PROGRAM LAYANAN KHUSUS "LABORATORIUM" UNTUK SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, PESANTREN

PROGRAM LAYANAN KHUSUS "LABORATORIUM" UNTUK SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, PESANTREN 
sebuah institusi pendidikan dalam pencapaian tujuannya sangat didukung oleh berbagai komponen. Salah satunya adalah Laboratorium. Memberikan pelayanan kepada peserta didik untuk melakukan kegiatan praktikum, penelitian dan kegiatan pembelajaran di laboratorium. Work-Based experimen ( belajar sambil bekerja ), merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat mengesan bagi siswa/peserta didik. Mereka akan lebih teringat dan mememori sangat kuat dalam ingatan.
Hal ini sejalan dengan amanat yang dikehendaki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II pada pasal 3 bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat dan berilmu, cakap dan kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
PROGRAM LAYANAN KHUSUS "LABORATORIUM" UNTUK SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, PESANTREN
Manajemen layanan khusus di suatu sekolah merupakan bagian penting dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien. Sekolah merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dari penduduk bangsa Indonesia. Sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dan tugas untuk mlaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu penegetahuan dan teknologi saja, melainkan harus menjaga dan meningkatkan kesehatan baik jasmani maupun rohani peserta didik.

Peningkatan layanan khusus kepada siswa hendaknya sekolah melengkapi dengan berbagai layanan misalnya (1) Layanan Bimbingan dan Konseling, (2) Layanan Perpustakaan, (3) Layanan Kantin/Kafetaria (4) Layanan Kesehatan, (5) Layanan Transportasi Sekolah, (6) Layanan Asrama. (7) Layanan Transportasi, (8) Layanan Keamanan Dan Parkiran (9) Layanan Laboratorium
Pelaksanaan Layanan Khusus mengacu pada PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS silahkan download 

Berikut contoh Program Layanan Khusus Laboratorium sekolah/pesantren
PROGRAM LAYANAN KHUSUS LABORATORIUM

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Illahi Rabbi, yang telah memberikan nikmat, taufik serta hidayahnya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan Program Kerja ini tepat pada waktunya.
Program Kerja ini disusun sebagai upaya untuk menertibkan administrasi laboratorium serta dipergunakan untuk pengajuan kebutuhan kelengkapan alat laboratorium pada tahun pembelajaran 2019/2020pada khususnya dan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan pada umumnya.
Penyusunan program kerja ini dibuat dengan mengacu kepada kurikulum 2013 dari mulai Landasan Program dan Pengembangan, serta Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Laboratorium. Di dalamnya memuat penjelasan singkat untuk Tahun Pembelajaran 2019/2020, yaitu tentang :
1.     Pelaksanaan Kegiatan Laboratorium
2.     Rincian Tugas Pengelola Laboratorium
3.     Jadwal Kegiatan Laboratorium
4.     Data Inventaris dan Rincian Kebutuhan Kelengkapan Alat Laboratorium
Demikian Program Kerja ini kami susun, dengan harapan dapat dijadikan pedoman bagi semua pihak yang terkait dalam kegiatan ini.

BAB I PENDAHULUAN
Salah satu usaha untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional di atas yang perlu dilakukan adalah pemantapan pelaksanaan laboratorium. Program Penyelenggaraan laboratorium yang disusun harus memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu salah satu fungsi praktek adalah melatih siswa untuk menggunakan metode ilmiah dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Melalui kegiatan laboratorium juga ketrampilan proses sebagai salah satu pendekatan belajar mengajar dapat dilaksanakan secara maksimal.

Laboratorium  dan praktikum telah menjadi bagian penting untuk mendukung kurikulum dan telah memberikan banyak manfaat bagi guru dalam mengajarkan pelajaran agama, sains, Bahasa, budaya, tekhnologi, dan keterampilan kepada siswa. Pembelajaran menuntut untuk melakukan percobaan dan penelitian guna mencari jawaban dari berbagai fenomena-fenomena yang terjdi dilingkungan dan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kurikulum 2013 menuntut pembelajaran yang berbasis eksperiment dan didasari atas pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana kejadian-kejadian alam berlaku. Kajian tersebut juga erat kaitannya dengan komposisi, struktur dan sifat, transformasi, dinamika dan energetika zat yang merupakan bagian dari alam itu sendiri. Dalam pembelajaran di sekolah, semua ilmu merupakan sebuah produk yang mencakup pengetahuan, fakta, teori, prinsip dan hukum serta temuan saintis dan proses. Sehingga dalam penerapan dan penilaiannya mesti mempertimbangkan karakteristik ilmu dan proses kerja untuk menemukan sendiri sebuah konsep ilmiah berdasarkan suatu proses pengalaman, pengamatan, analisis, pembuktian dan menarik kesimpulan dari suatu objek atau kejadian.

