Contoh Jurnal Pendidikan PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK KUNJUNGAN KELAS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN

Contoh Jurnal Pendidikan PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK KUNJUNGAN KELAS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN

Contents [Show Up]
Contoh Jurnal Pendidikan
PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK KUNJUNGAN KELAS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN
Dalam rangka peningkatan kompetensi Guru, Kepala Sekolah diharapkan mampu bekerja secara profesional dan berkelanjutan, sehingga dapat memantau dan memonitoring kinerja para guru yang ada, dalam rangka meningkatkan kinerja dirinya dan para guru. Terlebih lagi tuntutan untuk pengajuan kenaikan pangkat baik guru, kepala sekolah sekarang harus melampirkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Contoh Jurnal Pendidikan  PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK KUNJUNGAN KELAS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN
ABSTRAKS

“Penerapan Supervisi Akademik Teknik Kunjungan Kelas Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Penyusunan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Pada Guru .......... Kecamatan .......... Semester 2 Tahun ...........”
Penelitian ini bertujuan (1).mengetahui pengaruh supervisi akademik teknik kunjungan kelas terhadap peningkatan kemampuan  guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran..(2).mengetahui kemampuan guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran.(3).meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran pada guru .......... Kecamatan ........... 
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah. Sumber data yang diambil dari guru di .......... yang berjumlah 8 orang. Pengumpulan data menggunakan tindakan berupa supervisi akademik kunjungan kelas. Analisis data dilakukan dengan melalui beberapa tahap yaitu: reduksi data, paparan data/penyajian data, dan penyimpulan hasil analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supervisi akademik yang terfokus pada instrumen evaluasi pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran yaitu kelengkapan instrumen evaluasi pembelajaran pada kondisi awal baru  tercapai 59,5%, pada siklus satu tercapai 71% dan sampai akhir siklus dua tercapai 91,5%. Pada kesesuaian soal dengan aspek yang ditentukan saat kondisi awal tercapai 62,5%, pada siklus satu tercapai 70%  sampai akhir siklus dua tercapai 90,5%. Untuk penyusunan soal pilihan ganda pada kondisi awal tercapai 63,275%, pada siklus satu tercapai 70% sedangkan pada akhir siklus dua tercapai 91%.

Kata Kunci: Supervisi akademik, Peningkatan kemampuan menyusun instrumen evaluasi pembelajaran.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Pada awal kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru masih banyak guru yang belum sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, banyak guru yang belum mampu menyusun instrumen evaluasi pembelajaran yang sesui dengan karakteristik siswa dan karakteristik mata pelajaran secara berkesinambungan.Guru masih mengambil soal-soal evaluasi dari LKS yang dibeli atau hanya copy paste soal-sol yang ada di internet. Sebagian guru bahkan tidak mencantumkan instrumen evaluasi pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuatnya, dari 8 guru kelengkapan instrumen evaluasi pembelajaran mencapai rata-rata 59,5%, kesesuaian soal dengan aspek yang harus dicapai mencapai rata-rata 62,5%, kesesuaian penyusunan soal pilihan ganda dengan kriteria yang ditentukan mencapai rata-rata 63,275% Sedangkan indikator kinerja dan keberhasilan guru dikatakan berhasil dan memiliki kompetensi bila mencapai 75% memenuhi standar kompetensi minimal atas kinerjanya.

Adanya hasil evaluasi pembelajaran yang tidak sesuai dengan yang diharapkan  perlu pemecahan yakni bagaimana usaha guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran   dapat sesuai dengan hasil yang diharapkan. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai peneliti melakukan tindakan nyata dengan supervisi akademik teknik kunjungan kelas tujuannya sebagai upaya peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran pada guru .......... semester 2 tahun ...........
Rumusan Masalah
1. Apakah penerapan supervisi akademik  teknik kunjungan kelas dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran pada guru .......... semester 2 tahun ..........?
2. Apakah penerapan supervisi akademik dapat meningkatkan  motivasi guru dalam penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran sehingga meningkatkan hasil evaluasi pembelajaran siswa?

Tujuan Penelitian
Meningkatkan kompetensi guru .......... dalam penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran semester 2 tahun ..........

