PROGRAM LAYANAN KHUSUS UKS "USAHA KESEHATAN SEKOLAH" UNTUK SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, PESANTREN

PROGRAM LAYANAN KHUSUS UKS "USAHA KESEHATAN SEKOLAH" UNTUK SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, PESANTREN 
Mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah. Kebiasaan siswa menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara optimal merupakan salah satu tanggung jawab besar dari kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan yang bermutu sangat penting untuk pengembangan peserta didik sebagai manusia yang peduli, mandiri dan bertanggung jawab. UKS merupakan wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat, yang pada gilirannya menghasilkan derajat kesehatan yang optimal.
PROGRAM LAYANAN KHUSUS UKS "USAHA KESEHATAN SEKOLAH" UNTUK SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, PESANTREN
Hal ini sejalan dengan amanat yang dikehendaki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II pada pasal 3 bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat dan berilmu, cakap dan kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

LAYANAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS)
A. Pengertian Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
B. Tujuan Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
C. Masalah Kesehatan yang dihadapi Sekolah
D. Peran Sekolah dalam Meningkatkan Kesehatan melalui Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
E. Program Pelaksanaan Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
F. Sasaran Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
G. Penerapan Konsep Berbudaya Hidup Sehat
H. Penerapan Konsep Dasar Trias UKS
I. Evaluasi Program Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Daftar Rujukan

LAYANAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS)
A. Pengertian Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Hidup sehat seperti yang didefinisikan oleh badan kesehatan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) World Health Organization (WHO) adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan kesehatan jiwa adalah keadaan yang memungkinkan perkembangan fisik, mental, intelektual, emosional, dan sosial yang optimal dari seseorang. Dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 pasal 45 tentang Kesehatan ditegaskan bahwa ”Kesehatan Sekolah” diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal sehingga diharapkan dapat menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas.

Menurut Sumantri, M. (2007) peserta didik itu harus sehat dan orang tua memperhatikan lingkungan yang sehat dan makan makanan yang bergizi, sehingga akan tercapai manusia soleh, berilmu dan sehat (SIS). Dalam proses belajar dan pembelajaran materi pembelajaran berorientasi pada head, heart dan hand, yaitu berkaitan dengan pengetahuan, sikap/nilai dan keterampilan. Namun masih diperlukan faktor kesehatan (health) sehingga peserta didik memiliki 4 H (head, heart, hand dan health).

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integrative). Untuk optimalisasi program UKS perlu ditingkatkan peran serta peserta didik sebagai subjek dan bukan hanya objek. Dengan UKS ini diharapkan mampu menanamkan sikap dan perilaku hidup sehat pada dirinya sendiri dan mampu menolong orang lain. Dari pengertian ini maka UKS dikenal pula dengan child to child programme. Program dari anak, oleh anak, dan untuk anak untuk menciptakan anak yang berkualitas.

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6 – 21 tahun, yang sesuai dengan proses tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 sub kelompok, yakni pra remaja (6-9 tahun) dan remaja (10-19 tahun). Program UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah

B. Tujuan Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Secara umum UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik. Selain itu juga menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas. Sedangkan secara khusus tujuan UKS adalah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat, meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri. Di samping itu juga meningkatkan peran serta peserta didik dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah dan rumah tangga serta lingkungan masyarakat, meningkatkan keteramplan hidup sehat agar mampu melindungi diri dari pengaruh buruk lingkungan.

Bila disimpulkan tujuan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dapat dibagi menjadi dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
1. Tujuan umum
Meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat, dan derajat kesehatan siswa serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal
2. Tujuan khusus
Memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan siswa, yang mencakup:
a. Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpratisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah perguruan agama, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat.
b. Sehat fisik, mental maupun sosial.
c. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan NAPZA.

C. Masalah Kesehatan yang dihadapi Sekolah
Pada era globalisasi ini banyak tantangan bagi peserta didik yang dapat mengancam kesehatan fisik dan jiwanya. Tidak sedikit anak yang menunjukkan perilaku tidak sehat, seperti lebih suka mengkonsumsi makanan tidak sehat yang tinggi lemak, gula, garam, rendah serat, meningkatkan risiko hipertensi, diabetes melitus dan obesitas, dan sebagainya. Apalagi sebelum makan tidak mencuci tangan terlebih dahulu, sehingga memungkinkan masukkan bibit penyakit ke dalam tubuh. Selain itu meningkatnya perokok pemula, usia muda, atau usia peserta didik sekolah sehingga risikonya akan mengakibatkan penyakit degeneratif. Perilaku tidak sehat lainnya yang mengkhawatirkan adalah melakukan pergaulan bebas, sehingga terjerumus ke dalam penyakit masyarakat seperti penggunaan narkoba atau tindakan kriminal.