Karenanya layanan khusus laboratorium sangat ditekankan untuk diberdayakan dan dilaksanakan oleh setiap instansi/lembaga pendidikan formal maupun non formal.

A. Pengertian Laboratorium Sekolah
Salah satu sarana penunjang pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah adalah laboratorium sekolah. Laboratorium ini sangat banyak ragamnya, bergantung pada jurusan yang ada di sekolah tersebut. Di laboratorium ini peserta didik dapat melaksanakan praktek dan menentukan sebuah konsep melalui eksperimentasi, meneliti, membuktikan teori-teori yang didapatkan di buku, pengalaman dan sebagainya. Dengan demikian peserta didik akan mempunyai keyakinan yang mendalam bahwa apa yang ia dapatkan secara teoritik memang dapat dibuktikan secara empirik.

Berikut ini ada beberapa definisi tentang laboratorium sekolah:
1. Laboratorium adalah tempat melakukan percobaan dan penyelidikan. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka, misalnya kebun. Dalam pengertian yang terbatas Laboratorium ialah suatu ruangan yang tertutup tempat melakukan percobaan dan penyelidikan.
2. Laboratorium adalah suatu ruangan tempat melakukan kegiatan praktek atau penelitian yang ditunjang oleh adanya seperangkat alat-alat Laboratorium serta adanya infrastruktur Laboratorium yang lengkap
3. Pada konteks proses belajar mengajar sains di sekolah-sekolah seringkali istilah Laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu suatu ruangan yang didalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum
4. Menurut Ali Imron (1994: 177) Laboratorium adalah suatu tempat baik tertutup maupun terbuka yang dipergunakan untuk melakukan penyelidikan, percobaan, pemratekkan, pengujian, dan pengembangan. Laboratorium sekolah adalah sarana penunjang proses belajar mengajar baik tertutup maupun terbuka yang dipergunakan untuk melaksanakan dan bahkan pembakuan. Laboratorium ini bisa terbuka dan bisa tertutup. Laboratorium terbuka misalnya kebun percobaan di sekolah, kolam sekolah, masyarakat sekitar lingkungan sekolah. Sedangkan yang tertutup adalah yang umumnya dibatasi oleh empat dinding atau di dalam gedung dan tidak tidak dapat dilihat secara bebas dari luar.
5. Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode praktikum yang dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana siswa berisi teraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari jadi suatu laboratorium sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan mutu serta sistem pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam (http://smileboys.blogspot.com/2008/05/pengertian-laboratorium.html)
6. Dari definisi operasional, laboratorium merupakan perangkat kelengkapan akademik di luar laboratorium dan studio, seperti seminar, diskusi kelompok, panel dan panel forum, debat, dan sebagainya. Laboratorium tidak hanya berupa sebagai tempat untuk melakukan kegiatan, tetapi termasuk juga personil dengan kualifikasi yang meliputi keahlian, keterampilan, serta wawasan yang luas yang menjangkau hari depan dan kemampuan mengadakan transaksi sosial yang tinggi.
7. Laboratorium ialah suatu tempat dilakukannya percobaan dan penelitian. Tempat ini dapat merupakan ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka, atau kebun. Dalam pengertian yang terbatas, laboratorium adalah suatu ruangan yang tertutup di mana percobaan/eksperimen dan penelitian dilakukan.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa laboratorium sekolah adalah suatu tempat baik tertutup maupun terbuka  yang digunakan untuk melakukan percobaan dan penyelidikan,  ataupun kegiatan praktek yang dilengkapi dengan seperangkat alat-alat dan bahan praktikum  yang dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana siswa berisi teraksi dan beraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi, mengeksperimen, menerapkan, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri secara nyata.

B. Masalah dan Kebutuhan Laboratorium di Sekolah.
Dalam mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah peserta didik banyak mempelajari konsep-konsep, teori-teori, mengujicobakan sesuatu, mempraktekkan sesuatu, dan bahkan menirukan sesuatu serta mengecek kebenaran sesuatu. Hal demikian tidak akan cukup manakala sekedar dilaksanakan di ruangan kelas yang segalanya serba terbatas. Oleh karena itu, diperlukan sarana penunjang yang disebut dengan laboratorium.

1. Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber daya manusia yang dimaksud adalah sumber daya pengelola laboratorium, yang terdiri dari kepala laboratorium, teknisi, dan laboran. Tugas dan wewenang ketiganya mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 24 Tahun 2007, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 26 Tahun 2008, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dan .Pedoman PK Guru dengan Tugas Tambahan Kepala Laboratorium/Bengkel Sekolah/Madrasah.