Manfaat Penelitian
1) Memperbaiki kemampuan guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran
2) Meningkatkan komperensi pedagogik guru
3) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilam dalam dunia pendidikan
4) Meningkatkan kompetensi kepala Sekolah
5) Meningkatkan kinerja Kepala Sekolah

KAJIAN TEORI  DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Kajian Teori
a.  Pengertian Supervisi Akademik
Menurut pendapat Daresh (1989), Glickman (et at,2007) bahwa supervisi akademik merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membantu tugas guru dalam mengembangkankan kemampuannya untuk mengelola proses pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru.. 

b. Prisip-Prinsip Supervisi Akademik
Proses pelaksanaan supervisi akademik yang baik akan tercapai bila melalui prinsip-prinsipsupervisi akademik diantaranya: (a) Praktis, (b) Sistematis (c) Objektif (d) Realistis (e) Antisipatif (f) Konstruktif (g) Kooperatif (h) Kekeluargaan (i) Demokratis (j) Aktif (k) Humanis (l) Berkesinambungan. (m) Terpadu
c. Tujuan Supervisi Akademik
Supervisi akademik memiliki beberapa tujuan diantaranya: (1) Membantu guru mengembangkan kompetensinya. (2) Mengembangkan kurikulum. (3) Mengembangkan kelompok kerja guru. (4)Membimbing Penelitian Tindakan Kelas(PTK) (Glickman, et al; 2007, Sergiovani, 1987)
d. Manfaat Supervisi Akademik
Supervisi akademik akan bermanfaat terutama bagi kepala sekolah itu sendiri yaitu memberikan pengetahuan  tentang supervisi akademik teknik kunjungan kelas pada peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran. Selain itu akan dapat diketahui permasalahan  yang dihadapi guru dalam meningkatkan hasil evaluasi pembelajaran
e. Supervisi Akademik Kunjungan Kelas
Supervisi akademik kunjungan kelas dapat dilaksanakan dengan cara: a) Dengan atau tanpa pemberitahuan terlebuh dahulu tergantung sifat, tujuan dan masalahnya. b) Atas permintaan guru yang bersangkutan.

Instrumen Evaluasi Pembelajaran
Pengertian Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi sering diterjemahkan dengan penilaian, akan tetapi bila kita memperbandingkan pengukuran, tes dan penilaian maka evaluasi mempunyai cakupan pengertian yang lebih luas.Evaluasi mencakup kegiatan tes, pengukuran, dan penilaian. Suharsimi Arikunto (1990:3) mengatakan evaluasi meliputi pengukuran dan penilaian.
b. Prinsip-prinsip Evaluasi
1) Menentukan dan mengklarifikasi apa yang dievaluasi akan selalu menjadi prioritas dalam proses evaluasi .
2) Teknik evaluasi dipilih sesuai dengan tujuan
3) Evaluasi komprehensif memerlukan variasi Teknik Evaluasi
4) Penggunaan Teknik Evaluasi Memerlukan Kesadaran Tentang  Kekurangan dan   Kelebihannya
5) Evaluasi Bukan Berarti Akhir Suatu Pembelajaran Bagi Guru Maupun Murid
c. Prosedur dan Teknik Evaluasi
1) Prosedur Evaluasi
Prosedur evaluasi dimaksudkan kapan evaluasi iti diselenggarakan.
2.Teknik Evaluasi
Teknik evaluasi ada dua macam yaitu melalui tes dan nontes.

Kerangak Berfikir
Pada siklus pertama pelaksanaan supervisi dilaksanakan tanpa memberikan saran maupun memberitahu kelemahan yang ada  ternyata hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan, maka dilaksanakan perbaikan kembali dengan mengadakan siklus kedua .Pada siklus kedua dilaksanakan  dengan diskusi memberikan saran, menyampaikan contoh tentang instrumen evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan dan guru melaksanakan tugas serta tanggung jawab menyusun instrumen evaluasi pembelajaran  sesuai dengan aturan yang ada.

Hipotesis Tindakan
1. Melalui supervisi akademik Kepala Sekolah  .......... diduga dapat meningkatkan  kompetensi guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran pada guru .......... semester 2 tahun ...........
2. Melalui peningkatan kompetensi guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran diduga dapat meningkatkan hasil evaluasi pembelajaran siswa.

METODE  PENELITIAN
1. Tempat Penelitian
Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan di .........., Kecamatan .......... Kabupaten ...........
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada semester dua tahun pelajaran .......... di bulan Februari sampai dengan bulan April 2015.

Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah guru yang ada di .........., Kecamatan ..........  pada Semester 2 tahun pelajaran .......... yang terdiri dari 8 guru berasal dari 6 guru kelas dan 2 guru mata pelajaran. Penelitian yang dilakukan terfokus pada instrumen evaluasi pembelajaran.
Sumber Data
Sumber data pada penelitian ini berasal dari guru yang diteliti sebagai data primer, ditambah data sekunder sebagai pendukung dan pelengkap yang dapat berasal dari siswa maupun dokumen yang lain yang terkait dengan penelitian di ...........