Apalagi perilaku tidak sehat ini, disebabkan lingkungan yang tidak sehat, seperti kurang bersihnya rumah, sekolah, atau lingkungan masyarakatnya. Tantangan lain tentang perilaku tidak sehat muncul dari diri peserta didik sendiri. Aktifitas fisik mereka kurang bergerak, olahraga pun kurang, malas sehingga tidak bergairah baik di rumah maupun atau di sekolah. Peserta didik pun cenderung lebih menyukai dan banyak menonton televisi, bermain videogames, dan play station, sehingga mengakibatkan fisiknya kurang bugar. Akibatnya mereka rentan mengalami sakit dan beresiko terhadap berbagai penyakit degeneratif di usia dini. Untuk itu diperlukan fasilitas dan program pendidikan jasmani atau olah raga memadai dan terprogram dengan baik, di sekolah dan di lingkungan masyarakat sekitar.
Hal ini sangat mendukung dan memungkinkan peserta didik untuk bergerak, berkreasi, dan berolah raga dengan bebas, menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran fisiknya. Kesehatan fisik peserta didik berkorelasi positif terhadap kematangan emosi sosialnya. Guru atau orang tua perlu memberikan bekal yang penting bagi peserta didik yaitu menciptakan kematangan emosi-sosialnya agar dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademik. Peserta didik pun akan mampu mengendalikan stress yang dialaminya, karena jika stress tidak dikendalikan akan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit dan akan menjadi kendala untuk keberhasilan belajarnya.

Untuk menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam kesehatan fisik dan jiwanya tersebut sekolah memilkki peran yang penting untuk menciptakan dan meningkatkan kesehatan peserta didik. Upaya yang dilakukan antara lain dengan menciptakan lingkungan “Sekolah Sehat” (Health Promoting School/HPS) melalui UKS. Konsep inilah yang oleh Badan Kesehatan Dunia WHO disebut HPS (Health Promoting Schools) atau Sekolah Promosi Kesehatan sehingga “a health setting for living, learning and working” dengan tujuan (goal) “Help School Become Health Promoting Schools.” Program UKS ini hendaknya dilaksanakan dengan baik sehingga sekolah menjadi tempat yang dapat meningkatkan atau mempromosikan derajat kesehatan peserta didiknya.

Menurut WHO (Depkes, 2008) ada enam ciri utama sekolah yang dapat mempromosikan atau meningkatkan kesehatan, yaitu:
1. Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah, yaitu peserta didik, orang tua, dan para tokoh masyarakat maupun organisasi-organisasi di masyarakat.

2. Berusaha keras untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, meliputi sanitasi dan air yang cukup, bebas dari segala macam bentuk kekerasan, bebas dari pengaruh negatif dan penyalahgunaan zat-zat berbahaya, suasana yang mempedulikan pola asuh, rasa hormat dan percaya. Diciptakannya pekarangan sekolah yang aman, adanya dukungan masyarakat sepenuhnya.

3. Memberikan pendidikan kesehatan dengan mengembangkan kurikulum yang mampu meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif terhadap kesehatan, serta dapat mengembangkan berbagai keterampailan hidup yang mendukung kesehatan fisik, mental dan sosial. Selain itu, memperhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk guru maupun orang tua.

4. Memberikan akses (kesempatan) untuk dilaksanakannya pelayanan kesehatan di sekolah, yaitu penyaringan, diagnose dini, pemantauan dan perkembangan, imunisasi, serta pengobatan sederhana. Selain itu, mengadakan kerja sama dengan puskesmas setempat, dan mengadakan program-program makanan begizi dengan memperhatikan ”keamanan” makanan.

5. Menerapkan kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya di sekolah untuk mempromosikan atau meningkatkan kesehatan, yaitu kebijakan yang didukung oleh seluruh staf sekolah termasuk mewujudkan proses pembelajaran yang dapat menciptakan lingkungan psikososial yang sehat bagi seluruh masyarakat sekolah. Kebijakan berikutnya memberikan pelayanan yang ada untuk seluruh peserta didik. Terakhir. kebijakan-kebijakan dalam penggunaan rokok, penyalahgunaan narkotika termasuk alkohol serta pencegahan segala bentuk kekerasan/pelecehan.

6. Bekerja keras untuk ikut atau berperan serta meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan cara memperhatikan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Cara lainnya berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat.

D. Peran Sekolah dalam Meningkatkan Kesehatan melalui Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Upaya mengembangkan “Sekolah Sehat” (Health Promoting School/HPS) melalui program UKS perlu disosialisasikan dan dilakukan dengan baik. melalui pelayanan kesehatan (yankes) yang didukung secara mantap dan memadai oleh sektor terkait lainnya, seperti partisipasi masyarakat, dunia usaha, dan media massa. Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran harus menjadi HPS, yaitu sekolah yang dapat meningkatkan derajat kesehatan warga sekolahnya. Upaya ini dilakukan karena sekolah memiliki lingkungan kehidupan yang mencerminkan hidup sehat. Selain itu, mengupayakan pelayanan kesehatan yang optimal, sehingga terjamin berlangsungnya proses pembelajaran dengan baik dan terciptanya kondisi yang mendukung tercapainya kemampuan peserta didik untuk beperilaku hidup sehat.