Pada kenyataannya, banyak terjadi kepala laboratorium masih melakukan banyak tugas lain. Padahal untuk kepala laboratorium sendiri sudah dihargai 12 jam.  Berdasarkan pengalaman, kalau dihitung 12 jam tersebut tidaklah cukup. Apalagi untuk menyiapkan perangkat-perangkat laboratorium yang sebelumnya belum ada.
Demikian juga, jika tenaga laboran atau teknisi sekedar diambilkan dari  staff TU, misalnya. Seringnya akan terjadi bentrok tugas di antara sebagai laboran atau teknisi dengan sebagai staff TU.

2. Anggaran yang besar untuk perawatan laboratorium
Anggaran yang sangat minim menjadi kendala yang cukup berat, karena perawatan dan pengadaan sarana dan prasarana laboratorium yang membutuhkan biaya besar.

3.. Keterbatasan sarana dan prasarana
Bantuan berupa gedung laboratorium maupun peralatannya dari pemerintah sangat terbatas, sementara apabila sekolah mengadakan sendiri sangat berat biayanya, swhingga masih banyak sekolah-sekolah yang peralatan laboratoriumnya  kurang dan seadanya serta tidak berada disatu tempat/ruangan, karena tidak mempunyai ruang laboratorium.

4. Lemahnya Administrasi
Masalah administrasi terkait langsung dengan ketersediaan tenaga administrasi di laboratorium, khususnya kepala laboratorium. Pengangkatan kepala laboratorium yang dihargai setara dengan 12 jam mengajar, diharapkan administrasi laboratorium dapat disusun dengan rapi dan lengkap. Tetapi sayangnya, petugas yang diangkat adalah seorang guru yang sebenarnya tugas pokoknya bukanlah sebagai petugas laboratorium, sehingga tidak bisa maksimal dalam mengurus administrasi laboratorium. Sementara pemerintah sangat minim/sedikit dalam mengangkat petugas laboratorium.

5. Perkembangan ICT sangat pesat 
Perkembangan ICT sangat pesat. Hal ini bisa ditandai dengan merebaknya konten-konten multimedia yang begitu menarik, baik melalui internet, iklan, surat kabar, majalah, bahkan iklan-iklan di pinggir jalan.
Dengan begitu banyaknya konten seperti itu, perlu dipertanyakan kembali apakah sumber belajar (buku, lks) masih relevan pada saat sekarang. Dipungkiri atau tidak, sebagai guru atau pemerhati pendidikan seharusnya bukan sekedar melarang siswanya mengakses konten-konten “sampah”, terutama melalui internet. Tetapi, mari bersama-sama membuat konten-konten “tandingan” yang akan membuat siswa lebih tertarik pada konten yang kita buat. Konten tersebut bisa dalam bentuk presentasi pembelajaran, multimedia pembelajaran, e-book interaktif, game edukasi dan lain-lain dan di internet yang dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan maupun riset.

Sebagai contoh, Peserta didik yang ingin mengenal lebih jauh mengenai bahasa pemrograman komputer, tentu tidak cukup sekedar diceritai oleh gurunya mengenai bahasa tersebut, melainkan harus mempraktekkannya sekaligus di laboratorium. Peserta didik yang ingin dapat menuturkan kata atau kalimat-kalimat bahasa asing dari penutur aslinya, tentu juga tidak efisien kalau setiap mata pelajaran bahasa senantiasa menghadirkan penutur aslinya. Laboratorium tampaknya bisa mengatasi hal demikian melalui penyetelan seperangkat alat dimana penutur asli tersebut menuturkan kata atau kalimat, bahkan menyuruh peserta didik untuk menirukan.

C. Tujuan dan Fungsi Laboratorium Sekolah
Tujuan umum dari Laboratorium sekolah adalah sebagai layanan khusus yang diberikan sekolah kepada siswa untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sedangkan tujuan secara khususnya adalah sebagai berikut:
1. Menunjang penguasaan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru
2. Memupuk keberanian pribadi sesuai dengan hak dan hakekat kebenaran dalam segala aspek yang terdapat dalam lingkungan hidupnya
3. Melatih dan mengembangkan keterampilan guru dan siswa dalam mengembangkan profesianya
4. Melatih dan membiasakan siswa belajar secara inovatif baik secara individual maupun kelompok

