Contoh Permasalahan Yang Ada Di Sekolahan dan Solusinya ( Sesuai Dengan 8 Standar Nasional Pendidikan )

Contoh Permasalahan Yang Ada Di Sekolahan dan Solusinya ( Sesuai Dengan 8 Standar Nasional Pendidikan )
Untuk memperoleh nilai A dalam akeditasi sekolah, haruslah bekerja keras, tidak mungkin untuk memperoleh nilai A, apabila Kepala sekolah, Guru, Murid, Masyarakat, dan stikholder yang ada hanya ongkang-ongkang kaki dan bersantai-santai.
Contoh Permasalahan Yang Ada Di Sekolahan dan Solusinya ( Sesuai Dengan 8 Standar Nasional Pendidikan )
Sekolah pedesaan/pegunungan belum tentu memiliki nilai akreditasi yang rendah. Sekolah ndeso bisa memiliki nilai akreditasi yang tinggi. Bagaimana kiat memperoleh akreditasi yang tinggi? Untuk meraih nilai akreditasi sekolah yang tinggi perlu adanya persiapan yang matang dari sekolah yang akan diakreditasi. Nilai akreditasi tidak bim salabim abakadabrah, namun harus disiapkan komponen-komponen yang mendukung ketercapaian nilai akreditasi tersebut. Umumnya dokumen akreditasi sekolah yang akan dinilaikan adalah dokumen 3 tahun terakhir.
Selama 3 tahun ini dokumen dan bukti fisik harus disiapkan untuk meraih nilai yang optimal. Tak kalah pentingnya perlu dibentuk tim yang menangani akreditasi sekolah agar persiapan lebih optimal.

Sebelum melaksanakan sesuatu setidaknya sekolah perlu mengevaluasi apa yang ada dalam sekolah tersebut berkaitan dengan 8 Standar Nasional Pendidikan, sehingga dapat mengetahui kekurangan/kelemahan dan kelebihan yang dimiliki oleh sekolah tersebut.

Setelah mengevaluasi, maka selanjutnya adalah mencari jalan /solusi yang tepat untuk mengatasi kelemahan/permasalahan yang ada. Berikut ada beberapa contoh permasalahan yang biasanya ada dalam satu sekolah  dan solusinya. Semoga dapat menjadi inspirasi dan penambahan pengetahuan setra pengalaman Anda.
PEMETAAN MUTU
BERDASARKAN 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
TAHUN PELAJARAN 2018/2019
bisa anda download pada link

1. Standar Isi
Permasalahan
Sekolah  baru melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 muatan KTSP
Penyusunan kurikulum belum melibatkan tim pengembang kurikulum
Sekolah baru  melaksanakan 5 - 6 prinsip pengembanagan KTSP
Sekolah  baru melaksanakan 1 -2  mekanisme penyususunan KTSP
Sekolah baru melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 - 6 prinsip pelaksanaan
Sekolah dalam penyusunan kurikulum muatan lokal dan kurikulum berbasis pendidikan karakter belum melibatkan dinas  pendidikan/Kankemenag , instansi terkait di daerah dan tokoh kebudayaan
Sekolah belum melaksanakan layanan konseling karir
Sekolah belum kegiatan ekstrakurikuler kepemimipinan dan Palang Merah Remaja ( PMR )
Sekolah sudah melaksanakan 5-7 mata  pelajaran sesuai antara SK, KD dan indikator
Sudah menerapkan 4 ketentuan beban belajar sesuai permendiknas
Tiap guru sudah memberikan tugas sturktur dan tidak terstruktur
Sekolah dalam penyususnan KTSP  belum melibatkan komite
Sekolah sudah mengembangkan silabus dengan 7 langkah tetapi belum sempurna
Sekolah sudah mengembangkan silabus namun mengadopsi atau mengadaptasi KTSP yang sudah ada
Sebanyak 5-6 pelajaran sudah menggunakan silabus namun silabus yang dimiliki hasil dari adaptasi atau adopsi silabus yang sudah ada
Sebanyak 5 mata pelajaran KKM sudah 75%
Sekolah sudah memperhatikan KKM dengan memperhatikan 2 unsur
Sekolah sudah  menggunakan 4 macam peraturan waktu