Semua upaya ini akan tercapai bila sekolah dan lingkungan dibina dan dikembangkan. Pembinaan lingkungan sekolah sehat dilakukan melalui pemeliharaan sarana fisik dan lingkungan sekolah, melakukan pengadaan sarana sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat, melakukan kerja sama dengan masyarakat sekitar sekolah yang mengandung lingkungan besih dan sehat, dan melakukan penataan halaman, pekarangan, apotik hidup dan pasar sekolah yang aman.

Upaya lain yang dilakukan dalam pembinaan lingkungan sekolah sehat dan promosi gaya hidup sehat melalui pendekatan life skills education atau pendidikan kecakapan hidup. Setiap individu akan mengalami kehidupan yang sehat fisik dan mentalnya apabila dapat menuntaskan tugas-tugas perkembangan sesuai dengan usianya. Implikasi tugas perkembangan ini terhadap pendidikan adalah bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan perlu disusun struktur kurikulum yang muatannya dapat memfasilitasi perkembangan kesehatan sebagai suatu kecakapan hidup (life skills).
Kecakapan hidup adalah kecakapan yang diperlukan untuk hidup. yang meliputi pengetahuan, mental, fisik, sosial, dan lingkungan untuk mengembangkan dirinya secara menyeluruh untuk bertahan hidup dalam berbagai keadaan dengan berhasil, produktif, bahagia, dan bermartabat. WHO atau World Health Organization mendefinisikan kecakapan hidup sebagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif. Selain itu, dapat membantu seseorang menarik keputusan yang tepat, berkomunikasi secara efektif, dan membangun keterampilan mengelola diri sendiri yang dapat membantu mereka mencapai hidup yang sehat dan produktif. Sedangkan UNICEF memberikan definisi tentang kecakapan hidup yang merujuk pada kecakapan psiko-sosial dan interpersonal yang dapat membantu orang untuk mengambil keputusan yang tepat, berkomunikasi secara effektif, memecahkan masalah, mengatur diri sendiri, dan mengembangkan sikap hidup sehat dan produktif.
Pendidikan kecakapan hidup didasarkan atas konsep bahwa peserta didik perlu learning to be (belajar untuk menjadi), learning to learn (belajar untuk belajar) atau learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to live with others (belajar untuk hidup bersama), dan learning to do (belajar untuk melakukan). Berdasarkan konsep ini, kecakapan hidup terbagi atas empat kategori yaitu kecakapan hidup personal learning to be), kecakapan hidup social (learning live with others), kecakapan hidup akademik (learning to learn/ learning to know), dan kecakapan hidup vokasional (learning to do).

Kecakapan personal (personal skill), meliputi kecakapan dalam memahami diri (self awareness skill) dan kecakapan berfikir (thinking skill). Bagi peserta didik mempraktekkan kecakapan personal penting untuk membangun rasa percaya diri, mengembangkan akhlak yang mulia, mengembangkan potensi, dan menanamkan kasih sayang dan rasa hormat kepada orang lain. Kecakapan sosial (social skill), meliputi kecakapan berkomunikasi (communication skill) dan kecakapan bekerja sama (collaboration skill). Mempraktekkan kecakapan sosial penting untuk membantu peserta didik mengembangkan hubungan yang positif, secara konstruktif mengelola emosi dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan yang menguntungkan masyarakat.

Kecakapan akademik (academic skill) atau kecakapan intelektual. Mempraktekkan kecakapan akademik penting untuk membantu peserta didik memperoleh kecakapan ilmiah, teknologi dan analitis yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam lembaga pendidikan formal dan tempat kerja. Kecakapan vokasional (vocational skill) atau kemampuan kejuruan terbagi atas kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill). Mempraktekkan kecakapan vokasional penting untuk membekali peserta didik dengan kecakapan teknis dan sikap yang dituntut oleh perusahaan atau lembaga yang menyediakan lapangan kerja.

Keempat jenis kecakapan hidup itu menghasilkan individu yang memiliki kesehatan jasmani dan rokhani, lahir atau bathin yang diperlukan untuk bertahan dalam lingkungan apa pun. Peserta didik memiliki kemampuan untuk memanfaatan semua sumber daya secara optimal, sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas hidupnya. Kecakapan hidup yang diperoleh oleh peserta didik melalui proses belajar bukan terjadi begitu saja, dapat dipraktekkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-harinya dengan diberi contohnya oleh guru, orang tua dan anggota masyakarat. Kecakapan hidup membantu peserta didik secara positif dan adaptif mengatasi situasi dan tuntutan hidup sehari-hari. Untuk itu sekolah mengembangan kecakapan hidup peserta didik antara lain menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bekerja sama dengan masyarakat menyediakan berbagai keperluan sekolah menciptakan dan meningkatkan kesehatan peserta didiknya, baik fisik maupun non fisik.