Secara umum, fungsi laboratorium sekolah yaitu sebagai sumber belajar dan mengajar, sebagai metode pengamatan dan metode percobaan, sebagai prasarana pendidikan atau sebagai wadah dalam proses belajar mengajar.
Sedangkan fungsi laboratorium secara khusus adalah sebagai berikut:
1. Alat atau tempat untuk menguatkan atau memberikat kepastian informasi
2. Alat atau tempat untuk menentukan hubungan sebab akibat
3. Alat atau tempat untuk membuktikan benar tidaknya (vertifikasi) faktor-faktor atau gajala-gejala tertentu
4. Alat atau tempat untuk mempraktekkan sesuatu yang diketahui
5. Alat atau tempat untuk mengembangkan keterampilan
6. Alat atau tempat untuk untuk memberikan latihan
7. Alat atau tempat untuk membentuk siswa belajar menggunakan metode ilmiah dalam pemecahan masalah
8. Alat atau tempat untuk melanjutkan atau melaksanakan penelitian perseorangan atau kelompok

D. Jenis-Jenis Laboratorium Sekolah
Macam-macam laboratorium di sekolah sangat bergantung pada jumlah jurusan yang ada di sekolah dan kemampuan sekolah untuk menyediakan peralatannya. Pada sekolah-sekolah yang lebih banyak jurusannya, tentu lebih banyak membutuhkan laboratorium dibandingkan sekolah yang sedikit jurusannya. Berikut ini ada beberapa jenis laboratorium sekolah diantaranya:

1. Laboratorium Keagamaan
Laboratorium Agama Islam dilengkapi dengan sarana dan fasilitas yang membawa peserta didik untuk lebih menghayati agama, misalnya vidio yang bernafaskan keagamaan, musik dan nyanyian keagamaan, sya’ir, puisi keagamaan, alat-alat peraga keagamaan dan lain sebagainya yang merangsang emosional keberagamaan peserta didik

2. Laboratorium Kesenian
Laboratorium seni dan desain  merupakan  sumber belajar yang berkaitan dengan kesenian, kebudayaan, dan aplikatif terhadap praktikum.

3. Laboratorium Komputer
Laboratorium Komputer merupakan salah satu komponen Instrumental Input dalm melaksankan prosses belajar mengajar yang efektif yang urgensinya sangat dominan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan pada umumnya yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan mutu lulusan yang optimal.

4. Laboratorium IPA
Pada sekolah-sekolah yang mempunyai jurusan IPA, tentu membutuhkan laboratorium IPA. Laboratorium IPA ini mempunyai sub-sub laboratorioum biologi, fisika, dan kimia. Oleh karena itu di dalam prakteknya antara masing-masing sub ini sering kali tidak dapat dipisahkan. Antara satu sub dengan sub yang lain saling membutuhkan.

Alat laboratorium IPA merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium IPA yang dapat dipergunakan berulang – ulang. Contoh alat laboratorium IPA : pinset, pembakar spiritus, thermometer, stopwatch, tabung reaksi, gelas ukur jangka sorong dan mikroskop. Alat yang digunakan secara tidak langsung di dalam praktikum merupakan alat bantu laboratorium, seperti tang, obeng, pemadam kebakaran dan kotak Pertolongan Pertama.

Bahan di laboratorium IPA merupakan zat kimia yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium IPA yang bersifat habis pakai. Bahan kimia ada yang padat, cair maupun gas. Contoh bahan di laboratorium yang berbentuk padat: NaOH, Garam dapur (NaCl), amilum, serbuk besi, kapur (CaCO3) dan organ tumbuh-tumbuhan (daun, bunga, akar, dll).

Ruang laboratorium IPA berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kagiatan pembelajaran IPA secara praktik yang memmerlukan peralatan khusus. Berdasarkan Permendiknas RI No. 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana, laboratorium IPA harus memiliki sarana diantaranya kursi, meja peserta didik, meja demonstrasi, meja persiapan, lemari alat, lemari bahan, bak cuci, mistar, jangka sorong, timbangan, stop watch, roll meter, termometer, gelas ukur, massa logam, multimetor AC/DC, batang magnet, globe, model tata surya, garpu tala, bidang miring, dinamo meter, katrol tetap, katrol bergerak, balok kayu, percobaan muai panjang, percobaan ragkaian listrik, gelas kimia, model molekul sederhana, pembakar spiritus, cawang penguapan, kaki tiga, plat tetes, pipet tetes + karet, mikroskop monokuler, kaca pembesar, poster genetika, model kerangka manusia, model tubuh manusia, gambar/model pencernaan manusia, gambar atau model sistem peredaran darah manusia, gambar/model sistem pernafasan manusia, gambar/model jantung manusia, gambar/model mata manusia, gambar/model telinga manusia, gambar/model tenggorokan manusia, petunjuk percobaan, papan tulis, kotak kontak, alat pemadam kebakaran, peralatan P3K, tempat sampah, dan jam dinding.