Solusinya
Sekolah mengadakan Workshop KTSP dengan tim pengembang
Sekolah mengadakan Workshop KTSP dengan tim pengembang
Sekolah mengadakan Workshop KTSP dengan tim pengembang
Sekolah mengadakan Workshop KTSP dengan tim pengembang
Sekolah mengadakan Workshop KTSP dengan tim pengembang
Sekolah mengadakan Workshop KTSP dengan tim pengembang
Sekolah membuat program dan dokumen layanan konseling karir
Sekolah membuat program kegiatan ekstrakurikuler kepemimpinan dan PMR
Sekolah mengadakan Workshop KTSP dengan tim pengembang
-
Pengarsipan tugas belum rapi
Sekolah mengadakan Workshop KTSP dengan tim pengembang
Sekolah mengadakan Workshop KTSP dengan tim pengembang
Sekolah mengadakan Workshop Silabus dan RPP
Sekolah mengadakan Workshop Silabus dan RPP
Sekolah mengadakan Workshop Silabus dan RPP
Sekolah mengadakan Workshop Silabus dan RPP
Sekolah mengadakan Workshop Silabus dan RPP

2. Standar Proses
Permasalahan
RPP yang dibuat  guru belum mengintegrasikan pendidikan karakter yang dijabarakan dalam silabus
Dalam penyususnan RPP guru belum memperhatikan prinsip penerapan tekhnologi informasi dan komunikasi
Rombel masih ada 2 kelas yang kurang dari 20 perkelasnya
Belum semua guru melaksanakan KBM sesuai dengan langkah - langkah pembelajaran
Belum semua guru melaksanakan KBM sesuai dengan langkah - langkah pembelajaran
Dokumen KTSP sudah mencantumkanpembelajaran menggunakan pendekatan mata pelajaran namun masih perlu ravisi
Kepala sekolah belum mengadakan diskusi hasil pemantauan proses pembelajaran
Supervisi yang dilakukan Kepala Sekolah belum memberikan tindak lanjut yang sesuai
Dalam evaluasi proses pembelajaran guru belum memperhatikan  aspek tindak lanjut
Kepala Sekolah belum menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran kepada komite sekolah
Kepala Sekolah belum memberikan tindak secara menyeluruh terhadap pengawasan proese pembelajaran

Solusinya
Sekolah mengadakan workshop penyusunan RPP
Sekolah mengadakan workshop penyusunan RPP
Sekolah membuat program promosi untuk menarik warga sekitar agar mau menyekolahkan anaknya di SDN .....................
Sekolah mengadakan workshop pembelajaran
Sekolah mengadakan workshop pembelajaran
sekolah mengadakan revisi kurikulum tiap tahun
Kepala sekolah mengadakan diskusi dengan guru setelah pemantauan pembelajaran
Kepala Sekolah memberi kesempatan kepada guru yang telah disupervisi untuk konsultasi atau diskusi untuk pengembangan proses KBM
Kepala Sekolah memberikan penjelasan pada guru pentingnya aspek tindak lanjut
Kepala Sekoalh menyampaikan hasil proses pembelajaran kepada komite sekolah
Sekolah mengadakan Workshop pembelajaran

3. Standar Kompetensi Lulusan
Permasalahan
Guru belum membuat RPP / mencantumkan RPP yang memuat tugas terstruktur dan tidak tidak terstruktur
Sekolah belum memiliki fasilitas perpustakaan yeng lengkap
Guru sudah membuat RPP  mapel IPA dan IPS yang baik
Sekolah jauh dari museum , kebun raya dan cagar budaya
Sekolah belum memilki buku pelajaran dengan jumlah memadai
Belum semua guru dalam penyusunan RPP mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Sekolah belum melaksanakan kegiatan seni dan budaya
Ada seorang siswa kelas V yang sering membuat keonaran di kelas
Sekolah belum mengadakan perayaan peringatan hari besar keagamaan dan hari besar nasional secara rutin
Sekolah belum bekerja sama dengan pihak terkait untuk  pembiasaan hidup bersih sehat , bugar dan aman
Anak sering lupa membawa peralatan sholat
Siswa masih kurang mengenal tentang budaya negara-negara yang bersifat internasional
Guru belum membuat RPP yang memuat metode cooperative learning
Guru belum membuat RPP yang memuat metode pemecahan masalah
Karya tulis siswa berupa laporan hasil kunjungan , latihan dram belum didokumentasikan
Sekolah belum memberikan penghargaan kepada siswa yang memperolah prestasi perlombaan
Nilai rata-rata ujian tidak bisa selalu stabil tiap tahun

