Termasuk Gaya Kerja Kepemimpinan Yang Manakah anda? Komandan, Pelayan, Bohemin, Birokrat, Atau Manager?

Termasuk Gaya Kerja Kepemimpinan Yang Manakah anda? Komandan, Pelayan, Bohemin, Birokrat, Atau Manager?
Sudah seharusnya apabila anda adalah seorang Manager/pemimpin, Kepala sekolah, Kepala Desa, Ketua RT, atau bahkan Kepala Keluarga sekalipun, harus sadar dan paham serta punya keinginan menjadi manager dengan gaya kepemimpinan seperti apa. Karenanya pahamilah beberapa gaya kepemimpinan di bawah ini.
Termasuk Gaya Kerja Kepemimpinan Yang Manakah anda? Komandan, Pelayan, Bohemin, Birokrat, Atau Manager?
1. 14 Gaya Kepemimpinan
Ada 5 gaya yang diterapkan seseorang ketika berhubungan dengan orang lain:
a. Komandan: Menganggap orang lain sebagai PEMBANTU untuk menyeleseikan
pekerjaan/kepentingannya.
b. Pelayan: Menganggap dirinya PEMBANTU orang lain untuk mencapai
kepentingan orang lain.
c. Bohemin: Menganggap orang lain dan dirinya adalah pribadi yang berdiri sendiri
dan tidak saling bergantung.
d. Birokrat: Menganggap dirinya dan orang lain bersama-sama harus memikirkan
kepentingan pihak lain.Sosial-KKKS Page 32
e. Manajer: Menganggap bahwa dirinya dan orang lain adalah mitra kerja yang
saling memiliki kepentingan dan tergantung satu sama lain.

2. Bagaimana Seseorang Dalam Nila dan Asumsi
a. Komandan: Orang hanya mementingkan kepentingan pribadi. “Karena itu, kita
harus berjuang untuk memenangkan kepentingan kita”
b. Pelayan: Hubungan baik sangat diperlukan dalam penyeleseian pekerjaan.
“Karena itu, kita harus menjaga perasan orang lain”.
c. Bohemin: “Tanpa saya dunia tetap berputar. Ngapain repot memikirkan
kepentingan orang lain. Toh belum tentu orang lain memikirkan diri kita”.
d. Birokrat: Peraturan mengamankan segalanya. ”Ikuti saja peraturan itu. Orang
akan mengikuti peraturan, kalau kita juga mengikuti peraturan”.
e. Manajer: Memenuhi kepentingan orang lain belum tentu merugikan kita. ”Yang
penting, kita berusaha mencapai yang terbaik untuk semua pihak”.

3. Bagaimana Seseorang Dalam Mengejar Tawaran Pihak Lain
a. Komandan: Sangat cepat menarik kesimpulan. Umumnya curiga, bahwa usulan
pihak lain, hanya untuk kepentingan orang lain.
b. Pelayan: Usul yang diperhatikan adalah sejauh mana berakibat pada hubungan
interpersonal. Yang diperhatikan kepentingan masing-masing pribadi, bukan
kelompok yang diwakili oleh masing-masing pihak.
c. Bohemin: Yang diperhatikan adalah dampak penawaran pada kepentingan
pribadinya, bukan dampaknya pada kelompok/pihak lain.
d. Birokrat: Yang ia pelajari adalah, sejauh mana tawaran itu sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
e. Manajer: sangat hati-hati dalam menerima tawaran. Ia mempertimbangkan sejauh
mana penawaran tersebut terhadap kepentingan kelompok yang diwakili dan
kelompok yang diwakili pihak lain.Sosial-KKKS Page 33

4. Bagaimana Seseorang Dalam Memulai Kerja Sama atau Perundingan
a. Komandan: Membuka perundingan langsung mengemukakan pokok persoalan
dan mengajukan usulan pemecahan.
b. Pelayan: Membuka perundingan dengan bosa basi. Menunggu pihak lawan
memberikan usulan atau tanggapan.
c. Bohemin: Tidak punya cara yang tetap ketika memulai perundingan.
d. Birokrat: Kalau persoalan yang dibicarakan menyimpang dari peraturan, biasanya
langsung mengajukan persoalan.
e. Manajer: Langsung mengemukakan persoalan dan minta tanggapan terhadap
jalan pikirannya.