5. Laboratorium Budaya
laboratorium seni budaya merupakan suatu bentuk sarana bagi peningkatan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya yang memiliki kelebihan dimana dapat dipertunjukkan seni dan budaya sekaligus dapat berfungsi sebagai bioskop mini (mini teater) serta dapat digunakan untuk kegiatan berkesenian di bidang seni rupa.

6. Laboratorium IPS
Pada sekolah-sekolah yang mempunyai jurusan IPS dan bahasa, membutuhkan laboratorium IPS dan bahasa. Pada laboratorium IPS, dapat terdiri dari sub-sub laboratorium geografi, kapendudukan, sejarah, ekonomi, dan bahkan perkantoran, sedangkan laboratorium bahasa terdiri dari sub-sub laboratorium bahasa yang dipelajari di sekolah tersebut, baik bahasa Indonesia, Daerah, maupun bahasa asing.
Pada saat ini sekolah-sekolah banyak yang mempunyai laboratorium komputer sebagai pusat sumber belajar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Laboratorium IPS merupakan tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran IPS secara praktik yang memerlukan peralatan khusus.

7. Laboratorium Bahasa
Pengertian laboratorium bahasa adalah sebuah laboratorium yang dibuat untuk mempermudah penyampaian materi apapun di sebuah ruangan, pada umumnya digunakan untuk materi bahasa, baik bahasa inggris, bahasa Indonesia, bahasa asing lainnya. Sedangkan menurut Artikel Pendidikan Network sebuah Laboratorium bahasa mengacu kepada seperangkat peralatan elektronik audio video yang terdiri atas instructor console sebagai mesin utama, dilengkapi dengan repeater language learning machine, tape recorder, DVD Player, video monitor, headset dan students booth yang dipasang dalam satu ruang kedap suara. Banyak sekali komponen yang ada di dalam ruangan lab bahasa, dan sebagaian besar adalah perlengkapan elektronik yang terintegrasi sehingga menjadi sebuah kesatuan. Selain itu terdapat juga perlengkapan lain yang tidak kalah penting, misanya karpet dan meja laboratorium bahasa

BAB II LAYANAN KHUSUS LABORATORIUM DI SD/MI....SMP....SMA....PESANTREN....
A. Perencanaan Program Laboratorium Sekolah
1. Analisis Masalah
A Fasilitas 
1 Kondisi ruang laboratorium kurang memadai
2 Tidak tersedianya alat-alat yang lengkap
3. Tidak tersedianya bahan-bahan paktikum yang lengkap
4. Tidak adanya petugas khusus laboratorium

B. Kurikulum
Alokasi waktu untuk praktikum tidak mencukupi kalaupun diperbanyak waktunya juga akan berakibat pada beberapa aspek terutama biaya.

C. Pembiayaan
Tidak adanya anggaran pembiayaan dan perawatan laboratorium yang cukup/masih sangat kurang.

D Pelaksanaan 
1. Kurangnya kesiapan laboran dalam mempersiapkan alat dan bahan praktikum
2. Kurangnya kesiapan guru dalam membimbing kegiatan praktikum di laboratorium
3. Kesiapan guru untuk melakukan kegiatan praktikum
4. Guru tidak mampu menyusun LKS untuk kegiatan praktikum

2. Rencana Pelaksanaan Layanan Khusus Laboratorium Di SD/MI….
Untuk perencanaan program laboratorium perlu dilakukan pengadaan gedung dan juga pengadaan alat dan bahan. Pengadaan gedung harus memperhatikan tata letak laboratorium diantaranya:
1. Lokasi dan ukuran.
Syarat umum lokasi :
a. Tidak terletak di arah angin,yaitu untuk menghindari polusi terhadap kamar lain
b. Mempunyai jarak cukup jauh terhadap sumber air, untuk menghidari pencemaran air.
c. Mempunyai saluran pembuangan tersendiri untuk menghindari pencemaran penduduk.
d. Mempunyai jarak cukup jauh terhadap bangunan lain untuk memberikan ventilasi yang cukup dan penerangan alami yang optimum.
e. Terletak pada bagian yang mudah dikontrol

2. Luas Ukuran Laboratorium
Untuk 40 orang siswa ukuran laboratorium yang baik : lebar 8-9 meter dan panjang 11-12 meter atau untuk setiap siswa digunakan lebih kurang 2,5 m2.
Selain itu dalam perencanaan program laboratorium yang harus dilakukan adalah pengadaan alat dan bahan untuk pengadaan alat-alat laboratorium diperoleh dari:
a. Proyek penyediaan fasilitas laboratorium sekolah Diknas.
b. Dari pembelian sekolah.
Sebelum pembelian alat dan bahan laboratorium perlu dipikirkan hal-hal yang berikut :
a. Percobaan apa yang akan dilakukan
b. Alat/bahan apa yang akan dibeli
c. Pengetahuan tentang penggunaan alat yang dibeli
d. Adanya dana
e. Jenis ukuran alat/bahan yang akan dibeli
f. Prosedur pembelian
g. Pelaksanaan pembelian