E. Program Pelaksanaan Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
1. Sarana dan Prasarana Kesehatan
Sarana dan prasarana kesehatan yang ada di ruang UKS antara lain:
a. Dipan lengkap dengan kasur, sprei, bantal dan sarung bantal
b. Almari obat yang berisi obat-obatan dan perawatan rawat luka
c. Timbangan beserta alat pengukur tinggi badan
d. Tensimeter, stetoskop dan termometer
e. Tandu
f. Wastafel dan kamar mandi

2. Kegiatan di ruang UKS
Kegiatan yang ada di ruang UKS adalah sebagai berikut:
a. Pelayanan kesehatan (rawat luka, mengukur tekanan darah, memberikan obat-obatan ringan)
b. Penimbangan BB dan pengukuran TB, LL
c. Pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan oleh petugas

3. Administrasi UKS
Segala kegiatan yang dilaksanakan dalam UKS ini dicatat dan dibukukan secara tertib dan teratur. Buku-buku administrasi tentang kegiatan UKS ini antara lain
a. Buku pemeriksaan kesehatan:
Buku ini berisi tentang nama siswa beserta keluhan dan obatnya. Buku pemeriksaan kesehatan diisi setiap hari, Namun siswa yang sakit tidak dicatat semua.
b. Buku daftar pasien
Buku daftar pasien berisi tentang daftar nama pasien yang sakit, kelas dan keterangan untuk minta obat, istirahat atau pulang.
c. Buku daftar absensi siswa sakit
Buku daftar absensi siswa sakit berisi daftar nama-nama siswa yang sakit setiap bulannya.
d. Buku rujukan siswa sakit
Buku ini digunakan jika ada siswa sakit yang tidak bisa ditangani di UKS, biasanya siswa dirujuk ke Rumah Sakit atau klinik terdekat.
e. Buku penerimaan barang
Buku ini memuat tentang daftar barang yang masuk di UKS baik yang berupa barang subsidi maupun mandiri.
f. Buku agenda surat masuk dan surat keluar
Buku agenda surat masuk berisi tentang surat yang masuk dan surat yang dikeluarkan oleh UKS.
g. Buku inventaris UKS
Buku inventaris UKS berisi tentang daftar barang yang ada di UKS.
h. Buku belanja obat
Buku ini berisi tentang obat yang baru dibeli beserta stok sebelumnya.
i. Buku permintaan surat dokter
Buku permintaan surat dokter berisi tentang daftar nama anak yang meminta surat dokter, baik surat keterangan sehat maupun surat keterangan sakit.
j. Buku pengukuran TB dan penimbangan BB
Buku ini berisi tentang hasil penimbangan BB dan pengukuran TB siswa kelas satu yang dilaksanakan setiap 4 bulan sekali.
k. Buku laporan kegiatan UKS
Setiap akhir semester dan setiap tengah semester UKS perlu membuat laporan semua kegiatan yang diadakan oleh UKS.
l. Buku tamu
Setiap tamu dari luar yang berkunjung ke UKS harus mengisi buku tamu yang disediakan.
Selain di buku, administrasi kegiatan UKS juga dibuat dalam bentuk agenda kegiatan yang ditempel di dinding dan juga data yang berupa; program tahunan kegiatan UKS, struktur organisasi dan alur pengobatan.

F. Sasaran Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS meliputi peserta didik sebagai sasaran primer, guru pamong belajar/tutor orang tua, pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan serta TP UKS di setiap jenjang sebagai sasaran sekunder. Sedangkan sasaran tertier adalah lembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah/TK/RA sampai SLTA/MA, termasuk satuan pendidikan luar sekolah dan perguruan tinggi agama serta pondok pesantren beserta lingkungannya. Sasaran lainnya adalah sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan. Sasaran tertier lainnya adalah lingkungan yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat sekitar sekolah.

Untuk belajar dengan efektif peserta didik sebagai sasaran UKS memerlukan kesehatan yang baik. Kesehatan menunjukkan keadaan yang sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan bagi peserta didik merupakan sangat menentukan keberhasilan belajarnya di sekolah, karena dengan kesehatan itu peserta didik dapat mengikuti pembelajaran secara terus menerus. Kalau peserta didik tidak sehat bagaimana bisa belajar dengan baik. Oleh karena itu kita mencermati konsep yang dikemukakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahwa salah satu indikator kualitas sumber daya manusia itu adalah kesehatan, bukan hanya pendidikan.