Solusinya
Sekolah mengadakan Workshop penyusunan RPP
Sekolah  melengkapi fasilitas buku yang ada diperpustakaan
Sekolah mengadakan Workshop penyusunan RPP
Sekolah mengadakan karya wisata
Sekolah megajukan pengadaan buku pelajaran
Sekolah mengadakan Workshop penyusunan RPP
Sekolah mendatangkan guru tari
Sekolah mengeluarkan teguran tertulis kepada orang tua melalui buku penghubung
Sekolah menyusun program kegiatan peringatan hari besar keagamaan dan hari besar nasional
Sekolah mengajukan program kerja sama dengan puskesamas untuk program gosk gigi dan cuci tangan
Guru kelas menyediakan peralatan sholat cadangan
Sekolah mengadakan pentas seni di saat perpisahan siswa kelas VI
Sekolah mengadakan Workshop penyusunan RPP
Sekolah mengadakan Workshop penyusunan RPP
Sekolah membuat majalah dinding untuk memajangkan hasil karya siswa
Sekolah membua program pemberian penghargaan kepada siswa yang memperoleh prestasi perlombaan
Sekolah mengadakan program les tambahan jam pelajaran

4. Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
Permasalahan
Ada 2 orang guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1
Hanya ada 2 mapel yang diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang  pendidikanya
Guru belum sepenuhnya merefleksi hasil analisis hasil belajar atau KBM
Sekolah belum mengadakan rapat rutin dengan komite dan wali siswa
Kehadiran guru sudah 100% tetapi kedatangan tidak tepat waktu
Sekolah baru memiliki kantin dan koperasi sekolah
Kepala Sekolah belum mengadakan kerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah
Kepala Sekolah belum mengadakan supervisi dan monitoring secara rutin kepada semua guru
Sekolah belum memiliki tenaga administrasi
Sekolah belum memiliki tenaga administrasi
Sekolah tidak mempunyai tenaga perpustakaan , buku perpustakaan masih dikelola sendiri oleh guru kelas
Sekolah tidak mempunyai tenaga perpustakaan , buku perpustakaan masih dikelola sendiri oleh guru kelas
Sekolah hanya memiliki satu petugas layanan khusus yaitu penjaga sekolah yang merangkap sebagai tukang kebun dan pesuruh

Solusinya
Kepala Sekolah menyarankan agar guru tersebut mengikuti pendidikan jenjang S1 PGSD
Untuk pelajaran SBK khususnya seni tari mengundang guru khusus seni tari
Kepala sekolah menyarankan kepada guru pentingnya refleksi hasil analisis hasil belajar
Sekolah mengadakan pertemuan rutin dengan komite dan wali siswa melalui peguyuban
Kepala Sekolah memberikan pembinaan pada saat rapat sekolah
Sekolah melibatkan siswa untuk kegiatan koperasi dan kantin sekolah
Sekolah mengajukan program kerjasama dengan Puskesmas untuk program cuci tangan sikat gigi
Kepala Sekolah membuat jadwal monitoring dan supervisi secara berkala
Sekolah membuka penerimaan tenaga administrasi bagi lulusan SMK akuntasi
Sekolah membuka penerimaan tenaga administrasi bagi lulusan SMK akuntasi
Sekolah membentuk jadwal piket siswa untuk membantu guru mengelola peminjemen buku perpustakaan
Sekolah membentuk jadwal piket siswa untuk membantu guru mengelola peminjemen buku perpustakaan
Sekolah menghimbau warga sekolah  dan masyarakat agar ikut menjaga kebersihan sekolah

5. Standar Sarana Dan Prasarana
Permasalahan
Penataan kurang menarik
Dari segi keamanan tidak memiliki jalur evakuasi
Drainase kurang memenuhi
Tidak memiliki IMB
Luas lahan dan luas bangunan terbatas jika ingin mengadakan ruang baru misal ruang pemimpin tidak ada lagi lahan kosong
Memiliki tabung pencegah kebakaran
Tidak memiliki sanitasi dalam sehingga pada musim hujan banyak air menggenang
Pencahayaan kurang karena banyak pohon tinggi disekitar sekolah
Daya listrik 900 watt, jika semua alat elektronik menyala sering turun daya
Memiliki IMB
Pemeliharaan ringan tidak rutin
Tidak memiliki Ruang pemimpin, UKS, dan sirkulasi
Banyak tembok yang rusak
Buku teks pelajaran kurang lengkap dan tidak memiliki tenaga perpustakaan khusus
Buku BSE belum lengkap, buku yang ada hanya dengan rasio 1 buku untuk 6 siswa
Anggaran sekolah belum memenuhi untuk pembelian buku
Tidak mempunyai almari dan sarana tidak lengkap
Tidak memiliki Ruang pemimpin
Penataan kurang rapih
Tempat ibadah belum ada
Tidak memiliki UKS
Tidak memiliki tempat sampah pada  setiap jamban
Beberapa rak sudah keropos
Tidak memiliki ruang sirkulasi
Luas lahan tidak sesuai ketentuan dan jumlah bola voli dan bola sepak tidak sesuai ketentuan