Adapun fasilitas laboratorium terdiri dari sebagai berikut:
a. Perabot, yang terdiri dari meja, kursi, bangku, rak, alat, dan bahan
b. Perkakas yang terdiri dari pisau, sabit, bendo, berang, gunting, palu, obeng, pelubang, gergaji, gabung, kikir, pengungkit, pemotong, pengepres, dan sebagainya.
c. Alat peraga yang terdiri dari model, bagan, gelas, buku, peta, gambar, instrumen, skenario, film, foto, dan sebagainya.
d. Kotak obat, lengkap dengan obat-obatan yang lazim dibutuhkan bila misalnya saja, ada di antara peserta didik yang mengalami kecelakaan ketika bekerja di laboratorium
e. Alat pemadam kebakaran, yang dipergunakan sewaktu-waktu bila terjadi kebakaran.

3. . Pelaksanaan Program Laboratorium Sekolah Di SD/MI……..
Dalam pelaksanaan program laboratorium, hendaknya diperhatikan mengenai administrasi dan pemeliharaan alat/bahan di laboratorium.

1. Administrasi Alat/Bahan
Tujuan dari administrasi alat/bahan ialah agar mudah mengetahui posisi dan pengambilannya dalam penggunaannya.Dalam hal ini yang perlu diasdministrasikan yaitu:
a. Jenis alat/bahan yang ada
b. Jumlah masing-masing alat/bahan
c. Jumlah pembelian dan tambahan
d. Jumlah yang pecah/hilang dan habis
Untuk keperluan administrasi ini diperlukan beberapa buku antara lain : buku Stok, buku kumpulan daftar pembelian/penerimaan, buku catatan barang-barang yang pecah/rusak/hilang dan habis.

2. Pemeliharaan Alat/Bahan
Masalah penyimpanan alat/bahan biasanya ditentukan oleh: keadaan laboratorium, susunan laboratoroum, keadaan perabot laboratorium serta adanya gudang dan raung persiapan.
Sedangkan untuk mempermudah dalam pertanggungjawaban dan pemakaian laboratorium, maka diperlukan struktur organisasi laboratorium agar jelas tugas dan tanggungjawabnya. Struktur organisasi laboratorium melibatkan:
a. Kepala sekolah
b. Wakil Kepala Sekolah
c. Tata Usaha
d. Petugas  (Pengelola dan Pembimbing)

Personal di atas bertugas dan berfungsi:
a. Merencanakan pengadaan alat /bahan laboratorium
b. Menyusun jadwal dan tata tertib laboratorium
c. Mengatur pengeluaran dan pamasukan /pinjaman alat laboratotium
d. Mempersiapkan peralatan/bahan yang dipergunakan pada praktikum
e. Mendaftarkan alat/bahan laboratorium yang habis
f. Mengiventarisasi dan mengadministrasikan pinjaman alat-alat
g. Membuat daftar katalog sesuai dengan jenis alat/bahan
h. Memelihara dan memperbaiki alat-alat
i. Menyusun pelaksanaan kegiatan laboratorium

4. Keselamatan Kerja di Laboratorium
Keselamatan kerja adalah hal terpenting. Pada saat proses pelaksanaan kegiatan di laboratorium hal yang perlu diperhatikan adalah keselamatan kerja pengguna laboraturium, mengingat alat dan bahan-bahan yang terdapat di laboratorium sangat berbahaya untuk keselamatan pengguna laboratorium. Kecelakaan yang sering terjadi dilaboratorium antara lain:
1. Luka oleh benda tajam,pecahan kaca dan kena bakar
2. Terkena/percikan oleh cairan zat kimia (karosif/asam/basa pekat)
3. Tertelan zat-zat beracun
4. Gigitan hewan peliharaan
5. Pingsan disebabkan bau gas yang memusingkan
6. Terkena kejutan listrik
7. Kebakaran yang disebabkan peletusan yang terjadi dari hasil percobaan.