5. Bagaimana Seseorang Dalam Menawarkan Bantuan
a. Komandan: Langsung menawarkan bantuan, agak memaksa, menunjukkan
kelebihan agar mendapatkan kekaguman orang lain.
b. Pelayan: Tak spontan menawarkan bantuan, tapi tak menolak jika diminta
membantu.
c. Bohemin: Tak menawarkan bantuan dan tak peduli dengan kesulitan orang lain.
d. Birokrat: Tak menawarkan bantuan, tapi secara otomatis memberikan bantuan
bila merupakan kewajibannya. Menolak memberi bantuan yang bertentangan
dengan peraturan.
e. Manajer: Menawarkan bantuan jika tidak merugikan kepentingan bersama. Tanpa
memaksa dan mengingatkan hal-hal yang mungkin dilupakan.

6. Bagaimana Seseorang Dalam Menegur Kesalahan/Memberi Komentar
a. Komandan: Sangat cepat menegur dan terang-terangan. Cepat memberi
persetujuan dan penolakan usulan. Tidak segan mencela pihak lain.
b. Pelayan: Hati-hati dalam memberi komentar, dan yang dikemukakan tak selalu
sesuai dengan pendapat pribadinya.Lebih berusaha disetujui daripada
mengungkapkan keberatan.Sosial-KKKS Page 34
c. Bohemin: Tak banyak menegur/komentar. Langsung bilang setuju atau tidak.
Patokan persetujuan adalah: apakah merugikan dirinya atau tidak.
d. Birokrat: Tegas menegur hal-hal yang menyimpang dari aturan. Kalau tawaran
pihak lain tidak menyimpang dari persetujuan awal dia, biasanya ia setuju.
e. Manajer: Langsung menegur. Tapi kalau yang berbuat salah menyadari
kesalahannya dan berusaha melakukan perbaikan, ia tak menegur. Dalam
menegur kesalahan, ia menjelaskan mengapa itu salah dan bagaimana
memperbaikinya.

7. Bagaimana Seseorang Dalam Mengendalikan Konflik
a. Komandan: Berusaha memenangkan konflik dengan kekuasaan yang dimiliki.
Tidak merasa terganggu oleh ketegangan emosional selama konflik.
b. Pelayan: Berusaha meredakan ketegangan emosional akibat konflik seraya minta
pihak lain menahan diri. Yang ingin diseleseikan bukan konfliknya, tapi
ketegangan emosionalnya.
c. Bohemin: Tidak peduli dengan konflik. Terserah orang lain maunya apa.
Pokoknya saya maunya begini.
d. Birokrat: Berusaha mengegolkan alternatif yang paling sesuai dengan ketentuan
dan aturan.
e. Manajer: Berusaha mencari inti perbedaan. Menawarkan alternatif yang dapat
diterima oleh kedua belah pihak.

8. Bagaimana Seseorang Dalam Mengambil Keputusan
a. Komandan: Mengambil keputusan yang menurutnya terbaik tanpa peduli dengan
persetujuan orang lain. Berusaha menggunakan wewenang untuk memaksakan
keputusannya.
b. Pelayan: Jarang mau mengambil keputusan yang ditentang pihak lain.Dalam
forum, ia suka mengambil keputusan melalui voting.
c. Bohemin: Mengambil keputusan yang tak merugikan kepentingannya.Tak peduli
keputusannya disetujui oleh pihak lain ataukah tidak.
d. Birokrat: Berani mengambil keputusan meski banyak ditentang, asal sesuai dengan peraturan.
e. Manajer: Berusaha mengambil keputusan yang bisa diterima oleh semua pihak. Win-win solution.

CARA BERHUBUNGAN DENGAN MEREKA
14 Gaya Kepemimpinan
1. Kepemimpinan Komandan
a. Binalah hubungan baik.
b. Hadapi dengan tenang, jangan terpancing bertengkar dan emosi
c. Perlihatkan minat terhadap substansi pembicaraan.
d. Bersikaplah tegas.
e. Sentuh perasaannya.
f. Ajak berpikir lebih luas dan berargumen secara rasional.
g. Bersiap-siaplah untuk kompromi.