Teknik Pengumpulan Data
Agar dapat terkumpul data yang lengkap maka digunakan beberapa teknik supaya data yang belum lengkap dapat dilengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain;  Observasi,Wawancara dan dokumen yang difokuskan pada instrumen evaluasi pembelajaran, baik data awal pada pelaksanaan supervisi yang tidak terprogram sampai data terakhir  yang diperoleh setelah pelaksanaan penelitian dinyatakan berhasil dan selesai.

E.Validasi Data
Data yang telah dikumpulkan diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi data, tri artinya tiga angulasi dari bahasa Inggris angle artinya sudut, jadi triangulasi adalah pemantapan dari tiga sudut. Hal itu dimaksudkan untuk mencari data yang mendukung atau tidak bertentangan dengan rumusan tujuan penelitian.

F.Analisis Data
Jenis data atau informasi yang diperoleh selama observasi atau pengamatan dapat berupa data kualitatif maupun data kuantitatif. Analisis data dapat dilakukan dengan melalui beberapa tahap misalnya: reduksi data, paparan data/penyajian data, dan penyimpulan hasil analisis.
1. Reduksi data
Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi pemfokusan dan pengabstraksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. Proses ini berlangsung secara berkesinambungan sepanjang pelaksanaaan penelitian.
2. Sajian Data
Sajian data ini mengacu pada rumusan masalah yang telah dirumuskan sebagai pertanyaan penelitian ,sehingga narasi yang tersaji merupakan deskripsi mengenai kondisi yang rinci dan dapat menjawab permasalahan yang dihadapi terkait dengan instrumen evaluasi pembelajaran.
3.Penarikan Simpulan
Penyimpulan adalah suatu proses pengambilan intisari dan sajian data yang telah terorganisasi dalam bentuk penataan kalimat yang singkat dan padat tetapi mengandung pengertian luas. Simpulan perlu diverifikasi agar benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Verifiksi dapat berupa kegiatan yang dilakukan dengan mengembangkan ketelitian, misalnya dengan cara berdiskusi atau memeriksa kembali data yang ada atau melihat  kembali reduksi yang telah dilakukan.
Prosedur Penelitian
1.Prosedur Pelaksanaan PTS
Prosedur penelitian yang akan dilakukan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observation) dan refleksi (reflektion). Hasil dari refleksi akan dijadikan pedoman untuk melakukan revisi rencana perbaikan selanjutnya jika tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan masalah yang dihadapi.
Deskripsi per Siklus
a.Siklus Pertama (1)