Ada tiga kualitas sumber daya manusia, yaitu pendidikan yang berkaitan dengan berapa lama mengikuti pendidikan, kesehatan yang berkaitan sumber daya manusianya, dan ekonomi yang berkaitan dengan daya beli. Untuk tingkat ekonomi Indonesia masih berada pada urutan atau ranking yang sangat rendah yaitu 108 pada tahun 2008, dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Kemajuan ekonomi suatu bangsa biasanya berkorelasi dengan tingkat kesehatan masyarakatnya. Semakin maju perekonomiannya, maka bangsa itu semakin baik pula tingkat kesehatannya. Oleh karena itu, jika tingkat ekonomi masih berada di urutan yang rendah, maka tingkat kesehatan masyarakat pada umumnya belum sesuai dengan harapan. Begitu pula dengan sumber daya manusianya yang diharapkan berkualitas masih memerlukan proses dan usaha yang lebih keras lagi.
G. Penerapan Konsep Berbudaya Hidup Sehat
Pendidikan kesehatan memiliki beberapa tujuan, yaitu memiliki pengetahuan tentang isu kesehatan, memiliki nilai dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat, memiliki keterampilan dalam pemeliharaan, pertolongan dan perawatan kesehatan, memiliki kebiasaan hidup sehat, mampu menularkan perilaku hidup sehat, peserta didik tumbuh kembang secara harmonis, menerapkan prinsip-prinsip pencegahan penyakit, memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar, memiliki kesegaran jasmani dan kesehatan yang optimal Tujuan pendidikan kesehatan tersebut akan tercapai dengan melakukan berbagai cara pelaksanaannya.

Cara melaksanakan pendidikan kesehatan di sekolah dilakukan melalui penyajian dan penanaman kebiasaan. Cara penyajian pendidikan lebih menekankan peran aktif peserta didik melalui kegiatan ceramah, diskusi, demonstrasi, pembimbingan, permainan, dan penugasan. Cara penanaman kebiasaan dilakukan melalui penugasan untuk melalukan cara hidup sehat sehari-hari dan pengamatan terus menerus oleh guru dan kepala sekolah. Keberhasilan pendidikan kesehatan ditentukan dengan adanya keteladanan dan dorongan dari kepala sekolah, guru, pegawai sekolah, dan orang tua. Keberhasilan itu juga ditentukan adanya hubungan guru dengan orang tua peserta didik, apa yang diberikan oleh guru di sekolah hendaknya juga didukung oleh orang tua di rumah.

Materi pendidikan kesehatan yang diajarkan di sekolah berbeda-beda disesuaikan dengan jenjang pendidikannya. Materi pendidikan itu antara lain demam berdarah, flu burung, pelayanan gizi, kesehatan gigi dan mulut, pengelolaan sampah, pengelolaan tinja, sarana pembuangan limbah, pengelolaan air bersih, penyediaan air bersih, air dan sanitasinya, pegenalan pada penyakit menular dan pencegahannya. Khusus untuk peserta didik SMP/MTs dan SMA/SMK/MA ditambah dengan kesehatan reproduksi, bahaya rokok dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika, obat terlarang, minuman keras, dan bahan-bahan yang berbahaya serta zat adiktif (NAPZA) dan HIV/AIDS.

UKS dilaksanakan mulai dari TK/RA sampai SLTA/MA, serta dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah/madrasah sampai pusat secara terkoordinasi baik antara sekolah dengan Tim Pembina, Tim Pembina UKS di bawahnya dengan yang di atasnya maupun antar sesama Tim Pembina UKS yang sejajar. Kegiatan UKS di lingkungan sekolah meliputi beberapa kegiatan, yang pertama adalah rapat koordinasi baik di tingkat pusat, propinsi, kabupaten serta tim Pembina. Semua dilakukan dengan mengundang para anggota tim Pembina UKS baik dari bidang kesehatan dalam negeri maupun dari pendidikan nasional. Kedua, memberikan bantuan peningkatan kualitas kesehatan madrasah, kemudian orientasi dokter kecil untuk MI, dan kader kesehatan remaja untuk MTs dan MA. Pembinaan UKS oleh TPUKS (Tim Pembina UKS) masih rendah dan belum merata. Pendidikan kesehatan berbasis kesehatan dengan program usaha kesehatan sekolah atau pelaksanaan sekolah sehat ini, diharapkan menjadi bagian dari pelaksanaan pendidikan, bukan hanya di madrasah tetapi juga di sekolah.

