Harapan Bangsa Pada ASN/PNS Terbaru (Sebuah Harapan Makhluk Yang Lemah)

Harapan Bangsa Pada ASN/PNS  Terbaru (Sebuah Harapan Makhluk Yang Lemah)
Keadaan bangsa dan negara sekarang ini sudah dalam tahap yang menghawatirkan, khususnya dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Bukankah Anda sudah melihat di sekeliling Anda, bagaimana tingkah laku generasi muda yang ada sekarang ini, dimana tingkah laku, moral dan perbuatan generasi muda sebagai penerus  bangsa  tidak mencerminkan generasi yang berakhlaqul karimah, dan agamis serta berbudaya ke timuran.
Harapan Bangsa Pada ASN/PNS  Terbaru (Sebuah Harapan Makhluk Yang Lemah)
Agama seakan hanya tinggal nama, ajaran ajarannya tidak menjadi pedoman dan dasar dalam melakukan/berbuat, dan bertingkah laku dalam keseharian. Perbuatan dan tingkah lahu para generasi muda sudah menyimpang  dari ajaran agamanya, menyimpang  dari  nilai nilai yang luhur dan budaya bangsa. Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini? Semua itu adalah tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab orang  tua/keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Ketiganya harus saling bergandengan tangan dan saling terkait bekerja sama untuk membangun negeri ini. Jangan tunggu lagi. Mulai dari sekarang, dari keluarga Anda, lingkungan Anda. Mari budayakan sikap peduli.

Bahwa dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara sebagaimana
tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu
dibangun Aparatur Sipil Negara yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan
publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

a. Kejujuran
Menjadi sosok yang dihormati. Dengan bersikap jujur maka kamu akan lebih dihormati dan bertanggung jawab dengan pekerjaan kamu. Secara otomatis saat kamu bekerja dengan jujur maka kamu akan mengerjakan pekerjaan lebih baik dari pada yang sebelumnya.
Dengan sikap yang jujur kamu akan lebih dipercaya oleh rekan maupun atasan kamu. Selain itu sikap jujur akan membangun relasi kamu yang lebih baik. Tawaran untuk bekerjasama pun lebih banyak dan akan terbuka lebar.
Dengan kejujuran kamu dalam bekerja maka kamu akan lebih dihormati. Tidak hanya dengan rekan kerja tetapi dengan atasan kamu. Selain itu dengan bersikap jujur maka kamu akan lebih dihargai dalam bertindak.

b. Prinsip “penyelia” adalah Pegawai ASN/PNS  yang diangkat berdasarkan keterampilan, pendidikan, dan pengalamannya untuk melaksanakan fungsi koordinasi dalam penyelenggaraan jabatan fungsional keterampilan.
Berdasarkan prinsip tersebut diharapkan pegawai ASN/PNS  mempunyai keterampilan yang memadai dibidangnya, sehingga dalam melaksanakan tugas terhindar dari kesalahan dan dilakukan secara profesional.

c. Prinsip “mahir” adalah Pegawai ASN/PNS  yang diangkat berdasarkan keterampilan, pendidikan, dan pengalamannya untuk melaksanakan fungsi utama dalam Jabatan Fungsional.
Dengan sesuainya kualifikasi  pendidikannya dengan pekerjaan, berarti secara keilmuan sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam pekerjaannya sehinga keilmuan yang dimiliki ASN/PNS  sudah tidak diragukan, karena sudah sesuai dengan jurusan dan bidang yang dihadapi dalam pekerjaan.

d. Prinsip “akuntabilitas” adalah bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan dapat dipertanggungjawabkan baik secara profesional maupun secara moral, dan yang terpenting dapat dipertanggungjawabkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena setiap yang kita lakukan dan kita perbuat di dunia ini pasti akan dimintai pertanggungjawaban di akherat nanti. Inilah yang menjadi kontrol personal paling ampuh, kontrol pribadi yang tidak memerlukan pengawasan dari atasan langsung.

Absensi, pengawasan atasan ataupun bukti fisik lainnya tidak akan merubah kinerja ASN/PNS  secara maksimal, apabila moral, mindset (pola pikr), mental  ASN/PNS  tersebut lemah dan salah. Kepribadian , mental, moral ASN/PNS  menjadi modal utama, serta ketakutan pada Allah Subhanahu wata'ala akan menjadi cemeti yang paling kuat dan kontrol diri ASN/PNS  dalam melaksanakan tugas ASN/PNS setiap saat dimanapun tempatnya.

e. komitmen,  komitmen kerja merupakan sikap atau perilaku pegawai yang berkaitan dengan keinginan kuat seorang anggota organisasi/instansi / pegawai untuk mempertahankan keanggotaannya dalam suatu organisasi/instansi , serta mendukung dan menjalankan tujuan organisasi/instansi  atau perusahaan secara penuh suka rela, serta komitmen kerja lebih dari sekedar kesetiaan, namun lebih kepada keintiman atau ikatan batin anggota terhadap organisasi/instansi nya.