Solusinya
Sekolah mengangangkat tukang kebun
Sekolah membuatan jalur evakuasi
Sekolah membuat  drainase
Mengusulkan IMB ke Dinas terkait
Sekolah mengusulkan perluasan lahan ke dinas terkait
Sekolah Mengecek dan mengisi ulang tabung pencegah kebakaran
Sekolah membuat sanitasi dalam
Sekolah menebang pohon yang dekat dengan jendela sekolah seijin pemiliknya
Sekolah menambah daya listrik menjadi 900 watt

Sekolah menambah dana perawatan dan pengawasan rutin
Sekolah mengajukan pengadaan ruang pimpinan , ruang UKS dan sirkulasi
Sekolah mengajukan rehab gedung ke dinas terkait
Sekolah mengajukan Pengadaan buku teks pelajaran dan mengangkat tenaga perpustakaan
Pengadaan buku dengan rasio 1 buku teks/ mata pelajaran/ siswa
Sekolah Membeli buku pelajaran
Sekolah mengajukan Pengadaan almari dan sarana laboratorium
Sekolah mengajukan pembangunan ruang pemimpin dan perabotnya
Sekolah mengadakan Kerja bakti antara penjaga sekolah dan siswa
Sekolah mengajukan pembuatan gedung mushola ke Komite sekolah
Sekolah mengajukan pembangunan ruang UKS ke dinas terkait
Sekolah membeli tempat sampah
Sekolah membeli rak
Sekolah membuatan ruang sirkulasi
Sekolah mengajukan perluasan lahan  dan peralatanya

6. Standar Pengelolaan
Permasalahan
Sekolah belum memprogramkan sosialisasi Visi sekolah
Sekolah belum memprogramkan sosialisasi Misi sekolah
Sekolah belum memprogramkan sosialisasi tujuan  sekolah
Sekolah belum memprogramkan sosialisasi rencana kerja tahunan dan menengah yang dimiliki
Sekolah belum mempunyai peraturan akademik
Uraian tugas belum dipajang pada tempat yang mudah
Sekolah belum melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
Kurang tersedianya fasilitas untuk kegiatan kesiswaan
Sekolah belum mempunyai peraturan akademik
Sekolah belum melaksanakan program sistem penghargaan  serta promosi dan penempatan
Sekolah belum memiliki fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas belum terpenuhi
Pembukuan keuangan di sekolah belum rapih
Sekolah belum mempunyai peraturan akademik
Sekolah belum bekerja sama dengan pihak terkait untuk  pembiasaan hidup bersih sehat , bugar dan aman
Sekolah belum memiliki program pengawasan
Evaluasi diri sekolah belum dilaksanakan secara terukur dan komprehensif
Pembagian tugas belum adil dan merata
Beberapa bukti fisik akreditasi belum tersusun dengan lengkap
Tujuan dan target mutu belum dirumuskan dengan baik
Sekolah belum memiliki tenaga administrasi