5. Program Laboratorium Sekolah dan kaitannya dengan Peningkatan Belajar
Di dalam proses belajar mengajar sering ditemukan guru hanya melaksanakan kegiatan pengajaran dengan menggunakan metode ceramah dan jarang melakukan praktikum di Laboratorium. Penggunaan metode ceramah mengakibatkan ide dan keterampilan psikomotor siswa sulit disalurkan, sehingga kemampuan siswa tidak berkembang dan tujuan belajar yang dicapai kurang optimal. Dengan demikian guru perlu merancang kegiatan belajar mengajar yang lebih mengarah kepada keterlibatan siswa baik fisik maupun psikis. Hal ini sesuai dengan pendapat Rustaman (2003:123-124) yang menyatakan bahwa penggunaan metode ceramah membuat siswa kurang dirangsang kreativitasnya dan tidak membuat siswa aktif mengemukakan pendapat, serta tidak dibiasakan mencari dan mengolah informasi.

Kegiatan belajar mengajar yang dapat menuntut keterlibatan siswa secara aktif diantaranya dengan menggunakan metode mengajar eksperimen, ekspositori/ pameran dan demonstrasi yang merupakan kegiatan Laboratorium. Dengan metode ini siswa dapat belajar melalui pengamatan dan pengalaman langsung peristiwa-peristiwa dan gejala-gejala alam. Kegiatan Laboratorium juga dapat melatih keterampilan berfikir ilmiah, mengikutsertakan mental siswa dan bukan sekedar menerima ilmu saja. Di samping itu siswa akan merasa dirinya berperan, sehingga membangkitkan minat dan semangat belajar mereka.

Senada dengan ini, DIKNAS (2003:12) mengungkapkan bahwa “kita belajar hanya10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan”. Jadi persentase penyerapan pelajaran oleh siswa yang lebih banyak adalah jika siswa katakan dan lakukan sendiri yaitu sebesar 90%, hal ini sama sifatnya dengan kegiatan Laboratorium yang juga meningkatkan daya serap siswa terhadap apa yang dipelajari.

Menurut Direktorat Pendidikan Menengah Umum (1995:7), suatu sekolah yang mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) hendaknya mempunyai Laboratorium. Karena dalam pelajaran IPA siswa tidak hanya sekedar mendengarkan keterangan dari guru, tetapi harus melakukan kegiatan sendiri untuk mencari keterangan lebih lanjut tentang ilmu yang dipelajarinya. Oleh karena itu diperlukan ruang khusus yaitu Laboratorium. Dengan adanya Laboratorium, diharapkan pengajaran IPA dapat dilaksanakan menurut yang seharusnya. Begitu juga dengan pelajaran IPS, bahasa dan komputer. Ketiga pelajaran ini juga membutuhkan laboratorium untuk menungkatkan daya serap terhadap pelajaran yang dipelajari

6. Tata Tertib dan Administrasi Laboratorium Sekolah
Perlunya tata tertib ini agar dapat menjaga keamanan pemakai, memelihara kenyamanan kerja di laboratorium dan memelihara fasilitas yang ada agar tidak mudah rusak. Adapun tata tertib pemekaian laboratorium adalah sebagai berikut:
1. Pahamilah dahulu tentang tata cara masuk dan memakai laboratorium (lazimnya disediakan pamflet oleh laboratorium).
2. Sebelum memakai laboratorium, mintalah izin terlebih dahulu kepada kepala laboratorium. Tunjukkkan identitas, misalnya kartu siswa untuk memberi keyakinan kepada kepala laboratorium, bahwa para siswa yang menggunakan laboratorium adalah benar-benar berasal dari sekolah yang bersangkutan.
3. Mengisi dan manandatangani daftar hadir, daftar pemakai, atau formulir yang telah disediakan.
4. Saat memakai fasilitas laboratorium, bacalah petunjuk pemakaian. Jika tidak mengerti mungkin karena manual yang ada dengan menggunakan bahasa Inggris, mintalah petunjuk pada laboran atau teknisi yang ada.
5. Upayakan agar fasilitas yang dipakai tidak rusak apalagi hilang.
6. Pakailah fasilitas tersebut menurut batasan waktu yang telah ditentukan.
7. Jangan memakai peralatan diluar izin laboran atau kepala laboratorium.
8. Jika bermaksud membawa peralatan ke luar ruangan, mintalah izin kepada kepala laboratorium, teknisi atau laboran.
9. Setelah memakai fasilitas, kemasi peralatan dan kembalikan ke tempat semula dengan sepengatuhan laboran atau teknisinya.
10. Jangan meninggalkan ruang laboratorium sebelum diketahui oleh petugas bahwa siswa telah mengembalikan kepadanya atau mengembalikan ke tempatnya.

