/bimbingan teknis/IHT dan lainnya
2. Hasil Diktat/karya inovasi/LKS dan lain-lain
Bukti Pengembangan Keprofesian berkelanjutan (PKB), berupa piagam diklat/pelatihan/bimbingan teknis/penguatan dan lain-lain (sama dengan map nomor 15)

INSTRUMEN 34
1. Visi Kepala Sekolah
2. Misi Kepala sekolah
3. Tujuan Kepala sekolah
4. Bukti keberhasilan Kepala Sekolah Dalam Memimpin (prestasi sekolah) ( Ranking USBN, kejuaraan Lomba siswa dan lain-lain)

INSTRUMEN 35
1. Visi pendidik dan Tenaga kependidikan (PTK)
2. Misi pendidik dan Tenaga kependidikan (PTK)
3. Tujuan pendidik dan Tenaga kependidikan (PTK)
4. Bukti keberhasilan PTK Dalam membimbing/melatih siswa (prestasi sekolah/kelas) ( Ranking USBN, kejuaraan Lomba siswa dan lain-lain)

INSTRUMEN 36
1. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) = map nomor 8
2. Bukti/dokumen keterlibatan Kepala Sekolah dalam PKB

INSTRUMEN 37
1. Program kewirausahaan
2. Dokumen pelaksanaan Program

INSTRUMEN 38
1. Program Pengawasan/Program Supervisi
2. Sosialisasi program di awal tahun

INSTRUMEN 39
1. Dokumen pelaksanaan Supervisi Pembelajaran (instrument supervisi)
2. Berita acara pelaksanaan supervise
3. Catatan hasil supervisi

INSTRUMEN 40
1. Laporan hasil supervise/pemantauan
2. Laporan Penilaian Kinerja Guru (PKG)

Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:
 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top