1) Perencanaan
Sebelum Supervisi Akademik  dilaksanakan peneliti menyusun jadwal rencana supervisi dan memberikan kepada guru yang menjadi subjek yang akan diteliti..
2)  Pelaksanaan
a. Kegiatan Awal
1) Peneliti mempersiapkan kelengkapan instrumen supervisi yang telah dirancang sebelumnya.
2) Antara peneliti dan guru yang disupervisi membuat kesepakatan tentang pelaksanaan supervisi yang akan dilaksanakan.
b. Kegiatan Inti
(1) Peneliti melaksanakan supervisi sesuai dengan tujuan, mengamati kegiatan guru khususnya tentang penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran
(2) Peneliti membuat catatan kegiatan yang dilakukan selama supervisi sabagai salah satu fakta yang dapat dipergunakan saat memberikan informasi dan penilaian terhadap guru yang disupervisi.
(3) Peneliti memberikan nilai supervisi kepada guru, berdasarkan proses pelaksanaan supervisi.
c. Kegiatan Akhir
Peneliti menyampaikan hasil supervisi dan meminta guru untuk melihat, membaca dan mencermati hasil supervisi tentang instrumen evaluasi pembelajaran agar dapat di cross check apabila data tersebut dianggap kurang sesuai oleh guru, dan kekurangan yang ada dijadikan dasar sebagai perbaikan pada kegiatan supervisi berikutnya.
3) Observasi
Obsever melaksanakan tugas dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan oleh peneliti yang difokuskan pada instrumen evaluasi pembelajaran..
4) Refleksi
Setelah supervisi pada tindakan  siklus 1 dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan observer diketahui bahwa dari 8 guru yang disupervisi ternyata hasil yang diperoleh belum menunjukkan hasil maksimal seperti yang diharapkan..
b.   Sikus ke dua (2)
1)   Perencanaan
Berdasarkan hasil dari siklus 1  yang belum maksimal maka peneliti mempersiapkan kegiatan yang akan dilakukan pada tindakan supervisi siklus 2.
2) Pelaksanaan
a) Kegiatan Awal
(1) Peneliti mempersiapkan kelengkapan instrumen supervisi yang telah dirancang sebelumnya.
(2) Antara peneliti dan guru yang disupervisi membuat kesepakatan tentang pelaksanaan supervisi yang akan dilaksanakan.
b) Kegiatan Inti
(1) Peneliti melaksanakan supervisi sesuai dengan tujuan, mengamati kegiatan guru khususnya dalam perbaikan  penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran
(2) Peneliti mengadakan diskusi, penjelasan dan contoh perbaikan tentang penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran terhadap guru tentang cara-cara menyusun instrumen evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan aturan.
(3) Peneliti membuat catatan kegiatan yang dilakukan selama supervisi sabagai salah satu fakta yang dapat dipergunakan saat memberikan informasi dan penilaian terhadap guru yang disupervisi.
(4) Peneliti memberikan nilai supervisi kepada guru, berdasarkan proses pelaksanaan supervisi tentang instrumen evaluasi pembelajaran.
c) Kegiatan Akhir
Peneliti menyampaikan hasil supervisi dan meminta guru untuk melihat, membaca dan mencermati hasil supervisi tentan instrumen evaluasi pembelajaran agar dapat di cross check apabila data tersebut dianggap kurang sesuai oleh guru, dan kekurangan yang ada dijadikan dasar sebagai perbaikan pada kegiatan supervisi berikutnya.
3) Observasi
Obsever melaksanakan tugas dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan oleh peneliti yang difokuskan pada instrumen evaluasi pembelajaran..
4) Refleksi
Setelah supervisi pada tindakan  siklus 2 dilaksanakan observer bersama peneliti mengadakan diskusi membicarakan pelaksanaan hasil supervisi siklus 2 tentang instrumen evaluasi pembelajaran. Apabila nanti   ternyata hasil yang diperoleh sudah menunjukkan hasil maksimal seperti yang diharapkan yaitu minimal rata-rata mencapai 75%, maka tidak perlu diadakan  tindakan berikutnya, hanya perlu dipertahankan perubahan yang baik yang telah tercapai agar dapat dipergunakan sebagai motivasi peningkatan hasil pembelajaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Kondisi Awal
Peneliti mengadakan Penelitian Tindakan Sekolah di .......... tentang hal yang terkait dengan instrumen evaluasi pembelajaran karena berdasarkan hasil supervisi sebelumnya ternyata sebagian besar guru belum menguasai tentang  penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran. Berdasarkan dari data awal bahwa dari 8 guru ketercapaian kelengkapan evaluasi pembelajaran baru tercapai 59.5%, kesesuaian soal dengan aspek yang ditentukan baru tercapai 62,5% dan penyusunan soal pilihan ganda dalam evaluasi baru dikuasai 63,275%.

Deskripsi Tiap Siklus
Siklus 1
Pada siklus 1 supervisi akademik dilaksanakan sesuai perencanaaan dan tanpa memberikan komentar hasil yang jelas, tanpa memberikan saran atau kekurangan yang belum tercapai oleh guru. Pada siklus 1 hasil sudah meningkat tetapi belum sesuai yang diharapkan. Hasil siklus 1 adalah kelengkapan instrumen evaluasi pembelajaran tercapai 71%, hasil penyusunan kesesuaian soal dengan aspek yang ditentukan 70%, dan penyusunan soal pilihan ganda 70%.

Siklus 2
Pada siklus 2 ini supervisi akademik dilaksanakan sesuai perencanaan untuk memperbaiki tindakan pada supervisi siklus sebelumnya. Tindakan yang digunakan adalah supervisi terprogram yang dilanjutkan dengan memberikan kejelasan hasil, saran perbaikan, diskusi  maupaun bimbingan. Hasil dari siklus 2 adalah menunjukkan peningkatan yang signifikan, tentang kelengkapan instrumen evaluasi pembelajaran tercapai 91,5% , hasil penyusunan kesesuaian soal dengan aspek yang ditentukan berhasil 90,5% , penyusunan soal pilihan ganda berhasil 91%