f. integritas moral, menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan;

Integritas sebagaimana dimaksud dapat diukur dari kejujuran, kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, kemampuan bekerja sama, dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Moralitas dapat  diukur dari penerapan dan pengamalan nilai etika agama, budaya, dan sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab pada pelayanan public dalam kesehariannya;

g. kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; Kompetensi yang dimiliki ASN/PNS  sekarang, sangat baik, dilihat dari kualitas akademik rata rata  mempuyai IQ tinggi, dibuktikan dengan perolehan nilai test baik tertulis maupun lesan dalam perekruitmen ASN/PNS . Dengan demikian diharapkan dalam pelaksanaan tugas ASN/PNS  nanti  akan menjadi ASN/PNS  yang handal dan profesional.

h. kualifikasi akademik; Kualifikasi akademik menjadi syarat yang utama, kesesuaian latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang dihadapinya menjadi modal utama pelaksanaan pekerjaan, sehingga kualifikasi pendidikan menjadi modal yang dimiliki ASN/PNS  dalam melaksanakan tugas ASN/PNS , sehingga ASN/PNS  tidak akan bingung dan buta apa yang harus dilaksanakannya, melaksanakan tugas ASN/PNS  dengan cermat dan disiplin;

i. melayani dengan sikap hormat, sopan, menjadi sikap utama pelayanan publik dan prinsip utama dalam kehidupan bermasyarakat.

j. melaksanakan tugas ASN/PNS  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; menjadi kunci utama suksesnya sebuah pekerjaan, dedikasi yang tinggi akan menjadi kontrol pribadi yang ampuh, sehingga ASN/PNS  yang bersaangkutan akan menjalankan tugas ASN/PNS dengan baik.

k. melaksanakan tugas ASN/PNS sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang Berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;

l. menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugas ASN/PNS ; fokus dan serius pada pekerjaan akan menghindarkan diri dari koalisi, korupsi, nepotisme dan mementingkan diri sendiri.

m. memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan; dengan bekal kejujuran, integritas, komitmen, latar belakang pendidik/kualifikasi akademik, dengan harapan ASN/PNS akan bekerja dengan professional dan bertanggung jawab baik secara kedinasan maupun social.

n. tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain; Dengan kriteria dan persyaratan yang detail diharapkan nantinya ASN/PNS yang diterima benar benar salah satu dari manusia manusia harapan bangsa yang bertanggungjawab dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.

o. memegang teguh nilai dasar ASN/PNS  dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN/PNS ;
Reputasi ASN/PNS ataupun pekerjaan apapun harus kita jaga, Anda adalah salah satu dari ribuan orang terpilih menjadi ASN/PNS, maka jagalah reputasi Anda dan jabatan Anda, Jangan sampai Anda menjatuhkan diri Anda ke dalam jurang kenistaan, jurang kehancuran karena kelakuan Anda sendiri. Berpegang teguhlah pada jalan dan aturan yang ada, baik aturan kedinasan maupun aturan agama. Dengan begitu InsyaAllah Anda akan selamat Dunia maupun Akherat. …Aamiin…

p. melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin Pegawai ASN/PNS . Laksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin Pegawai ASN/PNS dengan baik, sehingga rizqi, gaji, dan pendapatan Anda akan berkah dan manfaat dunia akherat, hidup anda akan tenang, tenteram bahagia  dalam kehidupan rumah tangga, dan masyarakat, dalam Ungkapan Jawa “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo“ merupakan suatu kalimat yang merupakan ungkapan untuk menggambarkan keadaan yang sangat indah. menyenangkan dan makmur. Gemah ripah loh jinawi berarti (kekayaan, rizqi yang banyak, kekayaan alam yang berlimpah) sedangkan  toto tentrem karto raharjo (keadaan yang tenteram). Namun ungkapan ini sepertinya tidak lagi berlaku di negeri kita tercinta ini. Orang bilang "tanah kita tanah surga" seperti yang tersurat dalam lagu koes ploes yang berjudul "kolam susu". kail dan jala cukup menghidupimu, ikan dan udang datang menghampiri dirimu. Namun keadaan tersebut berbeda 180 derajat dengan kehidupan masyarakat indonesia sekarang. untuk itu kita sebagai generasi muda yang merupakan bentuk miniatur negara, jangan berbuat semaunya sendiri tanpa mempedulikan yang lain, sebagai generasi muda senatiasa menjadikan keluarga kita, lingkungan kita, bangsa kita, negara kita toto tentrem karto raharjo  dengan memanfaatkan   gemah ripah loh jinawi yang kita miliki demi terciptanya masyarakat yang makmur.

Akhirnya, semoga para ASN/PNS yang baru diangkat dapat menjaga amanah/kepercayaan masyarakat, bangsa dan negara. Sehingga bangsa dan negara ini akan lebih maju dan terjaga dari azab Allah Subhanahu wata’ala.

Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:
 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top