H. Penerapan Konsep Dasar Trias UKS
Ada tiga program pokok UKS yang sering disebut Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
1. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan yang meliputi pengetahuan tentang dasar-dasar hidup sehat; sikap tanggap terhadap persoalan kesehatan; latihan atau demonstrasi cara hidup sehat; penanaman kebiasaan hidup sehat; dan upaya peningkatan daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar.
Pendidikan kesehatan dilakukan secara intra kurikuler dan ekstra kurikuler. (1) Kegiatan intra kurikuler adalah melaksanakan pendidikan pada saat jam pelajaran berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendidikan ini tidak hanya diberikan pada saat mata pelajaran Pendidikan Jasmani saja, namun bisa juga secara integratif pada saat mata pelajaran lainnya disampaikan kepada peserta didik. (2) Kegiatan ekstrakurikuler adalah melaksanakan pendidikan di luar jam pelajaran yang dilakukan di sekolah atau di luar sekolah. Misalnya, melaksanakan penyuluhan tentang, gizi, narkoba, dan sebagainya terhadap peserta didik, guru dan orangtua. Melaksanakan pelatihan UKS bagi peserta didik, guru pembina UKS dan kader kesehatan. Melaksanakan pendidikan dan kebiasaan hidup bersih melalui program sekolah sehat.
2. Pelayanan kesehatan dilakukan secara komprehensif dan terpadu meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi. Promotif adalah peningkatan penyuluhan dan latihan keterampilan pelayanan kesehatan. Preventif adalah layanan kesehatan untuk mencegah sebelum timbulnya penyakit. Kuratif adalah penyembuhan penyakit yang diderita. Rehabilitasi adalah pemulihan pada keadaan kesehatan awal dari penyakit yang telah diderita. Pelayanan kesehatan lingkungan sekolah untuk menciptaan lembaga pendidikan yang dapat menunjang berlangsungnya proses pembelajaran.
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam bentuk pemeriksaan murid atau penjaringan kesehatan; pengobatan ringan dan P3K; pencegahan penytakit; penyuluhan kesehatan; pengawasan warung sekolah; perbaikan gizi; pencatatan dan pelaporan penyakit; dan rujukan kesehatan.
3. Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat baik fisik, mental maupun sosial yang meliputi pelaksanaan 5K; pembinaan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan; dan pembinaan kerja sama antar masyarakat sekolah (guru, murid, pegawai sekolah, orang tua murid, dan masyarakat sekitar sekolah).

Pada pelaksanaan Trias UKS di lapangan nampaknya dapat dijalankan secara saling berhubungan erat dan saling menunjang satu dengan lainnya.
Adapun pelaksanaan Trias UKS di lapangan dapat berupa:
1. Peningkatan sarana dan prasarana UKS sehingga ruang UKS, perlengkapan, bahan dan menejemen UKS sesuai dengan ketentuan misalnya tata ruang UKS dan yang memenuhi syarat kesehatan, menejemen dan administrasi UKS yang tertib.
2. Penyuluhan kesehatan bagi warga sekolah baik saat upacara (amanat pembina upacara oleh tenaga kesehatan) maupun penyuluhan kesehatan terjadwal lainnya yang oleh tenaga kesehatan, penceramah agama atau ahli lainnya yang berhubungan dengan kesehatan fisik, mental dan sosial.
3. Pelatihan dokter remaja.
4. Penyuluhan dan pengawasan warung sehat bagi pemilik warung sekolah yang dapat dilaksanakan sekali atau dua kali sebulan.
5. Pelayanan kesehatan oleh dokter remaja untuk pengobatan ringan dan P3K.
6. Pengadaan klinik sekolah yang dilayani oleh tenaga medis dan para medis dari Puskesmas pembina UKS setempat. Klinik sekolah dibuka sekali seminggu antara pukul 10.00 – 12.00 WITA. Klinik sekolah dapat pula dibuka lebih dari satu kali seminggu.
7. Penjaringan kesehatan dapat dilakukan setahun sekali atau dengan intensitas yang lebih sering. Penjaringan kesehatan dapat berupa pemeriksaan golongan darah, tes buta warna, gizi, kesehatan gigi, kulit, THT, dan lain-lain. Hasil penjaringan kesehatan dapat menunjukkan kondisi dan tingkat kesehatan peserta didik.
8. Setiap pelayanan kesehatan oleh UKS perlu pencatatan dalam buku khusus.
9. Bagi siswa yang mengalami sakit cukup serius yang tidak dapat ditangani oleh dokter remaja UKS maka perlu dirujuk ke puskesmas atau ke rumah sakit setempat.
10. Pelaksanaan 5K yang dikoordinir oleh tim khusus dapat menunjang tercapainya 5K di sekolah tersebut. Keberhasilan pelaksanaan 5K sangat ditunjang juga dengan lomba 5K antar kelas.
11. Pembuatan toga (tanaman obat keluarga) atau apotik hidup dalam rangka menambah pengetahuan dan penyediaan tanaman obat agar dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
12. Usaha-usaha lainnya yang turut menunjang UKS dapat berupa partisipasi warga sekolah untuk mengikuti berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan seperti penataran dan pelatihan guru pembina UKS, seminar kesehatan bagi guru dan lomba yang berhubungan dengan kesehatan bagi siswa.