Pembahasan Hasil Penelitian
Pelaksanaan supervisi akademik kunjungan kelas yang terfokus pada instrumn evaluasi pembelajaran dapat membawa dampak yang positif terhadap kinerja para guru terlihat dengan adanya peningkatan signifikan. 
Pada kelengkapan instrumen evaluasi :
1) Terjadi peningkatan hasil dari kondisi awal 59,5% dibanding siklus 1 sebesar 71%, meningkat 11,5%
2) Terjadi peningkatan hasil dari  siklus 1 ke siklus 2, dari 71% menjadi
91,5% meningkat 20,5%
Pada kesesuaian soal dengan aspek yang ditentukan adalah:
1) Terjadi peningkatan hasil dari kondisi awal 62,5% dibanding siklus 1
Sebesar 70%, meningkat 7,5%
2) Terjadi peningkatan hasil dari  siklus 1 ke siklus 2, dari 70% menjadi
 90,5% meningkat 20,5%
Pada penyusunan soal pilihan ganda hasilnya adalah:
1) Terjadi peningkatan hasil dari kondisi awal 63,275% dibanding siklus 1 sebesar 70%, meningkat 6,275%
2)  Terjadi peningkatan hasil dari  siklus 1 ke siklus 2, dari 70% menjadi
 91% meningkat 21%

KESIMPULAN, SARAN DAN TINDAK LANJUT
 1. Supervisi akademik yang terfokus pada instrumen evaluasi pembelajaran melalui siklus satu sampai dengan siklus dua ternyata dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran. Hal tesebut terbukti dari kelengkapan instrumen evaluasi pembelajaran pada kondisi awal baru  tercapai 59,5%, pada siklus satu tercapai 71% dan sampai akhir siklus dua tercapai 91,5%. Pada kesesuaian soal dengan aspek yang ditentukan saat kondisi awal tercapai 62,5%, pada siklus satu tercapai 70%  sampai akhir siklus dua tercapai 90,5%. Untuk penyusunan soal pilihan ganda pada kondisi awal tercapai 63,275%, pada siklus satu tercapai 70% sedangkan pada akhir siklus dua tercapai 91%.
2. Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah terhadap guru secara terprogram membawa respon yang baik sehingga lebih memacu kinerja guru untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun intrumen evaluasi pembelajaran.
3. Dengan adanya PTS,  kepala sekolah dan guru semakin menyadari akan pentingnya supervisi akademik yang terprogram sehingga berdampak baik terhadap peningkatan kinerja guru dan hasil belajar siswa.
Saran-saran
1) Supervisi akademik oleh kepala sekolah terhadap guru agar dilaksanakan secara terprogram dan berkesinambungan  sehingga guru dapat dinilai kinerjanya secara terencana secara baik.
2) Supervisi oleh kepala sekolah terhadap guru agar dapat dijadikan sebagai wahana untuk berkomunikasi guna meningkatkan kemampuan guru sesuai dengan bidangnya.
3) Supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah kepada guru hendaknya dapat dijadikan sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan yang telah dimiliki oleh guru sehingga dapat memberikan dampak positif  bagi peningkatan mutu pendidikan di wilayah asuhannya.

Tindak Lanjut
1. Penelitian Tindakan Sekolah ini dapat dijadikan acuan bagi guru maupun kepala sekolah dalam menyelenggarakan tugas mendidiknya.
2. Kepala sekolah agar dapat melaksanakan tugas secara profesional dalam melaksanakan supervisi akademik secara terprogram.
3. Kepala sekolah dapat berperan aktif dalam meningkatkan kinerja guru dalam wilayah tanggung jawabnya.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Tahun 2007 Tentang Standar Proses. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
Anonom,2013. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 66 Tahun 2013
Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Asep Herry Hermawan, 2008. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran.
Jakarta: Universitas Terbuka
Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, 2010. Pedoman Pengelolaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Djam’an Satori,dkk,2007. Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka.
Kadar, 2013. Karya Tulis Ilmiah, Melalui Supervisi Akademik Dapat Meningkatkan Kemampuan dan Efektifitas Proses Pembelajaran...........: SD Negeri Dorowati Klirong.
M.Toha Anggoro,dkk,2007. Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka.
Pusat  Pengembangan Tenaga Kependidikan,2014.Supervisi Akademik Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Suharsimi Arikunto,2010. Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Aditya Media.
Sukarno,2009. Penelitian Tindakan Kelas. Surakarta:Media Perkasa.
Wardani,dkk,2007. Teknik Menulis Karya Ilmiah.Jakarta: Universitas Terbuka.
Wardani,dkk, 2007.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
Y.Padmono,1999.Evaluasi Pengajaran. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.