Solusinya
Sekolah mengadakan kegiatan sosialisasi Visi sekolah
Sekolah mengadakan kegiatan sosialisasi Misi sekolah
Sekolah mengadakan kegiatan sosialisasi tujuan sekolah
Sekolah mengadakan sosialisasi rencana kerja tahunan dan menengah
Sekolah membuat peraturan akademik
Sekolah mengadaka sosialisasi  struktur organisasi sekolah
Sekolah membuat program kerja tahunan yang realitas
Sekolah memaksimalkan fasilitas yang sudah ada dan membentuk paguyuban alumni
Sekolah membuat peraturan akademik
Sekolah membuat program sistem penghargaan serta promosi dan penempatan
Sekolah mengajukan proposal  penambahan fasilitas pembelajaran setiap kelas pada pemerintah
Sekolah mengikut sertakan bendahara keuangan pada setiap pelatihan pelaporan keuangan
Sekolah membuat peraturan akademik
Sekolah mengajukan program kerja sama dengan puskesamas untuk program gosk gigi dan cuci tangan
Sekolah menyususn program pengawasan
Sekolah mengadakan Workshop evaluasi diri sekolah
Sekolah memberikan tugas beban kerja terutama pada guru yang sertifikasi
Sekolah mengadakan rapat internal tentang persiapan akreditasi
Sekolah mengadakan Workshop kurikulum
Sekolah membuka penerimaan tenaga administrasi bagi lulusan SMK akuntasi

7. Standar Pembiayaan
Permasalahan
Tidak semua investasi sarana dan prasarana tercatat secara menyeluruh
Biaya pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan tidak semua didanai RKAS
Modal kerja yang tertuang dalam RKAS untuk membiayai pendidik sering tidak tercapai
Tidak dapat membayar semua honor kegiatan-kegiatan sekolah pendidik dan tenaga kependidikan pada tahun yang sedang berjalan
Tidak membayar honor kegiatan-kegiatan sekolah, intensiv, dan tunjangan lain di tenaga pendidikan di tahun berjalan
Anggaran kegiatan terlalu besar
Kegiatan kesiswaan  kurang rutin dilaksanakan sehingga biaya tidak dikeluarkan
Biaya digunakan untuk kegiatan lain
Biaya digunakan untuk kegiatan lain
Biaya digunakan untuk kegiatan lain
Tidak semua rapat mengeluuarkan biaya
Tugas luar jarang disertai SPPD
Karena tidak semua siswa menerima naskah soal setiap mata pelajaran  ( dituliskan di papan tulis)
Karena fasilitas daya dan jasa yang tersedia belum maksimal
Sekolah belum merealisasikan uang lembur dan konsumsi
Dana yang terserap kesarana prasarana terlalu besar belum rata kebidang yang lain
Memungut biaya  dari  standar biaya per siswa
Tidak ada biaya daftar ulang tetapi jumlah siswa baru tiap tahun sedikit
Bantuan siswa kurang mampu hanya dari pemerintah
Memungut biaya praktikum, perpisahan, dan study tour
Tidak semua komite bisa mengahdiri rapat pengambilan keputusan penarikan dana dari masyarakat
Tidak melaporkan secara teratur sumbangan pendidikan/ dana sumbangan dari masyarakat
Dokumen pedoman pengelolaan keuangan tahun sebelumnya sering hilang
Pembukuan biaya operasional yang dimiliki kurang lengkap dan belum memuat biaya operasional secara rinci
Membuat laporan SPJ tetapi isinya kurang lengkap
Masih ada 2 orang guru dari 8 guru yang belum menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Masih ada 1 orang guru dari 8 guru yang teknik penilaiannya di silabus belum sesuai dengan indikator capaian KD
Ada 3 orang guru yang belum mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian kepada siswa
Masih ada 3 orang guru yang teknik penilaiannya belum bervariasi
Masih ada 2 orang guru dari 8 guru yang belum menganalisis hasil penilaian