I. Evaluasi Program Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Kesehatan merupakan salah satu hal sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia, sehat merupakan modal utama untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan mempunyai etos kerja yang tinggi. Salah satu upaya pemerintah adalah memasukkan pendidikan kesehatan di sekolah, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat lanjutan dengan membentuk kebiasaan hidup sehat para siswa melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).UKS yang baik diawali dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Jika salah satu program tidak terlaksana maka akan mempengaruhi program yang lainnya. Program kerja UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Agar kegiatan UKS tetap terlaksana, maka diadakanlah lomba UKS.

J. Tindak Lanjut
Menindaklanjuti hasil evaluasi program dengan perbaikan, pengadaan, dan kemajuan pelaksanaan program.

Daftar Pustaka
Departemen Kesehatan. 2008. Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan di Sekolah. Jakarta: Departemen Kesehatan.
Departemen Kesehatan. 1992.Undang Undang tentang Kesehatan Sekolah. Jakarta: Departemen Kesehatan ( pasal 45 )
Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri
Dalam Negeri. Nomor 26 Tahun 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah.
Sumantri, M. 2007. Pendidikan Wanita. Dalam Ali, M., Ibrahim, R., Sukmadinata, N.S., dan Rasjidin, W.
(Penyunting). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan: Handbook.. Bandung: Pedagogiana Press
Lampiran

Contoh Program UKS
PROGRAM UKS SD NEGERI ...............
KECAMATAN ..............
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Untuk mencapai tujuan Pembangunan Nasional dan mewujudkan cita-cita bangsa dan negara sesuai dengan amanat UUD 1945 diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk membentuk sumber daya manusia yang baik tentu dibutuhkan kualitas pendidikan yang semakin hari semakin maju.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut SD NEGERI ............... melakukan berbagai usaha dan kegiatan, salah satu diantaranya adalah (Usaha Kesehatan Sekolah) disingkat UKS. Hal ini erat kaitannya dengan pelaksanaan belajar siswa di sekolah. Karena tanpa kesehatan yang baik siswa tidak akan dapat mengikuti proses belajar di sekolah dengan baik.
Usaha Kesehatan Sekolah di SD NEGERI ............... dalam tahun ajaran 2019/2020 telah diprogramkan beberapa kegiatan yang bertujuan meningkatakan pelayanan kesahatan kepada siswa yang membutuhkan, setidaknya penanganan pada tingkat pertama (pertolongan pertama).
Peningkatan kesehatan sekolah bertujuan menempuh kesadaran serta kebiasaan hidup sehat, memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat serta berpartisipasi aktif dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah, dirumah maupun di lingkungan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu disusun program kegiatan UKS SD NEGERI ............... kecamatan .............. Tahun Pelajaran 2019/2020.

B. PENGERTIAN
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah suatu usaha dan kegiatan yang dilakukan pihak sekolah untuk memberikan pelayanan kepada siswa yang membutuhkan pelayanan kesehatan pada tingkat pertama (pertolongan pertama)

C. PEMBIAYAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan UKS sumber dana diperoleh dari:
1. Dana BOS
2. Dana …….

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah, meliputi:
Ä Pendataan
Ä Penyuluhan
Ä Pemeriksaan Kesehatan
Ä Tindak Lanjut (Evakuasi ke Puskesmas)
Ä Laporan
Pelaksanaan kegiatan diadakan di sekolah pada awal tahun ajaran baru dan tengah tahunan (pemeriksaan periodik 6 bulanan) disamping itu untuk kegiatan sehari-hari juga mengadakan pelayanan kesehatan.

E. MASALAH DAN PEMECAHANNYA
Masalah:
1. Setiap hari ada siswa yang sakit (sakit ringan)
2. Tidak semua dirujuk di Puskesmas
3. Bila yang sakit lebih dari satu, ruangan UKS tidak memenuhi syarat.
Pemecahan Masalah:
1. Pertolongan pertama diberikan bantuan obat-obatan ringan sesuai dengan kebutuhan
2. Bila sakitnya parah baru diberi surat rujukan ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat
3. Yang sakitnya agak berat diperbolehkan di ruangan UKS atau berobat di Puskesmas


II. DASAR
1.              Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Pokok-pokok kesehatan
2.              Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3.    Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, MenteriAgama, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 1/U/SKB/2003, Nomor:1067/Menkes/SKB/VII/2003, Nomor: MA/230A/2003 dan Nomor: 26 Tahun 2003tanggal 23 Juli 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha KesehatanSekolah

III. TUJUAN
Kegiatan UKS mempunyai tujuan :
1.              Tujuan umum
Peningkatan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sertamenciptakan lingkungan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukanmanusia Indonesia seutuhnya.
2.              Tujuan khusus
Untuk membentuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatanpeserta didik, yang didalamnya mencakup:
a. Peningkatan pembinaan dan bimbingan teknis pelaksanaan kegiatan UKS di SD NEGERI ...............
b. Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsiphidup sehat, serta berpartisipasi  aktif   didalam upaya peningkatan kesehatan disekolah dan lingkungan masyarakat
c.   Sehat, baik dalam arti fisik, mental maupun social
d.   Memiliki daya hayat, dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk penyalahgunaannarkotik, obat dan bahan berbahaya alkohol, rokok dan sebagainya.