2. Kepemimpinan Pelayan
a. Berbincanglah ringan dahulu. Jangan langsung mulai diskusi.
b. Utamakan kaitan usulan dengan orang yang dipermasalahkan.
c. Tunjukkan dukungan para ahli dan tokoh ternama.
d. Ungkapkan, bagaimana gagasan tersebut berjalan baik di masa lalu.
e. Himbau dan sentuh perasaannya dengan kejadian di masyarakat.

3. Kepemimpinan Bohemin
a. Sediakan waktu cukup untuk diskusi. Sabarlah jika ia menyimpang dari
persoalan.
b. Bicaralah konseptual, pusatkan perhatian pada situasi menyeluruh.
c. Rangsang imajinasi dan kreatifitasnya, dengan memikirkan masa depan dan
mencari kemungkinan-kemungkinan baru.
d. Tekankan keunikan gagasan yang diajukan.
e. Pahami nilai yang ia anut dan kebutuhannya. Kaitkan kedua hal tersebut dengan
gagasan yang diajukan.

4. Kepemimpinan Birokrat
a. Nyatakan fakta yang tepat kepadanya.
b. Kaitkan usulan dengan peraturan yang berlaku.
c. Susunlah gagasan mulai dari: latar belakangnya, situasi sekarang dan hasilnya.
d. Analisislah berbagai pilihan dengan keunggulan dan kelemahannya.
e. Tetaplah pada prosedur dan jangan potong kompas.

5. Kepemimpinan Manajer
a. Pergunakan logika dan perdebatan.
b. Perkuat gagasan dengan fakta.
c. Analisislah kaitan antara gagasan/usulan dengan situasi serta ungkapkan keuntungan dan kerugiannya.
d. Bersikaplah obyektif dan terbuka.
e. Binalah hubungan baik setelah negosiasi.

6. Kepemimpinan Otokratis
Pemimpin sangat dominan dalam setiap pengambilan keputusan dan setiap kebijakan, peraturan, prosedur diambil dari idenya sendiri.

7. Kepemimpinan Partisipatif
Dalam gaya kepemimpinan partisipatif, ide dapat mengalir dari bawah (anggota) karena posisi kontrol atas pemecahan suatu masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian.
Pemimpin memberikan ruang gerak bagi para bawahan untuk dapat berpartisipasi dalam pembuatan suatu keputusan serta adanya suasana persahabatan dan hubungan saling percaya antar pimpinan dan anggota.

8. Kepemimpinan Delegatif
Gaya kepemimpinan ini biasa disebut Laissez-faire dimana pemimpin memberikan kebebasan secara mutlak kepada para anggota untuk melakukan tujuan dan cara mereka masing-masing.

9. Kepemimpinan Transaksional
Kepemimpinan jenis ini cenderung terdapat aksi transaksi antara pemimpin dan bawahan dimana pemimpin akan memberikan reward ketika bawahan berhasil melaksanakan tugas yang telah diselesaikan sesuai kesepakatan. Pemimpin dan bawahan memiliki tujuan, kebutuhan dan kepentingan masing-masing.

10. Kepemimpinan Transformasional
Gaya kepemimpinan transformasional dapat menginspirasi perubahan positif pada mereka (anggota) yang mengikuti. Para pemimpin jenis ini memperhatikan dan terlibat langsung dalam proses termasuk dalam hal membantu para anggota kelompok untuk berhasil menyelesaikan tugas mereka.
Pemimpin cenderung memiliki semangat yang positif untuk para bawahannya sehingga semangatnya tersebut dapat berpengaruh pada para anggotanya untuk lebih energik. Pemimpin akan sangat mempedulikan kesejahteraan dan kemajuan setiap anak buahnya.

11. Kepemimpinan Karismatik
Pemimpin yang karismatik memiliki pengaruh yang kuat atas para pengikut oleh karena karisma dan kepercayaan diri yang ditampilkan.
Para pengikut cenderung mengikuti pemimpin karismatik karena kagum dan secara emosional percaya dan ingin berkontribusi bersama dengan pemimpin karismatik.
Karisma tersebut timbul dari setiap kemampuan yang mempesona yang ia miliki terutama dalam meyakinkan setiap anggotanya untuk mengikuti setiap arahan yang ia inginkan.