Solusinya
Harus mencatat investasi sarana dan prasarana secara berkala
Memintakan bantuan dana pada komite, mengusulkan dana pada pemerintah
Anggran yang disediakan untuk membiayai gaji pendidik dan tenaga pendidikan tidak langsung diberikan agar proses pembelajaran terlaksana secara berkelanjutan
Mengusahakan mengeluarkan honor kegiatan sekolah pendidik dan tenaga kependidikan pada tahun yang sedang berjalan
Mengusahakan membayar honor kegiatan-kegiatan sekolah secara intensiv dan tunjangan-tunjangan lain
Disesuaikan  dengan kebutuhan dan membuat APBS perubahan
Dibuat jadwal untuk pelaksanaan kegiatan kesiswaan
Penggunaan disesuaikan dengan APBS
Penggunaan disesuaikan dengan APBS
Penggunaan disesuaikan dengan APBS
Penggunaan disesuaikan dengan APBS
Setiap perjalanan dinas membawa SPPD
Diharapkan semua siswa menerima naskah soal setiap mata pelajaran
Melengkapi fasilitas daya dan jasa yang dibutuhkan
Segera merealisasikan uang lembur dan konsumsi sesuai RKAS
Tahun berikutnya penggunaan biaya operasional secara merata untuk 5 POS antara lain: 1) Kesehjateraan warga sekolah, 2) Pegembangan guru dan tenaga kependidikan, 3) Perawatan  sarana dan prasarana, 4) Pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, 5) Kegiatan ketatausahaan.
1) Sekolah tidak memungut biaya  pendidikan dari siswa, 2) Kepala sekolah membuat surat keputusan tidak memungut iuran sekolah
Meningkatkan prestasi baik akademik maupun non akademik
Membuat anggaran untuk biaya siswa kurang mampu
Tidak melakukan pungutan biaya  personal lain  antara lain: biaya ujian, biaya praktikum, biaya perpisahan, dan biaya study tour
Pihak sekolah membuatkan dispensai lebih awal untuk komite
Tidak melaporkan secara teratur sumbangan pendidikan/ dana sumbangan dari masyarakat kepada komite
Mengarsipkan dan menerbitkan dokumen pedoman pengelolaan keuangan pada tahun- tahun sebelumnya.
Mengarsipkan  pembukuan biaya operasional secara berkala
Bendahara meminta bantuan teman guru untuk melengkapi data pendukung SPJ
Kepala sekolah memerintahkan guru untuk menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Kepala sekolah memotivasi guru agar teknik peniaiannya di silabus sesuai dengan indikator pencapaian KD
Pada KKG sekolah ada pendalaman tentang teknik penilaian
Pada KKG sekolah ada pendalaman tentang teknik penilaian
Kepala sekolah melakukan supervisi administrasi guru secara intensiv

8. Standar Penilaian
Permasalahan
Belum semua guru menginformasikan rencana dan kriteria penilaian
Dari tekhnik penilaian yang ada pada silabus belum sesuai dengan indikator penilaian
Sebagian guru belum mengembangkan isntrumen dan pedoman penilaian
Sebagian guru belum melakukan penilaian dengan berbagai tekhnik
Sebagian besar guru belum melakukan analisis hasil evaluasi
Belum semua guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa
Belum semua guru membruat program perbaikan dan pengayaan
Sebagian guru belum melaporkan hasil penilaian kepada kepala sekolah
Guru belum melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan agama Islam
Guru belum melaporkan hasil penilaian kepribadiab siswa kepada guru PKn
Sekolah belum membuat berita acara rapat koordinasi ulangan tengah semester , ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas
Sekolah belum membuat berita acara rapat penentuan kriteria kenaiakan kelas
Guru penjas belum menentukan nilai akhir melalui rapat
Guru pendidkan agama Islam belum menentukan nilai akhir melalui rapat
Kehadiran wali siswa belum 100%
Kemampuan siswa tidak merata
Sekolah mempertimbangkan kemampuan anak yang berbeda
Sekolah mengeluarkan surat keterangan hasil ujian nasional menunggu pengumuman kelulusan
Balngko ijasah dari dinas selalu datang terlambat
Batas usia saja kuota tidak terpenuhi

Solusinya
Kepala sekolah mengingatkan pada guru untuk menginformasikan rencana dan kriteria penilaian kepada siswa dan paguyuban wali siswa
Kepala Sekolah dan guru berdiskusi tentang pedoman penilaian
Sekolah mengadakan Workshop penyusunan RPP
Sekolah mengadakan Workshop pembelajaran
Kepala sekolah rutin mengadakan supervisi administrasi
Kepala sekolah rutin mengadakan supervisi administrasi
Kepala sekolah rutin mengadakan supervisi administrasi
Kepala sekolah rutin mengadakan supervisi administrasi
Kepala sekolah rutin mengadakan supervisi administrasi
Kepala sekolah rutin mengadakan supervisi administrasi
Kepala sekolah rutin mengadakan supervisi administrasi
Kepala sekolah rutin mengadakan supervisi administrasi
Kepala sekolah rutin mengadakan supervisi administrasi
Kepala sekolah rutin mengadakan supervisi administrasi
Kepala sekolah mengadakan pendekatan lewat paguyuban kelas
Sekolah mengadakan les tambahan jam pelajaran
Sekolah mengadakan kerja sama dengan wali siswa
Sekolah mengeluarkan SKHUN sementara
Sekolah menunggu blangko ijasah dari dinas
Sekolah mengadakan pendekatan ke masyarakat sekitar

Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:
 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top