TATA TERTIB LABORATORIUM 
1. Siswa tidak dibenarkan masuk kedalam Lab tanpa izin Guru Pembimbing.
2. Siswa masuk Laboratorium tidak dibenarkan memakai sepatu.
3. Siswa masuk Laboratorium tidak dibenarkan membawa makanan.
4. Siswa diwajibkan menempati tempat yang sudah ditentukan sesuai kelompok kerja.
5. Alat dan bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk Praktikum .
6. Jika ada alat-alat yang rusak siswa segera melaporkan kepada guru pem bimbing.
7. Jika terjadi kecelakaan dalam Praktikum segera melaporkan kepada guru pembimbing.
8. Setelah melakukan Praktikum siswa harus mengembalikan Alat/bahan ketempat semula    dalam keadan bersih.
9. Laboraratorium harus dalam keadaan bersih setelah selesai kegiatan
10. Kerusakan atau kehilangan alat terjadi akibat kelalaian siswa, siswa atau kelompok kerjanya harus menggantinya.
11. Siswa yang tidak mengindahkan tata tertib dapat diberi sangsi /dikeluarkan dari Laboratorium.

E. Evaluasi Program Laboratorium Sekolah
Untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan laboratorium dapat dilakukan dengan 3 cara sebagai berikut:
1. Laporan merupakan rekaman atas apa yang dilakukan siswa selama melalui kegiatan praktikum. Tujuan adanya laporan ini yaitu untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi praktikum dan kemampuan siswa dalam merangkai data hasil percobaan serta analisisnya.
2. Tes kegiatan laboratorium. Tes kegiatan laboratorium digunakan sebagai bahan untuk evaluasi.
3. Pengamatan langsung. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui kinerja siswa pada saat melakukan kegiatan praktikum, misalnya untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memilih alat yang sesuai, merangkai alat, menggunakan alat, sikap siswa pada saat melakukan praktikum.
Hal ini menunjukkan bahwa suatu penilaian tidak hanya dilakukan dengan melihat hasil akhir seperti laporan, tetapi harus mencakup hasil akhir dan proses untuk mencapai hasil itu, termasuk di dalamnya kinerja siswa, sehingga guru dapat memiliki informasi yang lengkap tentang siswa.

BAB III PENUTUP

Dengan mengucap Alhamdulillah, selesai sudah penyusunan Program Kerja Laboratorium ............ untuk tahun pelajaran 2019/2020.

Harapan kami semoga Program Kerja ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami bagi para pengelola Laboratorium sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan administrasi laboratorium, serta umumnya bagi mereka yang membaca dan memerlukan Program Kerja ini

Akhirnya kami mohon maaf apabila pada penyusunan  Program Kerja ini banyak terdapat kekeliruan atau kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak untuk kesempurnaan Program Kerja dimasa yang akan datang.

Daftar Pustaka
Badan Standart Nasional Pendidikan. 2007. Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana. Jakarta: BSNP.

Hofstein, A. (2004). The Laboratory In Chemistry Education: Thirty Years of Experience with Developments, Implementation, and Research, The Weizmann Institute of Science, Department of Science Teaching (Israel). Chemistry Education: Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, Vol. 03, No.02, hlm 01-13, 2015 http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpsi Dedi Rahman: Analisis Kendala Dan Alternatif Solusi...... |13 Research And Practice, 5 (3). 247- 264. Istarani.(2012). Kumpulan 39 Metod

http://cahyono-publikasi.blogspot.com/2007/11/tinjauan- pelaksanaan-kegiatan.html,
http://labbahasadigital.com/laboratorium.bahasa/definisi- laboratorium-bahasa/,
http://smileboys.blogspot.com/2008/05/pengertian- laboratorium.html,
Imron, A. 1994. Manajemen Peserta Didik di Sekolah. Malang: IKIP Malang

_____________,Pengelolaan di Laboratorium, (Online),
(http://windywindylagi.wordpress.com/2010/04/0 1/manajemen-layanan-khusus/#comments,)
Widhy P.H, (2010), Pembelajaran IPA (Kimia) Berbasis Laboratorium, artikel padaProgram Studi Pendidikan IPA Fakultas Matamatika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta.

Darwoto. 2010. Administrasi Pelayanan Khusus. (http:// darwoto.wordpress.com/2010/03/17/administrasi- pelayanan-khusus/,).

Depdiknas. 2007. Manajemen Layanan Khusus Sekolah. Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional.

Imron, Ali. 1995. Manajemen Peserta Didik di Sekolah. Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang, Proyek Operasi dan Perawatan Fasilitas.

Kusmintardjo. 1992. PENGELOLAAN LAYANAN KHUSUS DI SEKOLAH. Jilid II. Malang:

Kusmintardjo. 1992. Pengelolaan Layanan Khusus di Sekolah (Jilid 1). Malang:OPF IKIP Malang.

Manajemen Layanan Khusus di Sekolah. Malang:Universitas Negeri Malang Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Administrasi Pendidikan.

Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar- Mengajar. Jakarta:Raja Grafindo Persada.
Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:
 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top