IV. SASARAN
Sasaran UKS di SD NEGERI ............... adalah peserta didik dari kelas satu sampai kelas enam dan lingkungan sekolah.

V. PROGRAM KEGIATAN UKS
Jenis kegiatan UKS dikelompokan menjadi tiga, yaitu kegiatan yang berkaitandengan lingkungan hidup, kegiatan yang berkaitan dengan kebersihan diri dan kegiatanyang berkaitan dengan pendidikan kesehatan. Bagian-bagian jenis kegiatan tersebuttermasuk dalam program kegiatan UKS sebagai berikut:

 

PELAKSANAAN

KET

 

A. PENDIDIKAN KESEHATAN

1. Informasi layanan UKS

2. Memerikasa kebersiha badan, pakaian dan alat tulis sekolah

3. Menyiapkan air minum yang bersih dan dimasak

4. Memeriksa kebersihan warung sekolah

5. Memerikasa kebersihan kelas dan halaman

6. Menyediakan air cuci tangan dan serbet

7. Mengadakan penyuluhan tentang hidup sehat (perbaikan gizi remaja, narkoba warung sekolah dan masa puber)

Setiap hari

Setiap hari

Setiap hari

Setiap hari

Setiap hari

Setiap hari

Setiap hari

 

B. PELAYANAN KESEHATAN

1. Penyaringan / Sceening terhadap warga sekolah (siswa, guru dan karyawan)

2. Menimbang Tinggi Badan / Berat Badan

3. Memeriksa grafik anak sehat

4. Menginventaris alat UKS

5. Memeriksa murid yang sehat

6. Mengobati anak yang sakit

7. Mengobati dan menganjurkan anak yang sakit untuk berobat ke Puskesmas / Rumah Sakit

8. Memeriksakan anak yang sakit ke Puskesmas / Rumah Sakit

9. Mengisi data UKS

10. Merekap absen yang sakit

11. Pemberantasan dan pencegahan penyakit (kecacingan, diare, demam berdarah, TT)

1 bulan sekali

6 bulan sekali

1 tahun sekali

1 tahun

6 bulan

Setiap hari

Setiap hari

Setiap hari

Setiap hari

6 bulan sekali

Setiap waktu

1 minggu sekali

1 bulan sekali

6 bulan sekali

 

PEMBINAAN LINGKUNGAN KEHIDUPAN SEKOLAH SEHAT

1. Pembinaan lingkungan sekolah

a. Lingkungan fisik mental

b. Lingkungan mental sosial

2. Pembinaan lingkungan keluarga

a. Meningkatkan pengetahuan orang tua dalam hal kesehatan

b. Meningkatkan kemampuan dan partisipasi orang tua dalam melaksanakan hidup sehat

3. Pembinaan masyarakat sekitar

a. Pembinaan dengan cara pendekatan kemasyarakat oleh Kepala Sekolah / guru pembina UKS

b. Penyelenggaraan Ceramah

Setiap Upacara

Bendera / kegiatan keagamaan

3 bulan

3 bulan

C. .

1.

2.

3.

4.

Lingkungan Hidup

Kebersihan kelas/ruangan

Kebersihan halaman

Penataan taman

Pengaturan sanitasi

 

Lingkungan sekolah

Lingkungan sekolah

Lingkungan sekolah

Lingkungan sekolah.

 

Setiap hari

 

 

D. .

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Kebersihan Diri

Pemeriksaan gigi

Pemeriksaan rambut

Pemeriksaan kuku

Pemeriksaan mata

Pemeriksaan telinga

Pemeriksaan pakaian

Pemeriksaan umum

 

 

Kelas I-VI

Kelas I-VI

Kelas I-VI

Kelas I-VI

Kelas I-VI

Kelas I-VI

Kelas I-VI

 

 

Diatur sesuai dengan jadwal kegiatan pembiasaan

 

 

E. .

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Pendidikan Kesehatan

Penyuluhan dokter kecil

Penyuluhan kesehatan

Penyuluhan UKGS

Penyuluhan gizi

Penyuluhan dan latihan PPPK

Penyuluhan umum

 

 

Kelas I-VI

Kelas I-VI

Kelas I-VI

Kelas I-VI

Kelas I-VI

Kelas I-VI

 

 

Dilaksanakan secara berkala dan terprogram oleh pembina UKS

 

 

Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:
 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top