12. Kepemimpinan Situasional
Tipe pemimpin ini di katakan sebagai jenis pemimpin situsional sebab dia selalu melihat perkembangan sejauh mana tugas yang sudah di kerjakan bawahannya. Gaya kepemimpinan ini mencoba mengkombinasikan proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada saat itu.

13. Kepemimpinan afiliatif, yaitu jenis kepemimpinan dimana seorang pemimpin memberikan saran-saran yang efektif dan mendorong anggota timnya untuk lebih aktif dalam memberikan ide dan pendapat. Pemimpin seperti ini memiliki beberapa karakteristik, yaitu mementingkan harmoni antar para anggota timnya, berempati terhadap sesama, meningkatkan semangat para anggotanya, dan membantu dalam menyelesaikan konflik antar anggota tim.

14. Kepemimpinan visioner, yaitu jenis kepemimpinan dimana pemimpin menginspirasi dan memotivasi para anggota timnya, berpegang teguh pada visi yang ditetapkan, dan mendorong para anggotanya untuk menjalankan tugas-tugasnya sejalan dengan tujuan besar yang ingin dicapai bersama.


Referensi: BAHAN BELAJAR MANDIRI
Kelompok Kerja Kepala Sekolah
Dimensi Kompetensi Sosial
DIREKTORAT JENDERAL
PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, Jakarta, 2009


Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang
Standar Kepala Sekolah/Madrasah telah menetapkan bahwa ada lima dimensi
kompetensi kepala sekolah/madrasah yaitu: kepribadian, manajerial,
kewirausahaan, supervisi dan sosial.

1. Dimensi Kompetensi Kepribadian
a. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan akhlak mulia,
menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di
sekolah/madrasah.
b. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
c. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai
kepala sekolah/madrasah.
d. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
e. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan
sebagai kepala sekolah/madrasah.
f. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.

2. Dimensi Kompetensi Manajerial
a. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai
tingkatan perencanaan.
b. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan
kebutuhan.
c. Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan
sumber daya manusia sekolah/madrasah secara optimal.Sosial-KKKS Page 3
d. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah
menuju organisasi pembelajar yang efektif.
e. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang
kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
f. Mengelola guru dan staf dalamr angka pendayagunaan sumber
daya manusia secara optimal.
g. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam
rangka pendayagunaan secara optimal.
h. Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat
dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan
pembiayaan sekolah/madrasah.
i. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik
baru, penempatan, dan pengembangan kapasitas peserta didik.
j. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran
sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
k. Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip
pengelolaan yang akuntabel, tranparan, dan efisien.
l. Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung
pencapaian tujuan sekolah/madrasah.
m. Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam
mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di
sekolah/madrasah.
n. Mengelola informasi dalam mendukung penyusunan program
dan pengambilan keputusan.
o. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan
pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
p. Melakukan monitoring,evaluasi,dan pelaporan pelaksanaan
program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang
tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.Sosial-KKKS Page 4

3. Dimensi Kompetensi Kewirausahaan
a. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan
sekolah/madrasah.
b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah
sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
c. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan
tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam
menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.
e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan
sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.

4. Dimensi Kompetensi Supervisi
a. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka
peningkatan profesionalisme guru.
b. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan
pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
c. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam
rangka peningkatan profesionalisme guru.

5. Dimensi Kompetensi Sosial
a. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan
sekolah/madrasah.
b. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
c. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

Referensi:
Rudi Salam Sinulingga. 14 April 2014. Gaya-gaya Kepemimpinan. Kompasiana.com – https://goo.gl/2RDY1J
Frans Indrapadja. 31 Maret 2014. Kepemimpinan Transformasional. Kompasiana.com – https://goo.gl/7a4t14
Muhammad Fauzan Irvan. 25 Mei 2016. Kepemimpinan Karismatik. Dakwatuna.com – https://goo.gl/y3e284
Admin. 19 November 2016. Gaya Kepemimpinan Transformasional. Apa Itu Dan Seperti Apa Contohnya? Psikoma.com- https://goo.gl/niwTuk
Admin. Pengertian Kepemimpinan, Gaya dan Teori Kepemimpinan. Informasiana.com – https://goo.gl/dg33Ax
Benita Pramasari. 16 Juni 2016. Gaya-Gaya Kepemimpinan. Linkedin.com – https://goo.gl/eW9zAQ


Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:
 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top